Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
PERTEMUAN DENGAN PAK HARIS


__ADS_3

Pemberitaan tentang Izzah dan Rayhan mulai berangsur membaik. Konferensi pers yang mereka lakukan berhasil membuat masyakat percaya kepada mereka dengan bukti-bukti yang telah mereka berikan.


Perlahan media pun memberitakan ha-hal yang baik tentang Izzah. Sehingga membuat toko kue Izzah menjadi ramai pengunjung lagi. Kandungan Izzah yang memasuki usia enam bulan membuatnya cepat lelah. Kini Izzah hanya bisa memantau toko kuenya. Rumah impiannya pun sebentar lagi akan rampung.


Acara pernikahan yang dirancang Rayhan pun diminta Izzah untuk diundur sampai saat dia melahirkan. Karena kondisi Izzah yang tidak memungkinkan.


Sementara bu Ros dan Bella selalu mencari cara untuk membuat Rayhan dan Izzah berpisah. Namun segala cara yang mereka lakukan tetap gagal. Bahkan kini bu Ros menyewa seseorang untuk selalu mengawasi gerak-gerik Izzah.


Hari ini pak Haris ingin memberi Izzah kejutan dengan datang mengunjungi Izzah. Sebelumnya pak Haris sudah menelepon Intan untuk menanyakan alamat to kue milik Izzah.


Setelah hampir 4 jam perjalanan, akhirnya pak Haris sampai di depan toko kue Izzah yang ramai pengunjung. Orang suruhan bu Ros memperhatikan pak Haris dari jauh. Pak Haris bertanya pada Ana, dapatkah dia bertemu Izzah. Dengan segera Ana memanggil Izzah.


"Maaf bu, ada seorang bapak-bapak ingin bertemu dengan bu Izzah." ucap Ana.


Dengan segera Izzah keluar dan menemui orang yang dimaksud Ana. Begitu bertemu dengan orang yang dimaksud, wajah Izzah begitu sumringah.


"Izzah, anakku." ucap pak Haris.


Dengan lembut pak Haris membelai kepala Izzah. Kemudian memeluk Izzah dengan penuh kasih sayang. Orang suruhan bu Ros pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memotret adegan itu.

__ADS_1


"Wah aku bakal dapat duit banyak ini. Tidak perduli siapa bapak-bapak itu yang jelas foto ini pasti berguna." ucap orang itu.


Dengan segera dia mengirim foto tersebut kepada bu Ros.


[Bos, saya dapat gambar bagus hari ini.] lelaki itu mengirim pesan pada bu Ros.


Bu Ros sedang berada di salon saat menerima pesan itu. Dia mengerutkan dahinya membaca isi pesan itu.


[Siapa laki-laki ini?] balas bu Ros.


[Saya tidak tau bos. Yang jelas wanita yang bernama Izzah itu bahagia saat bertemu dengan lelaki itu.]


[Kerja bagus.] balas bu Ros kemudian dia tersenyum licik.


Sementara itu di toko kue, Izzah tengah mengobrol dengan ayahnya.


"Ayah kenapa gak bilang-bilang mau kesini. Terus dari mana ayah tau alamat toko kue Izzah?" tanya Izzah.


"Ayah mau ngasih Izzah kejutan." jawab pak Haris tersenyum. "Semalam ayah menelepon Intan menanyakan alamat rumah Izzah, tapi Intan bilang Izzah lebih banyak menghabiskan waktu di toko kue." lanjut pak Haris.

__ADS_1


Izzah tersenyum, lalu memegang tangan pak Haris.


"Yah, maafkan Izzah ya belum sempat pulang lagi ke kampung. Disini banyak pekerjaan yang belum bisa Izzah tinggalkan. Dan Ayah juga pasti sudah mendengar berita tentang Izzah di televisi." ucap Izzah tertunduk.


"Iya nak, ayah sudah tau semuanya. Dan ayah bersyukur semuanya sudah kembali membaik." ucap pak Haris mengelus kepala puteri yang disayanginya itu.


"Ayah, apa ayah bisa menginap malam ini?" tanya Izzah.


"Maaf nak, ayah akan segera kembali ke kampung. Karena ayah tidak memberi tahu ibumu kalau ayah kemari untuk menemuimu. Ayah hanya bilang kalau ayah akan pergi menemui seseorang." jawab pak Haris.


"Baiklah ayah. Padahal Izzah ingin sekali ayah bertemu dengan suami Izzah."


"Insyaallah lain kali nak, ayah pasti akan menemui menantu ayah." ucap pak Haris.


Pak Haris akhirnya kembali ke kampung menggunakan taxi yang dibayar Izzah. Tak lupa Izzah memberikan oleh-oleh berupa kue-kue yang dijual ditokonya. Izzah juga memberikan amplop coklat berisi uang sepuluh juta pada ayahnya.


Awalnya pak Haris menolak dengan keras uang pemberian Izzah. Namun Izzah juga bersikeras memaksa pak Haris untuk menerima uang itu.


"Hati-hati dijalan ya ayah. Jaga selalu kesehatan ayah. Dan Izzah titip salam untuk ibu dan Hani." ucap Izzah seraya mencium tangan pak Haris.

__ADS_1


"Izzah juga selalu jaga kesehatan ya. Jaga cucu ayah dengan baik agar dia sehat sampai nantinya terlahir ke dunia." balas pak Haris. "Jangan lupa titip salam ayah untuk menantu ayah." ucap pak Haris lalu mencium kepala Izzah.


Kemudian taxi yang dinaiki pak Haris pun melaju meninggalkan Izzah yang masih terus melambaikan tangannya.


__ADS_2