Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
TIDUR BERSAMA


__ADS_3

Rayhan mendekati Izzah, menciumi tangannya. Lalu mencium kening Izzah, dan melepas jilbab yang dikenakan Izzah. Kemudian Rayhan melepas ikat rambut Izzah, tergerailah rambut Izzah yang panjang sampai menyentuh ranjang yang didudukinya.


Rayhan memegang pundak Izzah perlahan mengajaknya berbaring. Mereka saling pandang sambil berbaring. Izzah tersenyum lalu Rayhan memegang pipi Izzah lembut. Detik berikutnya Rayhan langsung duduk dan mencari gawai nya.


Izzah ikut terduduk, dan menatap Rayhan heran.


"Abang mau nelpon siapa?" tanya Izzah karena melihat Rayhan menaruh ponselnya di telinganya.


"Harun." jawab Rayhan.


Izzah terlihat heran.


[Halo.] ucap Rayhan.


[Halo bro. Tumben udah larut begini nelpon gue] balas dokter Harun.


[Gue mau nanya nih sama lu.]


[Apa?] tanya dokter Harun.


[Gini, lu taukan istri gue lagi hamil.] ucap Rayhan.

__ADS_1


[Ya elah Ray, lu tau kan kalau gue bukan dokter kandungan. Kalau lu mau nanya masalah kehamilan gue gak tau banyak bro.] jawab dokter Harun.


[Gue mau nanya, kira-kira boleh gak suami istri berhubungan badan kalau istrinya lagi hamil?] tanya Rayhan.


Izzah kaget mendengar ucapan Rayhan.


[Hahaha jadi lu udah kebelet ya bray, kasian banget lu. Punya bini dua masih aja punya rasa kebelet.]


[Eh jomblo abadi, lu jawab aja pertanyaan gue. Boleh gak?] tanya Rayhan kembali.


[Bentar lagi gue gak bakalan jadi jomblo. Gue yakin Lisa mau jadi istri gue.] ucap dokter Harun.


[Eh dodol jawab pertanyaan gue. Jangan malah curhat.]


[Maksud lu kasar gimana sih?] tanya Rayhan.


[Saking senengnya, gue takut lu malah nonjok-nonjok perut istri lu yang udah kayak bola voly itu.]


[Sialan lu, bakalan gue ceritain semua kejelekan lu sama Lisa ya. Biar dia ilfil sama lu.] ancam Rayhan.


[Ya elah Ray, gue bercanda. Intinya semuanya aman.]

__ADS_1


[Oke kalau gitu, gue gak jadi ceritain ke Lisa. Udah ya gue mau nanem dulu, jangan ngiri ya kalau lu mau segera halalin si Lisa.]


[Sialan lu Ray.] ucap dokter Harun sembari tertawa.


Rayhan menaruh teleponnya di atas meja. Kemudian kembali mendekati Izzah.


"Abang apa-apaan sih pakai bilang gitu ke dokter Harun. Izzah malu bang." ucap Izzah cemberut.


"Maaf sayang, abang sama harun emang begitu. Gak ada yang ditutupin."


"Abang, tolong dengerin Izzah. Hubungan suami istri itu gak boleh diceritain ke orang lain. Apalagi tentang hubungan yang satu itu. Jangan diumbar-umbar bang, selain gak baik. Bisa dikatakan dosa juga bang. Masa abang dengan mudahnya ceritain ke orang lain."


"Maaf sayang, bukan maksud abang seperti itu. Abang hanya ingin memastikan jika kita melakukannya gak akan berpengaruh buat anak yang ada diperut Izzah."


Izzah masih saja cemberut, Rayhan yang gemas melihat bibir Izzah yang manyun langsung menarik Izzah dalam dekapannya lalu memangut bibir Izzah.


Setelahnya Rayhan menggendong Izzah lalu menaruhnya perlahan di atas ranjang. Rayhan perlahan mendekati Izzah. Mencium pucuk kepala Izzah. Perlahan membuka pakaian yang dikenakan Izzah.


"Sayang mau kan?" tanya Rayhan.


Izzah tersipu malu, lalu mengangguk. Rayhan kembali mencium kening Izzah. Lalu berdiri membuka pakaian yang dia kenakan.

__ADS_1


Izzah menutupi tubuhnya dengan selimut. Rayhan semakin gemas melihat tingkah istrinya yang tersipu.


Malam romantis merekapun berlanjut. Malam yang membuat Izzah begitu bahagia. Sama halnya dengan Rayhan, dia begitu sangat bahagia.


__ADS_2