Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 148. CERITA KITA


__ADS_3

"Aku juga tidak tahu pasti, tapi ini hanya berita burung dari rekan bisnis dia, yang kebetulan kenal."


"Iya, dia Kenapa Mas? jangan buat aku takut." tanya Andini kembali dengan penuh penasaran


"Dia adalah seorang Casanova." bisik Dimas yang membuat bulu kuduk Andini seketika langsung berdiri.


"Apa? kamu Nggak bohong kan Mas?" tanya Andini dengan mata membulat.


"Kan, sudah Mas bilang ini hanya kabar burung saja. Mas juga mengenal Dia belum terlalu lama. Kebetulan saja kita bekerja sama karena dia juga pernah bekerja sama denganku. Tapi di luar itu semua Dia adalah pebisnis handal. Makanya aku memilih bekerja sama dengannya." jelas Dimas yang membuat Andini mengangguk. Tentunya apa yang dikatakan Dimas itu hanya bohong belaka.


"Tapi kamu harus tetap waspada, jangan terlalu dekat sama dia di luar pekerjaan." kalau dia minta yang aneh-aneh, atau di luar batas pekerjaan kamu. Langsung bilang sama Mas.


"Tadi Mas yang membuat Andini takut, ah ." kembali Andini mengangguk patuh.


"Iya Mas, Untung saja aku sudah nggak lama lagi magang di sana. Tapi kayaknya dia nggak mungkin berani macam-macam sih Mas. Dia kan tahu kalau aku ini istri kamu."


"Mudah-mudahan sih seperti itu, mungkin dia hanya menerima wanita bayaran saja yang sudah diberi label harga. Kalau kamu kan tidak punya label harga. Karena kamu adalah hak milik aku selamanya."Dimas mendekatkan wajahnya dan akan memberikan ciuman pada bibir sang istri. tetapi tangan Andini langsung menahan bibir suaminya.


"Mas, nggak boleh kayak gitu di depan umum." protes Andini.


"Maaf sayang, aku khilaf. Harusnya kamu cantik banget."

__ADS_1


"Nggak usah berlebihan Mas."


"Kamu harus tetap waspada ya. Jangan sampai tergoda dengan laki-laki lain." ucap Dimas dengan seolah matanya terlihat menyeramkan.


"Serem banget Mas, udah kayak psikopat aja.


"Psikopat sayan, psikopat! Dimas terkekeh yang langsung diiringi tawa Andini.


Sementara itu, Herlan dan Rian yang sedang menikmati hidangan di sebuah meja yang terdapat empat kursi.


"Bang mau aku suapi, nggak? mau dong masa nggak! Rian menyodorkan satu sendok makanan ke arah mulut suaminya.


Namun, belum juga Herlan membuka mulut dan menyantap makanan yang disodorkan istrinya itu, seseorang yang datang secara tiba-tiba membuat keduanya langsung mengalihkan pandangan.


"Iya kita di sini. Sebaiknya Mbak Larissa cari meja lain aja!"usir Rian secara langsung, yang membuat Larissa langsung menatap sinis ke arahnya.


"Oh, iya Herlan. Kamu lihat deh, apa yang aku pakai? Larissa mengancungkan tangan dan menunjukkan sebuah jam tangan cantik yang dikenakannya.


"Jam tangan." jawab Herlan singkat


"Iya cantik, ya! kamu masih ingat kan, jam tangan ini kamu berikan saat aku ulang tahun. Setelah itu kita...."

__ADS_1


"Larissa kamu cari meja lain saja ya! Mama aku mau duduk di sini." Herlan langsung memotong ucapan Larissa.


Padahal Rian sudah penasaran tingkat dengan apa yang akan dikatakan mantan kekasih dari suaminya itu.


"Tapi kayaknya istri kamu penasaran deh pengen dengar cerita tentang kita."Larissa menatap ke arah Rian dengan bibir yang tersenyum sinis.


"Tidak perlu! karena tidak banyak cerita." sangkal Herlan


"Masa? satu tahun pacaran, cukup menyimpan banyak cerita loh, diantara kita."


"Larissa kamu yang pergi dari sini atau aku yang pergi? geram Herlan dengan amarah tertahan.


"Oke, aku pergi semoga istrimu tidak kembali menanyakan hal ini. Wanita itu kembali bangkit Dan tersenyum miring ke arah Rian yang sedang menatap dengan tajam.


"Bang cerita apa sih?" tanya Rian penasaran setelah Larissa benar-benar pergi dari hadapan mereka.


"Bukan apa-apa, lebih baik sekarang kita lanjutkan makan sebelum acaranya selesai." ucap Herlan yang membuat Rian langsung mencebik kesal.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2