Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
MENUJU HOTEL


__ADS_3

Di kediaman Bella, dia tengah tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya.


"Rasain kamu Zah, aku yakin malam ini kamu hak akan tidur nyenyak. Kamu pasti akan cari tau semuanya, lihat saja kamu akan dapat balasannya karena udah rebut Rayhan dari aku. Hahaha..."


Bella mengingat semua siasat yang sudah dia lakukan untuk membuat hubungan Izzah dan Rayhan berantakan.


Video yang Bella kirimkan pada Izzah merupakan video editan. Bella mengedit video tersebut sedemikian rupa agar terlihat real dengan merubah wajah lelaki asli yang berada dalam video dengan wajah Rayhan.


Tentang jas Rayhan yang kotor, semuanya sudah Bella rencanakan dengan matang. Bella menyuruh orang untuk menabur paku tepat saat mobil Rayhan melaju. Bella juga yang menyuruh seseorang untuk mengendarai motor dengan kecepatan tinggi untuk membuat cipratan lumpur mengenai Rayhan.


Tepat saat Rayhan mengganti baju, baju yang sudah dibuang Rayhan, dipungut seseorang sesuai arahan Bella.


Semua Bella lakukan untuk merusak hubungan Izzah dan Rayhan. Agar Rayhan bisa kembali kepadanya.


"Bagaimanapun caranya Rayhan harus jadi milik aku lagi." gumam Bella.


*******************************


Hari ini Rayhan memutuskan untuk tak ke kantor. Rayhan ingin menemani Izzah di rumah.


"Loh, abang gak ke kantor hari ini?" tanya Izzah.


"Gak sayang, abang mau dirumah ngabisin waktu bareng Izzah." jawab Rayhan.


Izzah tersenyum, lalu mempersiapkan sarapan untuk Rayhan.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua menuju taman samping rumah. Ada pak Yono yang sedang merapikan taman.


"Bang itu pak Yono, suaminya bi Inah. Izzah ajak sekalian kerja disini buat bantu-bantu ngurusin taman." ucap Izzah.


"Selamat pagi Tuan, nyonya." ucap pak Yono.


"Selamat pagi, semoga betah ya kerja disini." balas Rayhan.


Pak Yono mengangguk lalu meneruskan pekerjaannya.


Rayhan dan Izzah lalu berjalan menuju gazebo. Mereka duduk-duduk sambil memberi makan ikan.


Rayhan terlihat bermanja-manja pada Izzah. Membaringkan kepalanya di pangkuan Izzah, menciumi tangan Izzah bahkan tangan Izzah tak ingin di lepasnya.


Rayhan tak memperdulikan keberadaan pak Yono, dengan santainya Rayhan menarik kepala Izzah agar menunduk untuk menciumnya. Namun Izzah berusaha untuk menolak.


Ponsel Rayhan berdering.


"Ah siapa sih? Gangguin aja." seru Rayhan.


Sekilas Izzah melirik ponsel Rayhan, terdapat nomor baru memanggil.


[Halo.] ucap Rayhan.


[Astaga, kok bisa lupa ya. Sorry deh, oke oke bentar lagi otewe. Tungguin aja disana.] ucap Rayhan lagi lalu menutup panggilan.


"Siapa bang?" tanya Izzah.


"Maafin abang Zah, abang harus pergi sekarang juga. Abang lupa kalau ada temu janji dengan teman abang yang baru datang dari Amerika. Nanti abang bakalan ajak dia kesini buat kenalan dengan Izzah." ucap Rayhan seraya bangun dan mencium kening Izzah.

__ADS_1


Dengan cepat Rayhan berlari menuju kamar. Izzah terlihat bingung.


"Kenapa bisa lupa sih? Gak biasanya bang Rayhan begitu." ucap Izzah kemudian meminum jus jeruk yang telah di sediakan bi Inah.


Tiba-tiba Izzah langsung berdiri.


"Apa jangan-jangan pesan dari Bella semalam itu benar. Bisa jadi bang Rayhan mau ketemuan sama Bella." ucap Izzah berlarian masuk ke dalam rumah.


Saat hendak menuju kamar, Izzah berpapasan dengan Rayhan yang turun tangga dengan sudah berganti pakaian. Rayhan mengenakan baju kaos dengan celana pendek. Izzah terlihat semakin curiga.


"Abang jalan ya sayang." ucap Rayhan buru-buru turun.


Izzah ikut turun dan mengikuti Rayhan yang berlarian. Rayhan secepat kilat menuju mobilnya dan langsung meluncur keluar rumah.


"Apa harus aku ikutin ya?" gumam Izzah.


Lalu Izzah menuju garasi mengeluarkan motornya berencana mengikuti Rayhan.


"Semoga keputusanku benar. Ini semua aku lakukan untuk membuktikan kecurigaanku. Semoga aku salah." ucap Izzah.


"Maafin Izzah bang karena harus ngikutin abang seperti ini." gumam Izzah lagi.


"Bismillah." ucap Izzah.


Motor Izzah pun keluar rumah mengikuti mobil Rayhan dari jarak yang agak jauh. Setelah sekitar satu jam, mobil Rayhan masuk ke pelataran parkir hotel miliknya.


