Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
AKAD NIKAH HANI Part 1


__ADS_3

Acara pernikahan Aldi dan Hani akan segera terlaksana. Kedua belah pihak keluarga sudah bertemu untuk membahas semua persiapan. Mereka sepakat untuk melangsungkan pernikahan di hotel milik Rayhan.


Persiapan demi persiapan sudah di lakukan dengan cepat. Sesuai perintah Rayhan, wedding organizer harus merampungkan persiapan dalam waktu satu minggu. Tentunya dengan bayaran yang fantastis.


Kabar pernikahan Aldi dan Hani sampai di telinga Bella. Bella yang seharusnya sudah berangkat ke Jerman, diberikan waktu oleh papanya untuk mengurus kepindahannya selama waktu sepuluh hari. Sesuai dengan permintaan bu Mila.


Bu Mila meminta kepada pak Seno untuk memberikannya waktu agar bisa lebih lama bersama Bella sebelum Bella berangkat ke Jerman.


"Sialan, ternyata jadi juga mereka nikah. Sia-sia semua rencanaku." umpat Bella saat mengetahui kabar pernikahan Aldi dan Hani.


"Pokoknya aku gak bakal buat mereka bisa bersatu. Sebelum aku pergi ke Jerman, bagaimanapun caranya aku harus menggagalkan rencana mereka. Enak saja mereka semua mau bahagia diatas penderitaan aku." lanjut Bella lagi.


Bella mulai mengatur siasat bagaimana caranya untuk menggagalkan acara pernikahan Aldi dan Hani.


Di rumah utama, Izzah dan orang tuanya tengah mencoba kostum keluarga bersama orang tua Aldi. Tak lupa juga Izzah mengundang mang Diman dan bi Asih sebagai anggota keluarga mereka dari pihak perempuan.


Untuk kostum keluarga, mereka memilih warna coklat muda. Orang tua Hani dan orang tua Aldi mulai mencoba pakaian yang akan mereka kenakan di acara sakral Aldi dan Hani yang akan berlangsung esok harinya. Bu Ros, bi Asih dan mang Diman juga mencoba pakaian yang sudah dibuatkan khusus untuk mereka agar senada dengan anggota keluarga lainnya.


"Aihh kok warnanya coklat sih, kenapa gak warna hijau atau biru gitu." celetuk mang Diman.


"Iiihh bapak protes terus. Diterima aja atuh, bajunya kan bagus pak. Biar kita seragam sama yang lain." balas bi Asih sambil menunjuk anggota keluarga Aldi yang juga hadir untuk mencoba pakaian yang sudah disediakan.


"Gimana gak protes bu, ini warna coklat. Ya kan gak cocok sama kulit bapak. Bisa-bisa bapak gak kelihatan bu, karena warna pakaiannya sama dengan kulit bapak. Hihihii.,"


"Siapa suruh kamu item." celetuk bu Ros.


"Mau mulai ya kamu Lampir. Mending aku hitem, daripada kamu keriput. Udah kayak kulit ayam aja bisa digoreng kriuk itu kulit wajah kamu." balas mang Diman.


Bu Ros menggeram marah, Izzah langsung mendekatinya.


"Sudah ya mi, gak usah marah. Mang Diman emang suka becanda, lebih baik sana gih mami coba bajunya." bujuk Izzah.


Bu Ros pun masuk kamar untuk mencoba pakaian yang akan dia kenakan.


Sang calon pengantin datang bersamaan dengan orang-orang yang mereka tunjuk sebagai bridesmaid. Yaitu Dokter Harun, Lisa, Ifan dan Intan. Izzah dan Rayhan pun menjadi bridesmaid dari Hani dan Aldi.


"Wah wah wah, aura calon pengantin teh beda ya." celetuk mang Diman.

__ADS_1


Aldi dan Hani tersenyum malu-malu.


"Sudah mang jangan digoda terus calon mantennya. Tuh liat wajah Aldi sudah merah kayak udang rebus." balas Dokter Harun.


Semua orang tertawa mendengar ucapan dokter Harun. Mereka semua lalu mencoba pakaian mereka masing-masing. Untuk pihak keluarga mengenakan warna coklat. Sementara para bridesmaid wanita mengenakan pakaian warna putih, dan yang laki-laki mengenakan tuxedo warna hitam.


Hari yang dinantipun tiba, semua orang mulai sibuk bersiap-siap. Acara pernikahan Aldi dan Hani akan segera berlangsung. Akad nikah dilaksanakan pagi hari jam sembilan di kediaman Izzah.. Sementara acara resepsi dilaksanakan malam harinya di ballroom hotel milik Rayhan.


