
Di dalam sebuah rumah mewah nan megah yang didominasi warna putih, Rayhan terlihat gusar. Dia terlihat mondar-mandir berjalan dengan pelan menggunakan sebuah tongkat. Akibat kecelakaan yang dialaminya Rayhan mengalami patah tulang dikaki. Hingga saat ini dia masih harus belajar berjalan menggunakan tongkat.
"Sayang pelan-pelan saja, nanti kau lelah." ucap Bella yang menuruni tangga.
Rayhan tak menggubris, dia fokus berjalan sambil sesekali terlihat sibuk menelepon seseorang.
"Sayang aku mau ke salon dulu ya. Nanti kalau butuh sesuatu hubungi saja aku." ucap Bella seraya berjalan meninggalkan Rayhan.
"Mau kemana Bell?" tanya bu Ros yang baru keluar dari kamarnya yang terletak dilantai dasar.
"Biasa mi, mau perawatan. Rambut Bella udah berantakan banget rasanya. Mau massage juga mi, soalnya badan Bella pegel-pegel semua. Mami mau ikutan gak?" tanya Bella.
"Aahh gak usah Bell, mami baru dari salon dua hari yang lalu."
"Iihh mami kenapa gak bilang-bilang sih, biar Bella bisa ikutan. Jadinya sekarang Bella pergi sendirian deh."
"Ya ampun Bell, kalau mami ngajak kamu pergi bareng, terus yang nemenin Rayhan dirumah siapa coba. Udah sana, Bella pergi sendiri aja ya, sekarang giliran mami yang jagain Rayhan."
__ADS_1
"Ya udah deh mi, Bella pergi sendiri aja. Ngomong-ngomong itu amplop yang mami pegang isinya apa mi?" tanya Bella penasaran.
"Mmm ini kiriman untuk Rayhan." jawab mami.
"Ya udah mi, Bella jalan dulu yaa."
Setelah Bella pergi, Bu Ros mendekati Rayhan.
"Ray, mami mau nunjukin sesuatu sama kamu, coba liat deh ini penting." ucap bu Ros sambil menyodorkan amplop coklat ke arah Rayhan.
"Aduh mami apaan sih. Gak liat ini Rayhan lagi latihan biar bisa jalan normal lagi." ucap Rayhan kesal.
"Iii...zzah... Maksud mami?"
"Sudahlah gak usah pura-pura lagi, mami sudah tahu semuanya, tentang hubunganmu dengan Izzah. Tapi perlu kamu tau Ray, Izzah itu bukan perempuan baik-baik." ucap bu Ros menyeringai.
"Maksud mami apa? Izzah itu wanita yang benar-benar baik. Dia muslimah yang baik. Mami gak usah mengada-ngada deh." jawab Rayhan.
__ADS_1
"Terserah kamu aja kalau gak percaya. Tapi mami punya buktinya. Lagian kalau dia memang perempuan baik-baik, kalau dia juga benar-benar cinta sama kamu dia pasti nemenin kamu waktu lagi dirumah sakit. Asal kamu tau ya Ray dia malah main sama laki-laki lain." ucap bu Ros panjang lebar.
"Cukup mi. Mami pasti bohong." teriak Rayhan.
"Nih kamu liat sendiri, mami punya buktinya." ucap bu Ros sambil menunjukkan beberapa lembar foto.
Terlihat dalam foto tersebut Ifan tengah menggendong Izzah. Seketika raut wajah Rayhan berubah. Emosinya memuncak.
"Sialan kau Izzah..." teriak Rayhan.
Bu Ros tersenyum puas melihat Rayhan yang sudah terpancing.
"Mana ada perempuan muslimah mau disentuh apalagi sampai digendong lelaki yang bukan muhrimnya." ucap Ros yang semakin membuat Rayhan semakin emosi.
"Mami heran sama kamu, kok bisa kamu suka sama perempuan seperti itu?"
Rayhan hanya terdiam sambil meremas foto yang dilihatnya.
__ADS_1
"Mami udah usir dia dari villa kita, sepertinya sekarang dia tinggal dirumah Asih dengan lelaki selingkuhannya itu." tambah bu Ros.
Tanpa pikir panjang Rayhan berteriak memanggil sopir berjalan menuju mobil dan bergegas untuk pergi ke rumah Bi Asih. Bu Ros tertawa karena rencananya berhasil.