
Rayhan dan Izzah tiba di rumah bu Ros. Dengan cepat Rayhan turun dari mobil kemudian menggandeng tangan Izzah. Rayhan lalu memencet bel, namun tak ada jawaban.
"Sayang, abang coba lihat lewat pintu belakang ya. Izzah diam aja disini sambil tetap coba pencetin belnya. Siapa tau ada yang bukain." ucap Rayhan.
"Baik bang, tapi jangan lama-lama ya." balas Izzah.
Rayhan mengangguk, lalu dengan cepat berlarian menuju taman belakang rumahnya. Secepat kilat Rayhan masuk ke dalam rumah, mempersiapkan semuanya bersama-sama orang terdekat Izzah yang sudah hadir.
Sementara Izzah tetap saja berusaha memencet bel di pintu depan rumah.
"Kenapa bang Rayhan lama sekali sih." ucap Izzah.
Setelah beberapa kali mencoba memencet bel, akhirnya pintu utama terbuka juga. Namun Izzah heran, karena tidak ada orang yang membuka pintu. Ditambah lagi suasana dalam rumah gelap gulita.
"Loh kok gelap sih." ucap Izzah.
Izzah memberanikan diri masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Rayhan.
"Mami... mami dimana?" teriak Izzah.
"Yaa Allah gelap sekali." seru Izzah, tepat saat Izzah hendak mengambil ponsel untuk menyalakan flashligt, tiba-tiba ruangan menjadi terang. Dan....
" Kejutaaaann....." teriak semua orang yang membuat Izzah kaget.
Hampir semua orang terdekat Izzah hadir di ruangan tersebut. Ada keluarga Izzah, bu Ros, mang Diman, bi Asih, Dokter Harun, Lisa, Ifan, Intan, Aldi bahkan Lilis anak mang Diman beserta suaminya, Andi dan anak balita mereka.
Rayhan terlihat memegang bouket bunga mawar putih yang diberi pita berwarna hitam. Semua orang tampak kompak mengenakan outfit hitam putih. Dekorasi ruangan bertemakan bulan dan bintang dengan warna dominan hitam putih.
Izzah tampak kaget dengan kejutan yang dia dapat. Wajah Izzah tampak berseri-seri, air matanya menetes. Rayhan lalu mendekati Izzah.
"Loh kok malah nangis sayang, nggak suka ya sama kejutannya." ucap Rayhan.
"Izzah suka bang. Sukaaa sekali." balas Izzah terisak.
"Kalau suka kenapa nangis?" tanya Rayhan.
"Ini air mata kebahagiaan bang." ucap Izzah.
Rayhan kemudian memeluk Izzah setelah memberinya bouket bunga. Semua orang kemudian menghampiri Izzah mengucapkan selamat hari jadi pada Izzah.
"Barakallah sayang." ucap Lisa mengucapkan selamat pada Izzah.
Beda lagi dengan mang Diman yang berusaha mengucapkan selamat pada Izzah dengan menggunakan bahasa inggris.
"Hepi britde neng Izzah yang biutiful." ucap mang Diman.
"Birthday abah. Happy birthday. Bukan britde." ucap Lilis mengomentari ucapan mang Diman.
__ADS_1
"Isshh kamu syirik aja abah bisa bahasa inggris. Kan sama aja mau britde, bitde, atau birde. Intinya teh abah cuma mau bilang selamat hari jadi, udah itu aja." balas mang Diman manyun.
Izzah hanya tertawa melihat tingkah ayah dan anak itu, yang tak pernah akur jika bertemu.
"Sudah-sudah, terima kasih banyak ya semuanya." ucap Izzah.
Mereka pun melanjutkan acara dengan makan-makan. Ada berbagai macam makanan, sebelumnya Izzah telah memotong nasi tumpeng yang dibuat oleh bi Asih serta kue yang dibuatkan khusus oleh Intan.
Izzah terlihat sangat bahagia, apalagi bu Ros terlihat sangat memanjakan Izzah.
Rayhan kemudian mengajak Izzah mencoba menu ayam bakar yang disiapkan mang Diman.