Semua orang sudah hadir di kediaman Izzah. Penghulu pun sudah datang. Aldi sudah duduk berhadapan dengan penghulu. Rayhan ditunjuk sebagai saksi dari pihak mempelai perempuan. Sementara dari pihak mempelai laki-laki ditunjuk adik dari orang tua Aldi.


Hani berjalan menuju tempat akad nikah yang terletak di ruang keluarga yang sudah di sulap sedemikian rupa dengan dekorasi berwarna putih dan hijau.


Hani tampil anggun dengan makeup flawless, mengenakan kebaya putih dan hiasan kepala yang menunjukkan ornamen adat suatu daerah. Disampingnya ada Izzah dan Lisa yang mendampingi. Di belakangnya ada Intan yang memegangi ekor kebaya Hani yang menjuntai panjang ke belakang. Mereka bertiga juga tampil anggun mengenakan gaun senada berwarna peach.


Tiba di tempat akad, Hani langsung duduk disamping Aldi. Semua mata tertuju pada mereka berdua yang tampil serasi. Aldi tampil begitu rupawan dengan pakaian adatnya berwarna putih. Bersanding dengan Hani yang juga tampil begitu mempesona.


Akad nikahpun segera dimulai. Ibunda dari Aldi memasangkan selendang tipis berwarna putih di kepala Aldi dan Hani.


Pak penghulu mulai membacakan identitas dari kedua calon mempelai serta orang-orang yang akan terlibat sebagai wali maupun saksi.


Setelah semua selesai dibacakan pak penghulu, pak Haris kemudian akan memulai akad nikah untuk puteri keduanya.


"Saya terima nikahnya......."


"Stoooopp.... Pernikahan ini gak bisa di lanjutkan. Semuanya batal." teriak Bella di depan pintu.


Semua orang kaget menatap Bella.


Rayhan yang geram mendekati Bella yang berpenampilan seperti pengantin wanita. Bella mengenakan kebaya putih.


"Apa-apaan kamu ini? Sudah gila ya?" bentak Rayhan.


"Iya, aku sudah gila. Gila karena kalian semua, kalian semua sudah merusak kebahagiaan aku." teriak Bella.


"Mau apalagi kamu?" tanya bu Ros yang ikut mendekati Bella.


"Diam, kamu gak usah ikut campur mak Lampir." teriak Bella.

__ADS_1


Dalam keadaan yang tegang, mang Diman sempat tertawa mendengar ucapan Bella yang menyebut bu Ros mak Lampir.


Bi Asih mencubit pinggang mang Diman.


"Isshh bapak sempat-sempatnya ketawa. Ini serius atuh pak." ucap bi Asih.


"Habis lucu bu, ternyata ada juga orang yang berani sebut bu Ros mak Lampir selain bapak. Hihihi." balas mang Diman.


Sementara bu Ros terlihat begitu marah atas perlakuan Bella.


"Kamu mulai kurang ajar ya." bentak bu Ros.


"Kenapa emangnya?" balas Bella. "Pokoknya acara pernikahan ini batal." teriak Bella. "Aldi hanya akan menikah denganku, gak boleh dengan orang lain." lanjut Bella.


Aldi yang sedari tadi hanya diam terlihat begitu geram lalu mendekati Bella.


"Apa sebenarnya mau kamu hah?" bentak Aldi.


"Aku mau kamu nikahin aku." jawab Bella.


"Apa?" teriak Aldi. "Kamu sudah gila ya? Aku sudah bilang aku sudah tidak mencintai kamu. Lebih baik kamu pergi dari sini." lanjut Aldi menarik Bella untuk keluar dari rumah itu.


"Gak, aku gak mau." teriak Bella melepaskan tangannya dari Aldi.


"Kamu benar-benar sudah gila ya." teriak Rayhan.


"Diam kamu. Semua ini gara-gara isteri pelakor kamu itu." teriak Bella menunjuk Izzah. "Awalnya aku sudah bahagia sama kamu, tapi pelakor itu rebut kamu dari aku. Sekarang saat aku sudah mau menerima Aldi, dia malah mencintai adik si pelakor itu."


"Tutup mulut kamu." teriak Rayhan lagi.


Semua orang menatap Bella yang mengacaukan acara akad nikah Aldi dan Hani.


"Kalian semua perlu tau, aku kini tengah mengandung anak Aldi. Jadi dia harus menikahi aku, bukannya dia." ucap Bella.


Semua orang terlihat kaget mendengar ucapan Bella termasuk orang tua Aldi sendiri.


"Hamil?" seru Hani.

__ADS_1


Dunia terasa berputar bagi Hani. Penglihatannya tiba-tiba gelap, kemudian Hani jatuh pingsan.


Bu Novi histeris melihat Hani yang tak sadarkan diri. Semua orang menjadi panik. Suasana akad nikah berubah jadi kacau.


__ADS_2