Izzah melongo dan semakin curiga. Rayhan dengan cepat turun dari mobil lalu masuk ke dalam hotel.


"Loh kok malah ke hotel sih? Apa jangan-jangan? Ah sudah, aku gak boleh suudzon sebelum semuanya terbukti." ucap Izzah seraya mengikuti Rayhan.


Sebelumnya.....


[Hallo Aldi. I've seen your status on social media. Is that true that you'll came to Indonesia?"] ucap Bella.


[Yes beb, aku bakalan ke Indonesia.] balas Aldi yang berbicara dengan logat kebule-bulean.


[Wah, kalau gitu kita ketemuan ya.]


[Are you really miss me? Apa Rayhan gak akan marah his beautifull wife mau ketemu aku.] tanya Aldi.


[No Al, Iam not his wife anymore. Kami udah cerai.]


[What? Are you serious? What happen? Why? Aku pikir rumah tangga kalian baik-baik aja.]


Bella terdengar menangis lalu menceritakan keretakan rumah tangganya. Bella menceritakan semuanya sesuai versinya. Dia memberi tahu Aldi bahwa rumah tangganya berantakan karena Rayhan direbut pelakor bernama Izzah.


[Aku turut sedih Bell atas apa yang menimpa rumah tangga kamu.] ucap Aldi.


[Al, aku butuh bantuanmu.]


[What can I do for you beb?] tanya Aldi.


Bella kemudian menjelaskan rencananya pada Aldi. Dia meminta Aldi untuk menghubungi Rayhan dan mengajak Rayhan bertemu di hotel milik Rayhan. Bella mengatakan kepada Aldi untuk membantunya mendapatkan hati Rayhan kembali dengan bertemu dengan Rayhan.


[Kamu mau bantu aku kan Al?] tanya Bella.

__ADS_1


[Sure. Aku bakalan lakuin apa aja buat kamu. As long as your happy, I'll happy too.] jawab Aldi.


[Thank you Al, you are the best friend ever.]


"Ya, just friend." gumam Aldi.


Selama ini Aldi mencintai Bella, namun dia tak berani mengungkapkannya. Karena Aldi tahu bahwa Bella hanya mencintai Rayhan. Hingga kabar pernikahan Bella dan Rayhan sampai di telinganya. Aldi selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan Bella.


*********************************


Rayhan masuk ke dalam hotel. Setiap pegawai dan staff hotel yang melihat kedatangannya menyapa Rayhan ramah.


"Selamat siang pak." ucap para staff hotel yang kebetulan berpapasan dengan Rayhan.


Rayhan hanya membalas dengan anggukan. Manager hotel yang melihat Rayhan, dengan cepat menghampiri Rayhan.


"Selamat siang pak, maaf apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya manager hotel.


"Selamat siang. Tidak perlu, aku hanya akan bertemu sahabatku, Aldi Permana. Apa kalian melayaninya dengan baik?" tanya Rayhan sambil terus berjalan.


"Tentu pak. Kami selalu melayani semua tamu dengan baik."


"Bagus." ucap Rayhan. "Pertahankan kinerja kalian, jangan sampai mengecewakan para tamu." lanjut Rayhan.


"Tentu pak." jawab manager hotel tersebut.


Lalu dengan cepat Rayhan berjalan masuk ke dalam lift. Izzah yang sedikit terlambat tak dapat mengejar Rayhan.


"Aduh... Gimana ini gak keburu lagi." ucap Izzah.


Izzah lalu mendekati manager hotel yang sempat Izzah lihat berbicara dengan Rayhan.


"Selamat siang pak." sapa Izzah.


"Wah selamat siang bu. Baru saja pak Rayhan masuk lift. Kenapa ibu bisa belakangan?" tanya manager hotel yang bertubuh gempal itu.


"Heeemm tadi ada barang saya yang ketinggalan di mobil." ucap Izzah bohong. "Maaf sebelumnya pak, bang Rayhan tadi mau ke kamar nomor berapa ya?" tanya Izzah.


"Mari kita ke resepsionis dulu bu untuk mengecek."


Izzah lalu mengikuti manager hotel itu menuju meja resepsionis.


"Siska tolong check tamu atas nama Aldi Permana berada di kamar nomor berapa?" ucap manager hotel pada seorang resepsionis.


"Baik pak, sebentar saya check dulu." balas Siska.


"Aldi Permana. Apa itu nama temannya bang Rayhan?" gumam Izzah.


Siska kemudian melihat layar komputer yang da di hadapannya.


"Pak Aldi Permana berada di kamar nomor 88 pak." jawab Siska.


"Kamar nomor 88 berada di lantai tiga belas bu." ucap manager hotel pada Izzah.


"Baik, terima kasih pak." balas Izzah.

__ADS_1


Izzah lalu berjalan menuju lift. Namun saat berada di depan lift Izzah ragu, apakah dia akan melanjutkan untuk mengintai Rayhan atau lebih baik pulang.


Namun isi pesan Bella kembali membuat Izzah curiga. Kemudian Izzah memutuskan masuk ke dalam lift untuk mengikuti Rayhan.


__ADS_2