
"Bentar dulu! aku harus mengabadikan momen ini. Nanti aku kasih sound yang menyedihkan. aku yang berjuang sampai berdarah, malah si kampret Andini yang dapat tuh dosen,"gerutu Mariska Seraya mengutak-atik ponselnya.
"Bukan sampai berdarah, tapi sampai meraung menangis hingga lupa makan lupa minum. Bahkan berniat ingin memelet Pak Dimas. Ha...haha..."Rian tertawa keras, tanpa mempedulikan seorang pria yang mengenakan batik berwarna biru muda, menoleh ke arahnya ketika mendengar tawanya yang mengencangkan gendang telinga.
Rian masih tertawa sambil mengendarkan pandangannya. tetapi tawanya langsung berhenti ketika melihat pria tadi sedang menatap ke arahnya.
"Kenapa? kok kamu tiba-tiba ngerem mendadak gitu tertawanya?"tanya Mariska yang melihat bibir Rian kembali mengatup dengan perlahan.
"Tuh lihat! bisik Rian dengan ekor mata yang tertuju ke arah Herlan.
Pria itu kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ris, Kamu tahu nggak?"
"Ya, Ya nggak tahu lah, orang belum kamu kasih tahu."
"Aku belum selesai ngomong! Ran memukul pelan.
"Tadi tuh, bang Herlan memperhatikan aku dari kejauhan. Duh, jantungku terguncang gempa."Ryan meremas jemari Mariska dengan Tatapan yang masih tertuju ke arah Herlan.
"Nggak sekalian aja tuh hati kena tanah longsor?"Mariska menarik kembali tangannya dengan kasar.
"Pokoknya, aku harus cari perhatian dulu. kebetulan, doi lagi ambil minum. Entar Aku datang terus sekolah kepeleset biar bang Herlan tahan tubuh aku, terus kita saling berpandangan gitu."ucap Rian membayangkan bagaimana, dirinya saat akan terjatuh langsung ditangkap oleh Herlan dan kedua mata mereka saling beradu pandang.
Rian dengan mata berbinar, mengatur skenario untuk drama yang akan ia buat.
"Terserah kamu aja deh, semoga kak Herlan nggak ilfil sama kamu."
"Ya enggaklah, orang aku sudah berpenampilan anggun begini. sekarang lihatin dari sini, aku pasti berhasil."Ryan merapikan rambutnya dan berjalan ke arah Herlan dengan anggun.
Wanita itu meliukkan tubuhnya seperti model.
Rian menunjukkan kepala, jelly ke arah lantai yang terlihat bersih dan mengkilap, otaknya berputar mengukur jarak yang pas untuknya berpura-pura terjatuh supaya tubuhnya pas jatuh ke pangkuan Herlan.
Langkahnya semakin mendekat, Rian sudah mengambil aba-aba di dalam hatinya.
Bruk!
__ADS_1
Rian menjatuhkan tubuhnya ke arah Herlan, tetapi Herlan malah menjauh karena ia takut minuman yang dipegangnya tumpah.
Namun, Ryan yang merasa tubuhnya ada yang menahan dan tidak terjatuh ke atas lantai, iya memejamkan mata dan menikmati posisinya saat ini yang sedang berada di pangkuan seseorang.
"Mbak, tidak apa-apa?"suara berat itu membuat kelopak matanya terbuka lebar.
Mata wanita itu langsung membulat ketika melihat wajah pria berkepala botak tepat berada di atas wajahnya.
"Astaga! kamu siapa? teriak Rian dengan suara yang memecah.
Wanita itu akan mencoba bangkit, namun Asia gaul yang ia kenakan malah terinjak oleh kakinya sendiri, sehingga membuat ia kembali terjatuh ke dalam pangkuan pria bertubuh gempal dengan kepala tampak rambut itu.
"Ih, lepasin aku."Ryan kembali bangkit dan memukul tubuh pria yang beratnya di atas rata-rata sudah seperti obesitas.
"Pantesan empuk, ternyata aku jatuh di atas kasur king size."Ryan memperhatikan tubuh pria yang mengenakan batik berwarna kecoklatan itu.
"Kita nikah aja yuk, Mbak. nanti setiap malam bisa tidur di kasur king size."pria mengusap kepala botaknya, seolah sedang merapikan rambut.
"Ih amit-amit. Bisa-bisa gepeng aku, punya suami modelan kayak gini."Ryan menghentakkan kakinya dan berjalan meninggalkan pria itu yang melempar apa kiss ke arahnya.
"Bang Herlan, kok nggak nolongin aku sih tadi?"protes Rian dengan wajah kesal yang dibuat sok imut.
"Kan ada kasur king size yang menahan kamu."Herlan kembali terkekeh, pria itu menahan tawanya yang akan memecah.
"Ih, nyebelin banget sih!"Ryan kembali berjalan ke arah Mariska yang sudah dari tadi tidak berhenti tertawa.
" Hahaha... gimana rasanya? Empuk ya? tanya Mariska setelah wanita itu kembali berdiri di hadapannya.
"Nggak usah ikut-ikutan ketawa, ini nggak lucu! Ketus Mariska dengan wajah kesal.
"Ya sudah, sekarang kita naik ke pelaminan."Mariska menarik lengan sahabatnya untuk naik ke pelaminan, bersamaan dengan Robert dan juga Ricky.
Keempat anak muda itu, memberikan selamat secara bergantian kepada sahabat dan dosen mereka yang kini sedang bersanding bekerja dan ratu.
"Din, Selamat ya. jangan lupa, nanti malam live streaming agar aku menonton." ucap Mariska yang membuat sahabatnya langsung membulatkan mata.
"Jomblo haram berpikir ke sana!"balas Andini sambel terkekeh.
__ADS_1
"Selamat ya, Din. Semoga kamu dijadikan istri yang solehah dan tidak jadi beban buat Pak Dimas."ucap Ricky, seraya memberikan salam selamat untuk sahabatnya.
"Ya ampun, Doa Kamu kok gitu banget sih? seolah-olah kamu membuat aku manusia yang tak berguna."protes Andini.
"Itu real Din."Ricky terkekeh.
"Oh,iya. Bima kemana? kok dia nggak ikut bareng kalian?"Andini mengendarkan pandangannya, mencari keberadaan pemuda itu.
Namun, tanpa ia sadari ada sepasang Mata langsung menetapnya dengan tajam.
"Mungkin, si Bima lagi merenungi nasibnya yang ditinggal sama kamu."jawab Ricky tanpa berpikir panjang.
"Din, Ssst .."Mariska memberi isyarat dan menunjuk ke arah Dimas dengan ekor matanya.
Andini mengangkat wajah dan melihat ke arah suaminya yang sedang melempar tatapan maut.
"Santai Mas. Aku cuma nanyain doang kok."Andini langsung merangkul lengan suaminya dengan manja.
"Huuuuu...."so sweet banget sih, sorak Mariska dan Rian serentak.
"Din, sekali lagi selamat ya. kita makan dulu. mumpung gratis, perbaikan gizi gitu."ucap Robert saraya turun dari pelaminan yang langsung disusul ketiga sahabatnya.
Sementara Andini dan Dimas hanya membalas dengan senyuman.
Sepasang pengantin itu melakukan pemotretan dengan berbagai gaya yang diabadikan.
Mariska, Rian, Ricky dan Robert mengambil makanan secara bersamaan dan duduk di bangku yang telah disediakan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.
__ADS_1