Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Rayhan Mulai Curiga


__ADS_3

Sore harinya Rayhan kembali ke rumah utama untuk memeriksa keadaan Bu Ros.


Ana benar-benar di landa kecemasan yang amat sangat. Saat memastikan Rayhan sudah pergi dengan cepat Ana menelepon seseorang.


[Halo, gimana ini saya takut] ucap Ana ketakutan.


[Takut apa sih?] tanya orang diseberang.


[Tadi pagi ada orang yang namanya Diman datang kemari, sepertinya dia curiga bahwa aku tidak buta.]


[Kalau begitu kamu harus akting yang pintar, jangan bodoh.]


[Saya sudah berpura-pura buta sebaik mungkin agar tak ketahuan, bahkan saya harus sampai menahan nafas gara-gara kelakuan si Diman itu.]


[Sudah-sudah, kamu tahu diman Bu Ros berada? Tadi pagi aku ke Rumah Sakit, dia sudah gak ada lagi disana.]


[Mas Rayhan bilang, Bu Ros dirawat di rumah.]


[Oke, kalau begitu aku mau langsung ke rumahnya. Ingat kamu harus tetap berakting sebaik mungkin.]


[Siap, saya akan berusaha semaksimal mungkin.] balas Ana.


******************


Rumah utama...

__ADS_1


"Gimana keadaan Umi?" tanya Rayhan.


Bu Ros yang tengah berbaring berusaha bangun untuk duduk.


"Alhamdulillah Umi sudah merasa lebih baik, kaki Umi sudah mulai terasa lagi. Kemarin-kemarin rasanya seperti Umi tidak punya kaki." jawab Bu Ros.


"Syukur alhamdulillah kalau begitu. Oh ya Umi, tadi pagi Mang Diman ke rumah tempat Rayhan dan Ana tinggal. Mang Diman curiga kalau Ana itu sebenarnya tidak buta. Dan Mang Diman meminta Rayhan untuk menyelidiki semuanya." ucap Rayhan.


"Sepertinya kamu memang harus selidiki semuanya Ray, apalagi kalau Umi ingat-ingat kejadian itu Umi yakin kalau Umi sama sekali gak nabrak orang. Hanya saja Dokter yang waktu itu merawat Umi dan Ana setelah kecelakaan mengatakan bahwa orang yang Umi tabrak mengalami kebutaan. Umi langsung pingsan, tiba-tiba saat terbangun, Umi sudah lumpuh begini." ujar Bu Ros.


"Rayhan janji, jika semua ini hanya permainan dari seseorang, Rayhan pastikan orang yang ada dibalik semua ini akan menanggung akibatnya. Rayhan gak akan memaafkan siapapun yang telah membuat Umi seperti ini dan membuat rumah tangga Rayhan kembali dilanda masalah." jawab Rayhan.


Rayhan kemudian memijat kaki Bu Ros, hati Bu Ros terenyuh menatap putra semata wayangnya, untuk pertama kalinya Rayhan menyentuh kaki ibunya itu.


"Hay Ray, selamat sore.Bu Ros ada disini kan?" ucap Bu Mila.


"Maaf tante, gimana ceritanya tante bisa tau kalau Umi ada disini?" tanya Rayhan.


Bu Mila terlihat gelagapan.


"Eemmm itu anu, tadi saya ke rumahnya Ana, mau lihat keadaannya. Kasian aja sama dia, gak taunya Ana langsung kasih tau saya kalau Umi kamu dirawat di rumah." balas Bu Mila.


"Oohh gitu." ucap Rayhan.


Bu Mila lalu menerobos masuk ke kamar Bu Ros.

__ADS_1


Bu Ros tak kalah terkejutnya dengan Rayhan melihat Bu Mila.


"Aduh jeng, kenapa gak bilang-bilang kalau pindah dirawat dirumah aja, kan aku jadi bingung. Ayo nih dimakan, sudah aku bawain kamu bubur sum-sum kesukaan kamu." ucap Bu Mila menyodorkan pada Bu Ros.


"Itu taruh aja diatas meja. Biar nanti saja aku makannya." balas Bu Ros.


"Tapi jeng kalau makannya nanti, buburnya bisa dingin loh." ucap Bu Mila.


"Kan nanti bisa di panasin lagi. Kalau sekarang aku masih kenyang." balas Bu Ros.


"Ya udah deh, aku taruh disini ajaya buburnya." ucap Bu Mila seraya meletakkan bubur tersebut diatas meja disamping Bu Ros.


"Kalau gitu aku pamit ya jeng, soalnya ada jadwal ke salon. Hihihi.... Oh ya jangan lupa buburnya dimakan ya." lanjut Bu Mila berdiri lalu meninggalkan Bu Ros.


Setelah kepergian Bu Mila, Rayhan langsung mengambil bubur tersebut.


"Umi, Rayhan bawa bubur ini ya buat diteliti." ucap Rayhan.


"Baiklah Ray kamu bawa aja. Lagian Umi juga gak akan mau makan makanan dari Bu Mila lagi." jawab Bu Ros.


Rayhan kemudian pamit, membawa bubur tersebut untuk diteliti apakah ada kandungan yang berbahaya didalamnya.


Rayhan mulai menaruh curiga pada Bu Mila karena dialah orang yang bersama Bu Ros saat terjadi kecelakaan. Apalagi menurut informasi yang di dapat, Bu Ros merasa semakin tak berdaya. Badannya akan terasa semakin lumuh acap kali Bu Mila datang menjenguknya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2