Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Rencana Membongkar Kedok Ana


__ADS_3

Sore hari sepulang dari kantor, Rayhan bergegas menuju rumah Mang Diman.


"Mang, besok ikut saya ke hotel." ucap Rayhan saat bertemu Mang Diman.


"Aduh aduh, maksud Den Rayhan apa ngajak saya ke hotel? Saya lelaki normal atuh." Mang Diman cekikikan.


"Astaghfirullah." balas Rayhan mengelus dadanya. "Pokoknya besok Mang Diman ikut saja, akan ada pertunjukan seru." lanjut Rayhan.


"Wah wah, Mamang teh gak mau diajak nonton yang tidak-tidak ya. Takut dosa."


"Isshh bukan itu Mang. Besok akan terkuak semua tentang kecurigaan Mang Diman terhadap Ana."


"Suzzana? Ada apa dengannya? Apa Den Rayhan sudah dapat informasi?" cecar Mang Diman.


"Sudah Mang, ternyata kecurigaan Mang Diman memang benar. Wanita licik itu hanya berpura-pura buta, dan yang lebih parahnya lagi, lakai-laki yang dibilang pamannya itu ternyata suaminya." balas Rayhan.


"Apa? Suaminya si Suzanna?"


Rayhan mengangguk.


"Jadi si Suzzana itu sudah punya suami, malah menikah sama Den Rayhan. Naudzubillah... Wanita macam apa dia itu."


"Satu hal lagi, sepertinya Ana itu merupakan wanita panggilan. Dan suaminya sendiri yang jadi mucikarinya." terang Rayhan kembali.


"Ya Allah, astaghfirullahal'adzim. Ampuni kami ya Allah." ucap Mang Diman dengan raut wajah kaget.


"Sekarang Den Rayhan jawab Mamang jujur? Apa Den Rayhan sudah pernah menggauli Ana?" tanya Mang Diman serius.


"Demi Allah Mang, Rayhan gak pernah, bahkan tidur sekamar saja gak pernah. Apalagi untuk hal itu."


"Syukur alhamdulillah, karena kalau sudah berarti Den Rayhan teh sudah berzinah dengan isteri orang."

__ADS_1


"Iya Mang, terus gimana dengan hukum nikah saya dengannya?"


"Jelas saja batal, dia kan masih sah statusnya sebagai isteri orang."


"Alhamdulillah." ucap Rayhan sumringah. "Berita ini harus saya sampaikan pada Izzah Mang." lanjut Rayhan.


"Iya Den. Ngomong-ngomong teh, apa hubungan tentang Ana sama pergi ke hotel besok?"


"Biarlah jadi kejutan buat Mang Diman besok, pokoknya ikut aja. Besok saya juga melibatkan polisi untuk menjalankan penggerebekan terhadap Ana."


"Penggerebekan?" seru Mang Diman.


"Ia penggerebekan. Sudah ya Mang, saya permisi dulu. Mau menceritakan semuanya pada Izzah" ucap Rayhan berdiri lalu meninggalkan Mang Diman sendiri yang duduk di teras rumah sambil menyeruput kopi.


Tiba di rumah, Rayhan langsung berlarian menuju kamarnya, mendapati Izzah tengah berdiri di tepian ranjang mengganti popok Arka.


Rayhan langsung memeluk Izzah dengan erat dari belakang.


Rayhan melepaskan pelukannya lalu berbaring disisi Arka. Sedangkan Izzah melanjutkan aktivitasnya.


"Abang ada kabar yang menggembirakan sayang." ucap Rayhan sambil menciumi pipi Arka.


"Kabar apa Bang?" tanya Izzah.


"Ngomong-ngomong Arsha dimana?" tanya Rayhan.


"Lagu digendong Ayah, kabar apa sih Bang? Bikin penasaran aja."


"Sayang, pernikahan Abang dengan Ana gak sah." ucap Rayhan sumringah.


"Apa?" seru Izzah kaget dengan menghentikan aktivitasnya.

__ADS_1


"Iya, gak sah." ucap Rayhan.


"Gak usah bercanda deh. Maksud Abang gak sah gimana?" tanya Izzah lagi sembari mengangkat Arka yang telah selesai memakai popok.


"Ternyata Ana udah punya suami sayang."


"Ya Allah? Abang jangan bercanda deh."


"Serius sayang." ucap Rayhan duduk.


"Gimana ceritanya?" tanya Izzah ikut duduk disamping Rayhan sambil memberi ASI pada Arka.


"Panjang ceritanya sayang. Intinya Ana itu pura-pura buta, dan dia itu sudah punya suami, dan ternyata yang dia akuin sebagai pamannya itulah suaminya."


"Astaghfirullahal'adzim ya Allah. Sebenarnya apa maksud Ana melakukan semua ini?" tanya Izzah.


"Abang juga gak tau sayang." jawab Rayhan. "Oh ya besok ikut Abang ke hotel ya."


"Ngapain?" tanya Izzah.


"Ikut aja, kita bakal bongkar kedok Ana."


"Gimana caranya?" tanya Izzah.


"Pokoknya ikut aja, besok sekalian Abang juga sudah minta polisi untuk ikut."


"Polisi? Sebenarnya mau ngapain sih Bang?"


"Udah gak usah banyak nanya, pokoknya ikut aja. Semua kebusukan Ana akan terbongkar besok. Untuk besok Abang sudah minta Bi Asih buat datang bantuin Ibu jagain Arka dan Arsha. Ayah juga bakalan Abang ajak untuk ikut."


Izzah menghela nafas panjang.

__ADS_1


Sebenarnya apa yang sedang terjadi, gumam Izzah.


__ADS_2