
Andi dan Lilis datang berkunjung ke rumah mang Diman. Mereka sudah janjian bersama dengan Izzah beserta Ifan dan juga Intan untuk pergi piknik ke taman. Karena kebetulan hari libur jadi mereka semua bisa pergi bersama.
Namun Izzah batal pergi karena tiba-tiba tidak enak badan. Badannya terasa begitu lemas, karena kelelahan.
Sampai di taman Andi dan Ifan duduk di atas tikar yang mereka bawa dari rumah. Beberapa jenis kue buatan Izzah terhidang diatas tikar. Sementara Intan dan Lilis tengah pergi ke toilet. Selama hamil Lilis sangat sering buang air kecil.
Di taman yang sama, Rayhan tengah berjalan santai menikmati udara yang segar. Tanpa sengaja dia melihat Andi dan Ifan yang tengah berbincang.
Rayhan tak tahan untuk menghampiri mereka.
"Hei kalian..." teriak Rayhan.
Sontak Ifan dan Andi melihat ke arah sumber suara. Wajah Ifan berubah marah melihat Rayhan. Begitu juga dengan Andi.
"Kalian berdua bukannya laki-laki selingkuhannya Izzah? Wah kalian kompak sekali ya, piknik berdua. Lalu mana Izzah?" tanya Rayhan.
"Jaga bicaramu." balas Ifan.
Intan datang dan melihat Rayhan. Sementara Lilis tengah membeli es krim untuk mereka semua.
"Ini ada apa ya mas?" tanya Intan pada Ifan.
__ADS_1
"Wah kau istri atau pacarnya lelaki ini? Asal kau tau ya dia laki-laki bejad, dia berselingkuh dengan istriku." ucap Rayhan yang membuat Intan kaget.
"Apa maksud laki-laki ini mas?" tanya Intan pada Ifan.
"Dia Rayhan dik, suaminya Izzah." ucap Ifan.
Kemudian Lilis datang menghampiri mereka.
"Aa' Rayhan. Ngapain disini a'?" tanya Lilis.
"Li...li..lilis. Kamu sendiri ngapain disini?" tanya Rayhan balik.
"Perkenalkan a' ini kang Andi suami Lilis." ucap Lilis.
Rayhan meminta maaf pada Ifan dan Andi. Namun mereka berdua kompak mengatakan untuk tidak meminta maaf pada mereka berdua, tapi minta maaflah pada Izzah. Dialah orang yang paling tersakiti.
Dengan segera Rayhan menuju rumah mang Diman untuk menemui Izzah. Sampai di rumah mang Diman, Rayhan langsung mengetuk pintu.
"Assalamualaikum mang, bi. Apa kalian ada di rumah? Tolong buka pintunya." ucap Rayhan.
Tak lama bi Asih membuka pintu, dia terlihat kaget melihat kedatangan Rayhan. Mang Diman yang baru keluar dari dapur juga sangat kaget melihat Rayhan.
__ADS_1
"Maafkan aku mang. Aku benar-benar telah dibutakan api cemburu dan juga hasutan mami. Tolong maafkan aku mang, bi Asih." ucap Rayhan memelas.
"Sudah kubilang kan bu, semua ini ulah si Mak Lampir itu." ucap mang Diman yang disenggol bi Asih.
"Kamu sudah kami maafkan, tapi sekarang giliran kau harus meminta maaf pada Izzah."
"Tentu mang. Lalu dimana Izzah sekarang?" tanya Rayhan.
"Neng Izzah ada didalam kamar, lagi gak enak badan." jawab bi Asih.
"Boleh Rayhan menemui Izzah mang?" tanya Rayhan kembali.
"Tentu saja dia itu kan istrimu. Sana cepat temui dia, lalu minta maaflah padanya." ucap mang Diman.
"Terima kasih mang." jawab Rayhan.
Rayhan berjalan perlahan mendekati kamar Izzah. Kebetulan Izzah tak mengunci pintu. Rayhan dengan bebas melenggang masuk menemui Izzah.
Sampai dikamar Izzah, Rayhan tengah memandang Izzah yang tertidur pulas.
Bahkan saat tidurpun kau terlihat begitu menggemaskan dan cantik Izzah.
__ADS_1
Kau masih istriku Izzah, aku pun tetap masih mencintaimu. Maafkan aku yang tidak mempercayaimu sayang. Kini aku janji akan membahagiakanmu.
Rayhan mengelus pipi Izzah dengan lembut. Sontak Izzah terbangun dan kaget melihat Rayhan ada dihadapannya.