
Sore ini gerimis turun membasahi bumi, setelah siang tadi matahari bersinar begitu terik. Izzah tengah menunggu jemputan dari Rayhan. Sementara para karyawannya tengah sibuk membereskan toko.
Beberapa hari ini Izzah tinggal dihotel bersama Rayhan. Rayhan tak lagi mengizinkan Izzah untuk berlama-lama tinggal dirumah mang Diman. Selain merasa tak enak merepotkan, Rayhan juga ingin menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Izzah.
Izzah duduk didepan toko sambil memainkan game di ponselnya sembari menunggu kedatangan Rayhan. Tak lama Rayhan datang dengan raut wajah cemberut. Izzah yang heran melihat suaminya itu langsung bertanya.
"Abang kenapa? Kok cemberut gitu?" tanya Izzah sambil mencubit hidung Rayhan.
"Sayang... Jujur sama abang." ucap Rayhan yang membuat Izzah semakin penasaran.
"Siapa lelaki yang bersama Izzah tadi siang?" tanya Rayhan.
"Lelaki?" ucap Izzah sambil berpikir. "Oh itu... Wah ternyata abang tau semua orang yang bertemu dengan Izzah ya. Abang mata-matain Izzah ya?" tanya Izzah balik.
"Abang serius Zah. Tolong jawab pertanyaan abang." ucap Rayhan.
"Abang sayang... Tadi itu Izzah ketemu sama ayah. Beliau jauh-jauh datang dari kampung katanya mau ngasih kejutan buat Izzah. Beliau rindu sama Izzah. Dan oh ya tadi ayah juga titip salam untuk menantunya." ujar Izzah sambil menunjuk dada Rayhan.
"Ayah? Kenapa Izzah gak bilang-bilang? Kenapa gak hubungin abang? Abang kan belum pernah ketemu secara langsung dengan ayah." ucap Rayhan.
"Maaf bang, tadi ayah buru-buru. Lagian Izzah juga gak enak untuk gangguin abang yang lagi kerja. Apalagi abang bilang kalau hari ini akan super sibuk."
"Maafkan abang ya Zah, sempat bersuudzon dengan menayakan hal itu. Abang hanya tak dapat menahan gejolak dihati abang saat melihat Izzah dekat dengan laki-laki lain. Abang cemburu sayang." ucap Rayhan.
__ADS_1
"Duuuhhh yang cemburunya berlebihan." ucap Izzah sambil mencubit hidung Rayhan.
"Udah ah ayo kita pulang ke hotel dulu. Semingguan lagi rumah kita bakalan jadi sayang. Tinggal diisi perabotan, lalu kita akan tinggal disana berdua dan menyambut anak kita nantinya lahir ke dunia." ucap Rayhan sambil menggandeng tangan Izzah.
Dari jauh sepasang mata tengah mengamati Rayhan dan Izzah. Dia adalah bu Ros. Sejak tadi bu Ros mengikuti Rayhan dan berharap Rayhan akan cekcok dengan Izzah. Namun bu Ros salah besar karena Izzah dan Rayhan malah semakin mesra.
"Sialan kau Izzah, tunggu saja besok. Kau akan aku buat menderita. " ucap bu Ros.
Di dalam mobil, Rayhan dan Izzah tak henti-hentinya bercanda. Mereka sangat begitu bahagia.
"Sayang, abang sangat mencintaimu." ucap Rayhan sambil matanya tetap awas akan jalanan yang semakin ramai.
"Izzah juga sangat mencintai abang." balas Izzah.
"Kalau gitu Izzah boleh ngundang Intan dan Ifan juga gak bang?" tanya Izzah.
"Undang siapapun yang mau Izzah undang." jawab Rayhan.
"Terima kasih ya bang."
"Ya sayang." balas Rayhan.
Saat mobil melewati sebuah taman, tiba-tiba Izzah teriak. Sontak membuat Rayhan kaget.
__ADS_1
"Aaaaahh abang berhenti-berhenti." teriak Izzah.
"Kenapa sayang? Apa ada yang sakit? tanya Rayhan.
"Bukan bang, coba lihat disebelah sana ada yang jual permen kapas. Izzah pengen banget bang." ucap Izzah.
"Baiklah kalau gitu Izzah diam disini. Biar abang yang belikan." ucap Rayhan.
Dengan segera Rayhan turun lalu menuju penjual permen kapas itu. Menyerahkan selembar uang berwarna merah. Rayhan mendapat sepuluh bungkus permen kapas. Lalu membawanya menuju mobil.
Izzah yang melihat Rayhan dari dalam mobil tertawa melihat suaminya yang agak kewalahan membawa permen kapas sebanyak itu.
Setelah menaruh sembilan permen kapas dikursi belakang. Rayhan lalu masuk ke dalam mobil dan memberikan Izzah sebungkus permen kapas.
Izzah tersenyum menatap suaminya.
"Terima kasih ya bang." ucapnya. Tapi belinya kok banyak banget?" sambung Izzah.
"Sengaja, takutnya nanti tengah malam Izzah mau lagi. Kan bisa gawat urusannya kalau abang gak nemu yang jualan. Bisa ngamuk nih bumil ndut." ucap Rayhan sambil mencubit hidung Izzah.
Izzah hanya tersenyum. Lalu mobilpun kembali melaju menuju hotel. Izzah menatap lekat Rayhan yang tengah fokus menyetir.
Terima kasih ya Allah, untuk semua kebahagiaan ini, gumam Izzah.
__ADS_1
Bersambung....