Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Melahirkan


__ADS_3

Dokter langsung melakukan pemeriksaan terhadap Izzah. Mengecek bukaan dan melakukan USG untuk melihat posisi bayi.


"Masih bukaan delapan Dokter." ujar salah seorang perawat.


Hasil USG menunjukkan bahwa posisi bayi Izzah keduanya sungsang.


"Posisi bayinya sungsang, sambil menunggu bukaan lengkap, semoga posisi bayinya bisa berubah. Kalau terus seperti ini saya sarankan untuk caesar saja Pak, karena akan beresiko jika dipaksakan melahirkan normal." ucap Dokter berkerudung itu.


"Abang... Sakit sekali, Izzah gak kuat." ucap Izzah.


Wajah Izzah terlihat begitu lemah, dokterpun menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Setelah semua berkas ditanda tangani operasipun dimulai.


Semua telihat hijau, ruangannya juga pakaian yang dikenakan Dokter dan timnya. Rayhan juga terlihat mengenakan pakaian yang serupa.


Izzah diberi selimut tebal dan dipasangi kateter. Setelahnya diminta untuk miring kearah kanan, posisi kaki Izzah ditekuk dan agak membungkuk.


“Tenang ya Bu, jangan tegang.”


Rayhan senantiasa mendampingi Izzah dengan menggenggam erat tangannya.


Di bagian dekat tulang belakang Izzah merasakan dingin saat diusap-usap, lalu terasa sakit. Beberapa saat kemudian, Izzah merasakan di sekujur kakinya terasa kesemutan. Setelahnya kaki Izzah mati rasa, tidak bisa digerakkan.


Rayhan tak lepas membisikkan doa ke telinga Izzah sambil terus menciumi keningnya dengan lembut


Beberapa saat kemudian terdengar seruan dari seseorang.


Pada hari ini…tanggal…jam…akan dilaksanakan sectio caesarea gemeli Nyonya Anindia Azizzah

__ADS_1


“Bismillahi tawaqqaltu'alallah,” ucap Izzah lirih.


Selama operasi tiap orang wara-wiri berseliweran, Izzah hanya bisa melihat bayangan Dokter sedang mengoperasi dari kaca. Entah kenapa rasanya tiba-tiba pundak Izzah rasanya sangat berat dan pegal, kepalanya menjadi pusing.


Tidak lama kemudian Izzah merasa mual dan ingin muntah. Izzah meminta Rayhan untuk memijat bagian belakang pundaknya agar rasa pegalnya berkurang. Setelah dipijat, Izzah merasakan bagian pundak terasa lebih ringan.


Beberapa menit kemudian…


“Selamat Bu.. bayi satu sudah lahir, laki-laki”. Sambil diiringi suara tangisan bayi.


"Alhamdulillah..." ucap Rayhan dan Izzah berbarengan.


Selang beberapa detik kemudian...


“Selamat Bu.. bayi kedua sudah lahir, perempuan." Tangisannya tidak kalah keras dengan bayi pertama.


“Bayinya saya observasi dulu ya Bu.”


Tak henti-hentinya Rayhan menciumi kening Izzah atas kebahagiaan yang berlipat ganda.


Setelahnya kedua bayi mungil Izzah diletakkan pada dada Izzah untuk melakukan inisiasi menyusu dini.


Rayhan kemudian mengadzani kedua anaknya bergantian dengan berurai air mata bahagia.


Durasi operasi terasa begitu cepat, hanya memakan waktu setengah jam. Setelah selesai Izzah dibawa ke ruang pemulihan.


Tiba di ruang pemulihan, entah kenapa badan Izzah rasanya seperti menggigil kedinginan, padahal suhu ruangan tidak begitu dingin dibanding ruang operasi. Sampai sekujur tubuh Jzzah ikut bergetar. Lalu Izzah diselimuti selimut tebal hingga kepala.

__ADS_1


Selang beberapa menit semua keluarga diperbolehkan menemui Izzah.


Saat mereka berkumpul, bayi-bayi Izzah dibawa masuk ke dalam ruangan.


Semua orang nampak terkejut.


"Loh!!! Bayinya dua?" seru Mang Diman.


Rayhan mengangguk tersenyum, begitu juga dengan Izzah.


"MasyaAllah."


"Alhamdulillah."


"Terima kasih ya Allah."


Kata-kata itu terdengar bersahutan. Kebahagiaan kembali berlipat dirasakan keluarga saat diberi tahu bahwa bayi Izzah kembar lelaki dan perempuan.


Suasana hangat begitu terasa, teman-teman Rayhan dan Izzah datang silih berganti.


Ifan dan Intan, serta Dokter Harun tak kalah terkejutnya mengetahui bayi yang dilahirkan Izzah ternyata kembar.


Namun Lisa tak dapat berkunjung, karena ia juga baru saja melahirkan bayi laki-laki satu bulan yang lalu.


Terima kasih atas kebahagiaan ini ya Allah, batin Izzah.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2