
Para pelayan datang menghidangkan makanan pembuka, yaitu spagetti. Semua orang mulai sibuk menyantap makanan yang dihidangkan.
Saat tengah asyik menikmati spaghetti, orang-orang dikejutkan dengan kedatangan bu Ros dan Bella yang menggebrak meja.
"Hai semuanya, selamat malam. Maaf aku terlambat, maklumlah lama nunggu mantu kesayangan ini dandan." sapa bu Ros.
Rayhan terlihat tidak suka akan kedatangan bu Ros dan Bella. Dia lebih memilih memandangi Izzah yang tengah serius memutar-mutar spaghetti nya dengan garpu.
"Sayang..." ucap Rayhan.
"Eemm...iya." jawab Izzah.
"Ayo dimakan, gak baik menyia-nyiakan makanan."
Rqyhan lalu mengambil garpu dari tangan Izzah, kemudian menyendok spaghetti lalu menyuapkan ke arah Izzah.
Bella menatap Rayhan dan Izzah penuh emosi.
"Mi lihat tuh, padahal aku juga isterinya. Tapi bener-bener gak dianggap."
Bu Ros hanya melihat sekilas, lalu mulai mengobrol dengan adiknya.
"Mona apa yang sudah aku lewatkan?" tanya bu Ros.
"Tadi Rayhan mengumumkan bahwa dia akan menikah lagi dengan perempuan itu biar diakui sah secara negara." jawab tante Mona.
__ADS_1
"Aduuhh mi gimana dong. Masih sebagai isteri siri aja, Izzah sudah mendapat semua perhatian Rayhan, bagaimana kalau sudah jadi isteri sah secara hukum.
"Ayo dong mi, masa gak punya rencana lagi buat pisahin mereka berdua." ucap Bella.
Bu Ros hanya terdiam, tak tahu harus menjawab apa.
Setelah selesai menikmati semua hidangan. Orang-orangpun mulai mengobrol santai. Tante Rika mendekati bu Ros.
"Hai kakak ipar." sapa tante Rika.
"Eh Rika, bagaimana kabarmu? Anak-anak gimana kuliah nya?" tanya bu Ros.
"Alhamdulillah aku baik mbak, anak-anak juga kuliyahnya lancar semua. Bentar lagi Robi bakalan wisuda." balas tante Rika. "Kita bicara disana aja yuk mbak, biar lebih enak. Disini terlalu ramai." lanjutnya.
Bella hanya mengangguk.
"Mbak ikut ya ke UK?" ucap tante Rika saat mereka duduk berdua dipojokan ruangan.
"Tentu, udah lama juga gak ke London. Sekalian nanti aku mau ajakin Bella sama Rayhan."
"Izzah gimana mbak? Gak mau diajak juga."
"Huh, kenapa harus nyebut dia sih. Males aku, mantu aku cuma Bella. Gak sudi aku punya mantu kampungan kayak dia." balas bu Ros.
"Mbak, aku cuma mau bilang. Apa sih sebenarnya yang buat mbak gak suka sama Izzah. Dia terlihat gadis yang baik, tentang berita yang menyebutnya sebagai pelakor. Aku yakin semua yang dijelaskan Rayhan saat press con itu benar adanya. Yang terpenting Rayhan bahagia bersamanya. Apa mbak gak bisa melihat semua perubahan Rayhan?"
__ADS_1
"Jelas aku tau dia berubah. Dia berubah lebih kasar padaku, dulu sebelum kehadiran wanita kampungan itu Rayhan anak yang penurut."
"Mbak coba deh flashback ke masa lalunya Rayhan. Sejak kepergian mas Wijaya, Rayhan terlihat murung. Dia begitu temprament, dia mungkin memang jadi anak yang penurut buat mbak. Tau kenapa alasannya? Karena papinya berpesan untuk jadi anak yang patuh sama mbak, meski semua hal yang mbak minta dia lakukan. Tapi apa mbak pernah lihat dia bahagia? Pernah gak mbak lihat ketenangan dimatanya? Apa mbak pernah lihat senyuman tulus dari bibirnya? Aku yakin gak pernah mbak. Kalaupun dia tersenyum, senyumannya hanya palsu."
Bu Ros terdiam, memikirkan semua yang dikatakan tante Rika.
"Mbak sekali lagi aku sarankan, biarkan Rayhan bahagia bersama Izzah. Jangan lagi mbak menghalangi mereka, restuilah mereka. Coba mbak sekarang lihat Rayhan, senyuman selalu menghiasi bibirnya saat bersama Izzah. Izzah wanita yang tepat untuk Rayhan mbak. Pikirkan baik-baik mba, biarkan Rayhan bahagia dengan pilihannya."
Bu Ros tetap saja terdiam.
"Ya udah mbak, aku mau pamit dulu sama Rayhan. Ini sudah larut." ucap tante Rika lalu berjalan mendekat ke arah Rayhan dan Izzah yang tengah mengobrol dengan anggota keluarga yang lain.
"Ray, Zah, tante pamit pulang duluan ya. Udah larut ini. Takutnya Om Bayu gak kuat nahan kantuk nanti saat nyetir mobil." ucap tante Rika.
"Ya udah tante. Om hati-hati dijalan ya." balas Rayhan.
"Oh ya Izzah, Om denger-denger kamu punya toko kue. Kapan-kapan Om mampir ya buat nyicipin kue buatan kamu." ucap Om Bayu.
"Tentu Om, dengan senang hati." balas Izzah.
"Uhh mas ini makanan aja yang dipikirkan. Ya udah ayo, nanti ngantuk lo." ucap tante Rika.
"Ya udah kami pamit ya Ray, Zah." ucap Om Bayu.
"Hati-hati Om, tante." balas Izzah.
__ADS_1