Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
RENCANA BELLA LAGI DAN LAGI


__ADS_3

Sehari setelah acara ulang tahun Izzah, Rayhan mengajak Izzah duduk di gazebo di taman rumah mereka untuk mengobrol serius.


"Abang mau ngomongin apa? Kelihatannya serius sekali." ucap Izzah.


"Gini sayang, karena sekarang ayah, ibu, dan Hani sudah tinggal disini. Gimana kalau kita tinggal di rumah utama abang aja." ucap Rayhan.


Izzah terdiam, tak menjawab ucapan Rayhan.


"Sayang, bukannya abang gak suka tinggal disini bareng mereka. Hanya saja, mami yang minta untuk kita tinggal disana karena mami merasa kesepian tinggal sendiri disana. Lagipula abang sebagai laki-laki gak baik ikut tinggal bareng mertua sayang." lanjut Rayhan lagi.


Izzah menghela nafas panjang lalu tersenyum ke arah Rayhan.


"Izzah sudah menduga, suatu hari abang pasti akan membicarakan hal ini." ucap balas Izzah.


"Jadi gimana sayang?" tanya Rayhan.


"Tentu saja Izzah mau bang. Apalagi ini memang keinginan mami, kasihan juga kalau mami tetap tinggal sendirian dirumah. Sementara anak semata wayang mami malah tinggal bareng mertuanya disini." jawab Izzah tersenyum.


"Berarti Izzah mau dong pindah. Alhamdulillah."


"Sudah barang tentu Izzah mau bang." balas Izzah.


Keesokan harinya merekapun akhirnya pindah ke rumah utama. Meski berat, pak Haris tetap membiarkan Izzah pindah. Karena bagaimanapun Izzah kini sudah menjadi tanggung jawab Rayhan. Hanya saja pak Haris merasa tak enak hati pada Izzah karena Izzah harus pindah rumah karena pak Haris beserta bu Novi dan Hani tinggal di rumah impian Izzah.


Bisnis toko kue Izzah pun kini Hani lah yang diberi mandat untuk mengurus semuanya selama Izzah tak bisa bekerja.


Hari demi haripun berlalu. Hingga tiba saatnya orang tua Aldi datang dari Amerika. Mereka berencana untuk meminang Hani untuk dijadikan isteri oleh Aldi.


Sebelumnya Bella tetap saja berusaha agar mendapatkan hati Aldi kembali. Namun keputusan Aldi sudah bulat, dia tak lagi mencintai Bella. Kini yang ada hanya keinginan Aldi untuk menikahi Hani.


Bella menjadi uring-uringan, keinginannya untuk berubah dan melupakan Rayhan jadi terhalang.


"Lagi-lagi semuanya gara-gara perempuan bernama Izzah itu. Pertama dia merebut Rayhan, kini adiknya yang merebut Aldi. Aaaaarrrggghhhh sialan." teriak Bella di dalam kamarnya.


Kehidupan Izzah berbanding terbalik dengan Bella. Izzah sedang berada dalam puncak kebahagiaannya. Kini dia berbahagia karena tengah mengandung, memiliki suami yang begitu siaga, dan mertua yang begitu sayang padanya, serta orang-orang terdekat yang selalu mensupportnya.


Kehidupan Izzah pun kini tak jauh dari sorot kamera. Karena selalu mendampingi Rayhan dalam setiap acara penting yang dipenuhi para wartawan.


Hari ini Bella tengah memanjakan diri di salon karena pikirannya yang mumet. Bella menghabiskan waktu berjam-jam di salon. Setelah itu dia menuju sebuah cafe untuk mengisi perutnya yang lapar.


Tengah asyik menikmati makanan pesanannya. Selera makan Bella tiba-tiba hilang saat siaran televisi yang tersedia di cafe tersebut menayangkan gambar Rayhan dan Izzah.


"Iiihh bikin selera makan hilang aja." ucap Bella.

__ADS_1


Telinga Bella sayup-sayup mendengar percakapan dua orang wanita paruh baya berpenampilan menor yang duduk tak jauh darinya.


"Jeng, lihat deh wanita yang di tv itu." ucap wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah.


"Dia cantik." jawab wanita yang satunya.


"Dia itu dulu dijual ibunya dirumah lokalisasi aku."


"Apa? Masa sih? Kok sekarang bisa jadi terkenal."


Bella terbatuk mendengar percakapan mereka. Dengan cepat Bella meminum air.


