Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
SUBUH BERJAMAAH


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, Izzah terbangun mendapati Rayhan tak ada disampingnya. Izzah hendak bangun namun tubuhnya hanya tertutupi selimut. Izzah bingung, harus bagaimana. Saat dia hendak bangun dengan tetap menutup tubuhnya memakai selimut, Rayhan keluar dari kamar mandi.


Rayhan terlihat segar, rambutnya yang hitam terlihat basah. Dia menatap Izzah dengan tersenyum. Lalu mendekati Izzah dan mencium keningnya.


"Udah bangun sayang. Mau mandi gak?" tanya Rayhan.


"Tentu saja." jawab Izzah.


"Mau mandi bareng gak?" tanya Rayhan sambil memberikan Izzah handuk mandi.


Izzah mengenakan handuk itu lalu beranjak menuju kamar mandi. Saat sampai didepan kamar mandi Izzah menggoda Rayhan.


"Katanya mau mandi bareng, ayo sini." ucap Izzah.


"Oohh mulai berani nakal ya." balas Rayhan.


Saat Rayhan berjalan menuju Izzah, secepat kilat Izzah masuk kedalam kamar mandi lalu menguncinya dari dalam.


"Ngajak tapi kok malah ditutup sayang." ucap Rayhan didepan pintu kamar mandi.


"Kan abang udah mandi, ngapain mau mandi lagi." jawab Izzah.


Setelah selesai membersihkan diri. Untuk pertama kalinya Rayhan dan Izzah melakukan shalat berjamaah. Mereka begitu khusyuk meski bacaan shalat Rayhan masih terdengar belum sempurna.


Setelah selesai shalat Rayhan dan Izzah kembali duduk berselonjor kaki di atas tempat tidur. Izzah bersandar pada pundak Rayhan.


"Gak laper sayang?" tanya Rayhan.


"Gak sayang. Oh ya gimana dengan Bella bang? Apa dia tau tentang kita?"


"Sepertinya belum sayang. Secepatnya abang akan beritahu dia. Bila perlu jika abang pulang nanti, abang akan menceritakan semuanya."


"Jangan bang." ucap Izzah. "Biar Izzah yang akan memberitahunya nanti." lanjut Izzah.

__ADS_1


"Baiklah jika itu mau Izzah." ucap Rayhan.


Mereka lalu mengobrol panjang sampai tak terasa matahari telah terbit dari persembunyiannya.


Pintu kamar terdengar diketuk, Rayhan yang tengah berbincang dengan Izzah segera membuka pintu.


Seorang pelayan membawa makanan untuk sarapan. Saat Rayhan mengambil troli makanannya, pelayan itu langsung pergi.


Rayhan masuk sambil mendorong troli yang penuh dengan makanan.


"Ayo makan." Ajak Rayhan.


Izzah beranjak dari tempat tidur lalu mendekati Rayhan.


Izzah begitu takjub degan pelayanan Rayhan. Tak henti-hentinya dia berterima kasih pada Rayhan.


"Setelah ini Izzah mau ikut abang ke rumah ngga?" tanya Rayhan.


"Rumah abang maksudnya." jawab Izzah.


Izzah kembali teringat akan perlakuan bu Ros padanya.


"Gak bang, Izzah belum mau ikut. Lain kali aja ya." ucap Izzah.


"Baiklah." ucap Rayhan.


Pukul delapan pagi, mereka keluar dari hotel. Rayhan tetap menggandeng tangan Izzah. Semua mata tertuju pada mereka. Bahkan banyak yang memandang sinis ke arah Izzah. Setiap orang yang mereka temui dilobi hotel selalu menyapa Rayhan.


"Selamat pagi pak Rayhan." ucap seseorang yang mengenakan setelan jas lengkap.


Rayhan lalu berhenti dan berbincang. Sementara terdengar suara bisik-bisik dari beberapa karyawan yang bertugas di meja resepsionis.


"Itu pak Rayhan dengan siapa ya? Setau aku istrinya pak Rayhan kan bu Bella. Kenapa malah wanita itu. Perasaan bu Bella tak mengenakan hijab. Lalu siapa dia?" ucap Dini salah seorang resepsionis di hotel itu.

__ADS_1


"Apa mungkin dia pelakor, masa iya berhijab tapi jadi pelakor. Masih lebih baik bu Bella dong, meski gak berhijab hatinya baik daripada perempuan itu. Hijab cuma buat menutupi kedoknya. Iihh dasar pelakor." ucap resepsionis yang lain.


Izzah menitikkan air mata mendengar ucapan para resepsionis itu. Lalu Rayhan mendekati Izzah setelah selesai berbicara dengan lelaki yang merupakan manajer hotel itu. Rayhan melihat Izzah menangis.


"Ada apa sayang?" tanya Rayhan.


"Izzah bukan seseorang yang tukang adu bang. Tapi kali ini Izzah rasa mereka keterlaluan sampai menghina hijab yang Izzah kenakan." jawab Izzah.


"Abang mohon sayang, cerita lah." ucap Rayhan.


Izzah menceritakan semua tentang apa yang dia dengar, tak ada yang dilebih-lebihkan atau dikurangi.


Rayhan murka lalu mendekati meja resepsionis.


"Sini kalian berdua." ucap Rayhan.


Rayhan mengenakan pesan suara untuk mengumpulkan semua karyawan yang bekerja di hotel itu.


Setelah semuanya berkumpul Rayhan mulai berbicara.


"Kalian tau kenapa aku kumpulkan kalian disini." ucap Rayhan..


Tidak ada yang berani menjawab. Semua bungkam, sementara kedua orang resepsionis itu semakin tertunduk malu.


"Dengarkan aku, dia Anindia Azizzah, istriku." ucap Rayhan yang membuat gaduh suasana lobi hotel.


"Diam." teriak Rayhan.


"Jangan pernah katakan dia seorang pelakor. Bila perlu jangan pernah omongin dia. Karena kalian akan aku pecat." ucap Rayhan sambil menuju kedua resepsionis itu.


"Kalian berdua aku pecat. Silahkan angkat kaki kalian berdua dari sini dan jangan pernah kembali." sambung Rayhan.


Kedua wanita itu akhirnya keluar dari hotel. Rayhan mendekati Izzah lalu memeluknya. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Tapi tak ada lagi yang berani membicarakan Izzah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2