
Hari pernikahan pun tiba. Izzah tengah dirias dengan makeup yang tipis sesuai keinginan Izzah.
Izzah tampil dengan gaun pengantin berwarna putih. Di kepala Izzah terdapat tiara bermata putih berhiaskan permata.
Izzah terlihat begitu anggun. Arka dan Arsha tak kalah mempesona. Keduanya mengenakan pakaian berwarna senada. Arka mengenakan setelan jas berwarna putih, sementara Arsha mengenakan gaun bak peri berwarna putih juga.
"Waahh Ibu cantik sekali ya Kak." ucap Arsha saat masuk ke kamar Izzah.
"Iya, Ibu cantik." balas Arka.
Keduanya berjalan menghampiri Izzah yang duduk dihadapan cermin.
"Terima kasih sayang." ucap Izzah seraya menciumi kedua buah hatinya itu.
"Kita yang terima kasih sama Ibu karena akhirnya mau menikah sama Papa Romi. Akhirnya kita punya Papa juga." ucap Arka polos.
Arsha membalas ucapan Arsha dengan anggukan berkali-kali.
Sementara Izzah tersenyum getir. Hatinya begitu menolak pernikahan itu, namun Izzah tak ingin merusak kebahagiaan kedua buah hatinya.
"Ibu melakukan semuanya untuk kalian berdua sayang." ucap Izzah.
Ketiganya berpelukan erat.
Akad nikah Izzah dan Romi akan dilaksanakan di kediaman utama Bu Ros. Sebenarnya Bu Mona ingin pernikahan Romi dan Izzah dilangsungkan secara megah. Namun Izzah menolak dengan alasan lebih baik yang sederhana-sederhana saja.
"Maaf sebelumnya Bu Mona, saya tidak ingin menikah dengan bermewah-mewahan. Apalagi ini pernikahan kedua saya. Saya juga malu pada almarhum Bang Rayhan." ucap Izzah kala itu saat Bu Mona bersikeras ingin pernikahan anaknya berlangsung megah.
Akad nikah Izzah akan berlangsung pukul sembilan pagi. Sementara Rayhan baru tiba di bandara pukul delapan.
"Semoga aku tidak terlambat." ucap Rayhan yang tengah berada dalam perjalanan menggunakan taxi menuju rumahnya.
Jalanan begitu macet, membuat Rayhan merasa begitu khawatir. Ia takut jika akan terlambat tiba di rumahnya.
Semua tamu undangan sudah duduk di tempat menunggu Izzah turun dari lantai atas. Romi sudah duduk didepan penghulu.
__ADS_1
Sementara Bu Mona duduk di belakang Romi. Make upnya begitu menor.
Sebentar lagi, harta Rayhan akan menjadi milik Romi. Dan otomatis itu juga menjadi milikku.
Bu Mona tersenyum penuh kelicikan.
Izzah turun didampingi Bu Ros. Semua mata tertuju padanya.
Diusianya yang sudah tiga puluh tahun lebih, Izzah tetap terlihat seperti wanita yang baru pertama kali menikah.
Wah, ternyata lama-lama kalau dilihat si Izzah itu cantik juga, batin Romi.
Izzah lalu duduk disamping Romi.
Akad pun segera dimulai. Saat penghulu mengucapkan ijab, seorang wanita masuk ke ruangan akad nikah seraya berteriak.
"Hentikan semuanyaaa...." teriak wanita berambut pirang itu.
Semua orang melihat ke arahnya.
"Hei Izzah, apa kau tak bosan menjadi wanita simpanan." teriaknya lagi.
"Hei siapa kau. Kenapa kau mau merusak acara anakku." teriak Bu Mona mendekati wanita itu.
"Gak usah pura-pura. Hei Izzah jangan mau menikah dengan Romi. Enak saja dia mau menduakan aku. Asal kamu tau ya Izzah, Romi itu hanya akan membuat kamu jadi wanita simpanannya, sementara akulah yang akan menjadi isteri sah nya. Lagipula sekarang aku tengah mengandung anak Romi." teriak wanita itu lagi.
Izzah terkejut lalu menatap Romi.
"Jangan percaya, dia bohong." ucap Romi kelabakan.
"Security keluarkan wanita pengganggu ini." teriak Bu Mona.
Wanita itu kemudian diseret keluar oleh satpam rumah Bu Ros.
"Dasar wanita murahan, karena ditinggal Romi menikah malah mau buat masalah." ucap Bu Mona dengan suara sedikit berteriak agar didengar semua orang yang hadir.
__ADS_1
Bu Ros terlihat mengelus dadanya karena kaget. Mang Diman dan Bi Asih yang hadir ikut geleng-geleng kepala.
"Silahkan Pak dilanjutkan." ucap Bu Mona.
Hati Izzah semakin tak karuan. Namun akad nikah dilanjutkan kembali.
"Saya terima nikahnya Anindia Azizzah binti Abdul Haris dengan maskawin...."
"Stoooppppp....."
"Apa lagi sih ini." ucap Bu Mona kesal.
Semua orang berbalik melihat ke arah suara.
Lutut Izzah terasa lemas menatap sosok laki-laki yang berdiri di pintu.
Izzah yang mencoba berdiri malah terjatuh kembali. Izzah merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Berkali-kali Izzah mengusap matanya memastikan lelaki yang berjalan ke arahnya itu benar adalah lelaki yang ia cintai. Lelaki yang begitu amat ia rindukan.
"A-a-a-bang...." suara Izzah tercekat.
"Rayhan." seru semua orang.
Rayhan berdiri dihadapan Izzah. Tersenyum menatap Izzah. Ia meraih tubuh Izzah agar berdiri bersamanya.
Izzah memegang pipi Rayhan yang kini ditumbuhi bulu-bulu halus.
"A-abang." ucap Izzah lagi sambil menatap wajah Rayhan.
"Ini benar Abang?" lagi-lagi Izzah berucap.
"Iya sayang. Ini aku Rayhan, Abang mu. Suami mu." balas Rayhan mencium tangan Izzah.
"Abang kembali...." lanjut Rayhan.
__ADS_1
Seketika tubuh Izzah lemas, pandangannya gelap. Izzah jadi tak sadarkan diri.
Bersambung.....