
Hari yang ditunggu-tunggu Rayhan dan Izzah pun datang. Hari dimana mereka akan melakukan pernikahan kembali dengan rasa cinta yang menggebu-gebu. Berbeda dengan pernikahan mereka dulu, keduanya sama-sama terpaksa terikat dalam hubungan pernikahan.
Kini, semuanya begitu berbeda. Ada cinta, ada keluarga dan yang terpenting bagi Rayhan dan Izzah adalah pernikahan mereka kali ini sah dimata hukum negara.
Tepat pukul sembilan pagi, Rayhan dan Izzah duduk berdampingan dihadapan penghulu. Keduanya terlihat serasi dengan pakaian akad nikah berwarna putih. Disamping Rayhan duduk juga mang Diman dan Om Bayu sebagai saksi pernikahan mereka. Semua orang terdekat mereka berdua hadir dalam acara akad nikah itu.
Setelah pembacaan kultum selesai dilakukan tibalah saatnya akad nikah dilangsungkan.
"Rayhan Aditya Wijaya bin Adi Wijaya saya nikahkan engkau dengan anak saya Anindia Azizzah binti Abdul Haris dengan mas kawin tujuh belas gram emas dan seperangkat alat shalat dibayar tunai." ucap pak Haris dengan lantang.
"Saya terima nikahnya Anindia Azizzah binti Abdul Haris dengan mas kawin tujuh belas gram emas dan seperangkat alat shalat dibayar tunai." balas Rayhan dengan satu tarikan nafas.
"Sah...." riuh terdengar suara teriakan semua orang.
Izzah kemudian mencium lembut punggung tangan Rayhan, dibalas ciuman hangat di kening Izzah dari Rayhan.
Pesta resepsipun diadakan malam hari di hotel milik Rayhan. Nuansa serba putih menghiasi dekorasi resepsi pernikahan mereka. Bunga-bunga berwarna putih serta pakaian keluarga yang seragam juga berwarna putih dipadukan dengan warna hitam.
Tamu-tamu berdatangan mengucapkan selamat pada kedua pengantin yang sebenarnya pengantin lama bukan pengantin baru. Mang Diman dan bi Asih serta Ifan dan Intan tengah duduk menikmati makanan yang tersedia.
"Makanan disini teh enak-enak ya bu, mewah lagi." ucap mang Diman sambil mengunyah. "Eh neng Intan kira-kira berapa harganya seporsi kalau makanan yang mamang makan ini?"
"Ehhmm kalau di restaurant harganya bisa sampai seratus ribuan mang."
"Uhuk....uhukk..." Mang Diman tersedak.
__ADS_1
"Minum dulu pak." ucap bi Asih menyodorkan air minum.
Mang Diman meminumnya hingga tandas.
"Yang bener ini neng Intan seratus ribu." ucap mang Diman.
"Iya mang, maklum aja makanan disini kan mewah-mewah." balas Intan.
"Seratus ribu ya. Wah kalau sepuluh orang sudah satu juta, seratus orang sudah sepuluh juta. Gimana kalau tamunya beratus-ratus. Waaahhh harga sepuluh porsi saja sudah bisa berenang kalau dipakai beli cendol." ucap mang Diman cekikikan.
"Bapak ada-ada saja." balas bi Asih.
Tiba-tiba terdengar keributan dari kerumunan tamu. Alunan musik yang tengah dimainkan seketika berhenti karena adanya keributan. Tamu-tamu terlihat berbisik menatap sosok perempuan yang membuat keributan dengan berteriak-riak di acara itu.
"Abang juga gak tau sayang, masa abang harus turun dari pelaminan buat beresin semuanya." balas Rayhan.
Bu Ros yang mendengar percakapan Rayhan dan Izzah ikut berkomentar.
"Kamu gak perlu kemana-mana Ray, diam aja disini. Itu sudah tugasnya penjaga keamanan untuk membuat acara ini berjalan lancar tanpa ada keributan." ucap bu Ros.
Suara teriakan perempuan itu semakin jelas menyebut nama Rayhan.
"Rayhaaaaannnn....!!!" teriak wanita itu.
Saat dia mendekat, sontak semua orang yang berdiri di pelaminan terlihat kaget.
__ADS_1
"Bella..." seru Izzah.
"Hay Rayhan, pernikahan kalian ini gak sah. Kau belum resmi bercerai denganku." teriak Bella.
Rayhan kemudian melangkah maju, namun Izzah menahannya.
"Sudah bang, jangan diteruskan nanti malah buat keributan." pinta Izzah.
Bella semakin berteriak.
"Aku benci padamu Rayhan, dan kau pelakor jangan senang dulu. Asal kau tau, pernikahanmu dengan Rayhan cacat hukum. Kalian gak sah. Apalagi Rayhan belum resmi menyandang status sebagai duda." pekik Bella.
"Sudah cukup Bell, apa kamu lupa kalau kamu pernah menanda tangani surat persetujuan aku untuk menikah lagi? Jadi mau perceraian kita belum kelar gak akan ada masalahnya buat kami menikah lagi. Sekarang lebih baik kau pergi dari sini. Tempatmu bukan disini bersama keluarga-keluargaku."
"Gak pokoknya pernikahan kalian gak sah, aku gaaakk terima." teriak Bella.
βSecurity...." teriak Rayhan. "Cepat bawa dia keluar, dia membuat keributan disini." lanjut Rayhan.
Dengan sigap satpam tersebut menarik Bella agar keluar dari ruangan itu.
"Lepaskan... aku bisa jalan sendiri." ucap Bella lalu melenggang meninggalkan hotel tersebut.
"Awas kau Rayhan, akan ku balas kau." guman Bella.
Setelah kepergian Bella acarapun dilanjutkan kembali. Semakin larut, tamu undangan pun sudah mulai sepi. Tersisa hanya keluarga besar dan sahabat-sahabat Rayhan dan Izzah. Mereka larut dalam suasana bahagia. Rayhan dan Izzah pun akhirnya bisa duduk santai setelah berjam-jam berdiri menyalami tamu.
__ADS_1