"Apa? Jadi masa lalu wanita itu ternyata memang benar-benar kotor." gumam Bella.


"Iya jeng, dulu dia aku bayar dari ibunya. Terus itu si Tuan Rayhan datang dan berani bayar mahal untuk dibawa pulang. Gak taunya sekarang malah jadi isterinya." ucap wanita berbaju merah itu lagi.


"Kita emang gak tau nasib kita kedepannya gimana." balas wanita yang lainnya.


Bella lalu memiliki ide untuk kembali menghancurkan Izzah.


"Aku yakin wanita itu pasti mau aku ajak kerja sama jika dikasih uang. Dari penampilannya saja terlihat dia mata duitan." ucap Bella.


Kemudian Bella mendekati meja kedua wanita itu.


Kedua wanita tersebut menatap Bella dengan heran.


"Aku boleh duduk disini gak tante." ucap Bella lagi.


"Oh tentu, silahkan." ucap kedua wanita itu.


"Kenalin tante, aku Bella."


"Kamu boleh panggil saya mami Lita, dan dia mami Maya." ucap wanita berbaju merah.


Bella mengangguk.


"Maaf nih, tadi secara gak sengaja aku dengerin omongan mami Lita dan mami Maya. Jadi aku mau minta tolong sama mami Lita." ucap Bella.


"Minta tolong apa ya?" tanya mami Lita.


Bella lalu menceritakan tentang kehidupannya yang dirusak oleh Izzah. Dan Bella meminta mami Lita untuk membantunya merusak hidup Izzah dengan mengatakan yang sebenarnya tentang Izzah yang dibeli Rayhan di rumah lokalisasi milik mami Lita.


"Apa untungnya buat saya bantuin kamu?" ucap mami Lita.

__ADS_1


"Aku akan kasih mami Lita bayaran." ucap Bella.


"Berapa banyak?" tanya mami Lita tanpa basa-basi.


"Dua puluh juta." jawab Bella.


Mami Lita menelan ludah mendengar nominal yang disebut Bella, apalagi tugasnya hanya menceritakan masa lalu Izzah.


"Apa sebenarnya yang harus saya lakukan?" tanya mami Lita.


"Mami Lita hanya perlu menjelaskan semuanya, saya akan merekam ucapan mami Lita menggunakan ponsel." jawab Bella.


Mereka kemudian memulai rencana Bella. Mami Lita mulai menjelaskan masa lalu dimana Izzah di jual ibunya lalu Rayhan membayarnya pada mami Lita.


Sementara Bella merekam semua ucapan mami Lita dengan ponselnya sambil menyeringai.


"Tunggu kau Izzah, aku belum kalah." gumam Bella.


Setelah selesai, mami Lita lalu meminta bayaran pada Bella.


"Ayo, mana bayarannya." ucap mami Lita.


Bella lalu mengetikkan sesuatu pada ponselnya.


"Tulis saja nomor rekening mami disini." ucap Bella menyodorkan ponselnya.


Mami Lita lalu menulis nomor rekeningnya. Tak lama sebuah pesan notifikasi masuk ke ponsel mami Lita. Menandakan transferan dari Bella telah masuk ke rekening mami Lita.


Mami Lita tersenyum puas melihat nominal yang masuk ke rekeningnya.


"Nanti kalau Bella butuh kehadiran mami Lita, mami Lita harus datang ya." ucap Bella.


"Tentu saja, asal ada bayaran yang sesuai." balas mami Lita.


"Tenang saja, itu bisa diatur." ucap Bella.


"Kalau gitu kita permisi dulu ya." ucap mami Lita lalu pergi meninggalkan Bella.


Sementara itu Bella tengah melihat sebuah pesan di ponselnya, terdapat pesan dari Aldi.


[Bell, bagaimanapun kau tetap sahabatku. Aku harap nanti kau bisa hadir pada acara pertunanganku dengan Hani.]


Pesan tersebut lengkap dengan gambar undangan pertunangan. Bella membacanya dengan geram. Namun tak lama tertawa jahat.

__ADS_1


"Kali ini aku bisa sekalian menghancurkan kalian berdua. Izzah akan hancur, begitu juga dengan Hani. Acara pertunangannya pasti batal, aku yakin itu. Lihat saja, aku akan menghancurkan kalian sehancur hancurnya." ucap Bella menyeringai.


__ADS_2