Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
RESORT MEWAH


__ADS_3

Rayhan dan Izzah segera masuk ke dalam mobil yang ditunjuk oleh Salim. Mobilpun melaju meninggalkan bandara.


"Salim, butuh waktu berapa lama hingga kita sampai di penginapan?" tanya Rayhan.


"Sekitar dua jam Tuan." jawab Salim.


Mendengar jawaban Salim Izzah kemudian merebahkan kepalanya di pundak Rayhan. Dengan lembut Rayhan membelai pipi Izzah, hendak menciumnya.


"Abang, jangan gitu dong. Gak enak dilihat orang." ucap Izzah.


Rayhan hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke arah jalanan yang di lalui mobil yang ditumpanginya.


Setelah hampir sekitar dua jam perjalanan akhirnya mereka tiba di sebuah resort nan mewah. Di sambut oleh seorang pria yang terlihat seumuran dengan Rayhan.


"Selamat datang Tuan Rayhan." ucap laki-laki itu.


Rayhan tersenyum lalu merangkul erat laki-laki itu.


"Sudah lama sekali ya Ben, sejak terakhir kali gue kemari saat masih bujang dulu." ucap Rayhan.


"Iya Ray, andai saja si Harun itu jadi datang kemari, pasti lebih seru lagi." jawab Beni.


"Dia udah bulan madu minggu lalu di pulau sebelah. Jadi sekarang udah balik lagi ke Jakarta. Ngomong-ngomong kenalin nih bini gue Izzah." ucap Rayhan.


Izzah mengatupkan tangannya di hadapan Beni.


"Isteri lu mana Ben? Apa dia tinggal di Ibu Kota?"


"Dia tinggal disini juga kok Ray, tuh dia." tunjuk Beni pada seorang wanita yang menggandeng balita laki-laki berusia sekitar empat tahun.


"Sayang kenalin, ini teman mas dari Jakarta. Kamu pasti sudah sering dengar namanya Rayhan Aditya Wijaya, pengusaha kaya raya pemilik Wijaya Group." ucap Beni.


Rayhan tertawa mendengar ucapan Beni.


"Selamat datang di resort kami pak Rayhan, saya Dian ini anak kami Raka." ucap Dian isteri Beni.

__ADS_1


Rayhan mengangguk lalu memperkenalkan Izzah.


"Ini Izzah isteri saya." ucap Rayhan.


Izzah bersalaman dengan Dian dan memegang kepala Raka.


"Wah Raka ganteng banget ya." ucap Izzah.


Anak kecil itu tersenyum manis saat Izzah mengelus pipinya.


"Kalian berdua pasti lelah, mari kami antarkan ke kamar kalian." ucap Beni.


Kemudian mereka berjalan bersama.


Resort itu dikelilingi dengan banyak pepohonan, seperti pohon kelapa. Berada di tepi pantai dengan bangunan yang memiliki dekorasi gabungan antara tradisional dan modern membuat penginapan ini menjadi lebih indah dan nyaman.


Selain memperlihatkan pemandangan yang indah, resort ini memiliki infinity pool yang menghadap langsung dengan pantai. Di setiap kamar memiliki balkon yang dapat melihat pantai secara langsung.


Mereka akhirnya sampai di kamar yang disediakan untuk Rayhan dan Izzah. Kamar bertipe presidential suite.


"Selamat beristirahat ya Ray, semoga kalian senang disini. Jika butuh sesuatu jangan sungkan untuk langsung menghubungi kami." ucap Beni.


"Yah namanya juga melayani tamu Ray, apalagi tamu paling penting harus formal dong." ucap Beni cekikikan.


Rayhan hanya tertawa.


"Sudah yuk mas, biarkan mereka berdua beristirahat. Menikmati kenyamanan dari resort kita." ucap Dian mengajak Beni pergi meninggalkan Rayhan dan Izzah.


"Terima kasih ya." ucap Izzah.


Beni dan Dian tersenyum lalu beranjak pergi meninggalkan Rayhan dan Izzah di depan kamar.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar. Izzah begitu takjub dengan kamar yang dimasukinya.


Kamar seluas dua ratus enam puluh lima meter persegi dengan dua lantai. Lantai satu berupa kamar tidur, kamar mandi dan teras kecil. Lantai dua berupa ruang santai, teras besar dengan jacuzzi plus sofa dan ruang makan.

__ADS_1


Kamar tersebut dilengkapi dengan interior mewah seperti lantai marmer dan balkoni pribadi yang luas untuk bersantai menikmati cerahnya langit tepian pantai.


"Masyaallah bang, kamar ini besar dan indah sekali. Serasa seperti di rumah sendiri saking besarnya." ucap Izzah.


"Apa Izzah suka?" tanya Rayhan.


"Tentu saja bang, Izzah sukaaa sekali. Tapi ngomong-ngomong biaya sewanya berapa bang?"


"Kisaran sepuluh sampai sebelas jutaan permalam." jawab Rayhan.


"Astaghfirullah, seriusan bang?" tanya Izzah kaget.


"Ya serius dong sayang, masa abang bercanda." jawab Rayhan enteng.


"Ya Allah bang, lebih baik kita cari penginapan yang lain aja yuk. Sayang uangnya bang, masa sebelas juta untuk satu malam. Aduuuhh, kita pindah aja yuk bang." ajak Izzah menggandeng tangan Rayhan.


"Ya ampun sayang gak usah terlalu dipikirin, yang penting kita nyaman."


"Tapi bang gak baik menghambur-hamburkan uang sebanyak itu hanya untuk bersenang-senang. Akan lebih baik..." ucapan Izzah dipotong Rayhan.


"Sini deh sayang, lihat ini." ucap Rayhan menunjukkan brosure pada Izzah tentang resort tersebut.


Izzah membaca brosure tersebut lalu melihat ke arah Rayhan.


"Tau gak arti lambang huruf ini?" tanya Rayhan menunjuk kata sponsored by W group.


"W group? Apa itu bang?" tanya Izzah.


"Wijaya Group sayang."


"Wijaya Group, maksud abang perusahaan abang?" pekik Izzah.


"Iya sayang." jawab Rayhan. "Jadi gak usah mikirin masalah biaya mahal atau gaknya ya. Kita disini buat bulan madu. Jadi fokus aja gimana caranya balik ke Jakarta nanti kita udah bisa ngasih kabar ke mami kalau Izzah hamil." ucap Rayhan terkekeh.


Rayhan lalu masuk ke kamar mandi. Sementara Izzah termenung.

__ADS_1


"Ya Allah sebenarnya sekaya apa lelaki yang menikah denganku ini? Tapi dalam setiap kehidupannya sehari-hari, dia lebih senang berpenampilan sederhana." gumam Izzah.


Bersambung.....


__ADS_2