
Di kantor Polisi....
Ana dan Pak Surya tengah di interogasi polisi. Keduanya terancam dikenakan pasal berlapis karena dua kasus yang berbeda.
Rayhan dan Mang Diman menunggu Pak Agus keluar dari ruangan interogasi.
Tak lama Pak Agus dan tiga orang lainnya keluar. Dengan cepat Rayhan menanyakan hasilnya.
"Ana sudah mengakui semuanya Tuan." ucap Pak Agus.
"Apa saja yang dia katakan?" tanya Rayhan.
"Dia mengakui perbuatannya yang menipu Tuan Rayhan berpura-pura buta. Selain itu juga dia mengakui perbuatannya yang berprofesi sebagai wanita panggilan. Namun sesuai hasil interogasi Ana memang awalnya terpaksa diakibatkan perbuatan Pak Surya yang saat itu belum menjadi suaminya. Mereka baru saja menikah tahun lalu saat Ana menamatkan sekolahnya." ujar Pak Agus.
"Lalu, apakah Ana menyebutkan dalang dibalik semuanya?"
"Iya Tuan. Ana menyebutkan orang yang menjadi dalang dibalik semua ini adalah Bu Mila."
"Kan kan kan, seperti yang Mamang bilang." celetuk Mang Diman.
Rayhan mengangguk.
"Tapi, bagaimana dengan kondisi Umi yang tiba-tiba stroke. Apa semua itu karena ulah Bu Mila juga?" tanya Rayhan.
"Benar Tuan, seperti penuturan Ana. Bu Mila merencanakan semuanya dengan menyewa Dokter untuk memberikan diagnosa pada Bu Ros dan memberi tahu Tuan keadaan Bu Ros saat itu."
Rayhan mengingat kejadian saat Bu Ros dikabarkan mengalami kecelakaan. Saat itu Dokter yang ditemui Rayhan mengatakan bahwa Ana mengalami kebutaan sementara Bu Ros mengalami koma dan bisa saja mengalami stroke karena mengalami benturan yang hebat di kepala.
__ADS_1
"Kenyataannya bahwa Ana memang berpura-pura buta, tapi bagaimana dengan Umi, jika Dokter itu berbohong. Kenapa Umi beneran stroke?"
"Itu semua karena Bu Ros diberikan obat keras yang membuat syaraf-syaraf Bu Ros terganggu."
"Astaghfirullah... Begitu jahat mereka." ucap Rayhan.
"Kasihan sekali kamu Mamah Dedeh." seru Mang Diman.
"Sekarang polisi tengah melakukan penangkapan kepada oknum Dokter tersebut." ujar Pak Agus.
"Bagus. Saya ingin mereka semua di penjara." ucap Rayhan dengan raut wajah penuh amarah. " Oh ya untuk Bu Mila, biarkan saya sendiri yang mengurusnya. Nanti saya akan mengajak beberapa orang Polisi. Tapi sebelum itu biarkan saya memberikan kejutan pada Bu Mila." lanjut Rayhan.
"Baik Tuan, nanti saya urus semuanya." jawab Pak Agus.
Pak Agus kemudian kembali masuk ke dalam ruangan kantor Polisi. Sementara Rayhan dan Mang Diman menunggu di luar.
"Memang apa yang bakalan Den Rayhan lakukan pada Bu Mila?" tanya Mang Diman.
"Gimana caranya Den?"
"Saya mendapat kabar nanti malam akan ada pesta di rumah Bu Mila. Putri kesayangannya sudah kembali dari Jerman dan malam nanti adalah pesta ulang tahunnya."
"Maksud Den Rayhan teh si Isabela?" tanya Mang Diman.
"Iya, siapa lagi kalau bukan dia Mang." jawab Rayhan.
"Waahh Mamang ikut ya, jadi penasaran mau lihat si penyihir cantik itu. Apa sudah berubah atau belum."
__ADS_1
"Berubah jadi apa Mang?" tanya Rayhan tertawa.
"Berubah jadi Power Ranger Den." jawab Mang Diman.
"Waahh Mamang tau juga ya tentang Power Ranger." ucap Rayhan.
"Aduh Den, biar tua begini Mamang juga tau tentang mainan anak kecil. Mamang kan punya cucu." jawab Mang Diman.
Rayhan tertawa.
Setelah semua persiapan dilakukan, malam harinya Rayhan dan Mang Diman serta beberapa orang Polisi menuju rumah Bu Mila.
Rumah tersebut sudah ramai dipenuhi tamu-tamu yang menghadiri acara ulang tahun Bella.
Bella terlihat anggun dengan gaunnya yang berwarna gold. Tampil serasi dengan kedua orang tuanya yang mengenakan pakaian warna senada,
Tema dekorasi pesta ulang tahun Bella berwarna gold, terlihat dari semua dekorasi dan pakaian orang-orang yang hadir.
Kedatangan Rayhan dan rombongan menjadi pusat perhatian karena berpakaian yang tak senada dengan yang lain.
Rayhan berjalan mendekati Bella yang tengah berdiri bersama kedua orang tuanya.
"Rayhan...." seru Bella dengan senyum mengembang.
Wajah Bu Mila berubah pias saat melihat rombongan orang-orang yang berjalan dibelakang Rayhan mengenakan seragam kepolisian.
"Kenapa ada polisi bersama Rayhan?" tanya Pak Seno, Papa Bella.
__ADS_1
"Po-polisi......." seru Bu Mila gugup.
Bersambung.....