"Ayo neng di coba chicken bakar ala mamang. Di jamin mantul, alias mantap betul. Bahkan bisa buat orang mantul-mantul beneran kayak bola bekel saking enaknya." ucap mang Diman yang membuat orang-orang yang juga sedang mencoba ayam bakar tersebut tertawa.
"Kalau gitu Izzah gak jadi nyoba ah, takut mantul beneran. Kan bahaya, nanti Izzah malah gak bisa berhenti mantul mantul." gelak Izzah.
Mang Diman pun ikut tertawa mendengar ucapan Izzah.
"Hehe mamang bercanda neng. Ayo atuh dicoba." ucap mang Diman.
"Iya...iya pasti Izzah coba." balas Izzah.
Izzah pun mencoba ayam bakar buatan mang Diman.
"Masyaallah, beneran enak mang." ucap Izzah.
"Apa mamang bilang, dijamin mantul. Hihihi."
"Zah, udahan ya makan ayam bakarnya." ucap bu Ros.
"Loh kenapa mi?" tanya Rayhan yang juga ikut menikmati ayam bakar tersebut.
Sementara mang Diman terlihat tidak suka dengan kedatangan bu Ros.
"Gak kenapa-kenapa sih. Cuma karena yang buatnya dia, jadi mami takut aja nanti cucu mami ketularan udik kayak dia." ucap bu Ros sambil menunjuk mang Diman.
"Eleuh eleuh... pakai ngatain saya udik. Seharusnya neng Izzah teh nggak usah deket deket sama kamu. Takutnya nanti anaknya ketularan jahat kayak kamu Mak Lampir." balas mang Diman.
"Apa kamu bilang?" teriak bu Ros.
"Memang benar kamu teh jahat Mak Lampir." ucap mang Diman tak kalah berteriak.
"Sudah-sudah, kok malah ribut sih." ucap Izzah.
"Mami juga, ngapain sih mulai manas-manasin." ucap Rayhan menarik bu Ros agar menjauh dari mang Diman.
"Bapak juga, kenapa sih selalu saja bertengkar setiap kali bertemu bu Ros. Pakai segala nyebut bu Ros Mak Lampir. Gak baik tau pak." ucap bi Asih memegang tangan mang Diman.
__ADS_1
"Lagian dia yang duluan ngatain bapak udik." ucap mang Diman.
"Sama aja, tadi siang juga bapak kok yang duluan ngatain bu Ros. Atau jangan-jangan bapak teh suka ya sama bu Ros." ucap bi Asih.
"Astagfirulloh, kunaon ibu teh ngomong begitu. Bapak teh cintanya cuma sama ibu. Lagian mana mungkin bapak teh suka sama orang jahat seperti dia." jelas mang Diman.
"Kalau gitu, mamang harus berusaha berdamai dengan mertua Izzah. Lagian nih mang, mami udah gak jahat kok. Sekarang mami udah baik sama Izzah. Mamang kan udah lihat sendiri." ucap Izzah.
"Iya nih, ibu jadi heran sama bapak. Orang bu Ros teh sudah baik begitu, masih saja di katain Mak Lampir." sambung bi Asih.
"Sebenarnya mamang teh masih kurang yakin atuh kalau bu Ros sudah berubah baik. Tapi demi neng Izzah, mamang akan berusaha untuk damai sama dia." balas mang Diman.
"Nah gitu dong baru bagus." ucap Izzah dibalas senyuman oleh bi Asih dan mang Diman.
Sementara di taman samping rumah, Aldi dan Hani tengah duduk berhadapan mengobrol tentang kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka, yang disebabkan oleh Bella.
"Han, aku harap Izzah sudah menjelaskan semuanya sama kamu." ucap Aldi.
"Kak Izzah sudah menjelaskan semuanya kok sama Hani." balas Hani tertunduk.
"Alhamdulillah, jadi sekarang kamu sudah tidak marah dan tidak salah paham lagi?"
Hani mengangguk, kemudian Aldi memegang tangan Hani.
"Han, aku cinta sama kamu. Dan aku sudah berjanji pada orang tua kamu untuk tidak main-main dalam hubungan ini. Aku harap kamu mau menunggu sampai nanti tiba saatnya aku datang bersama orang tua aku ke rumah kamu. Dan aku jaminkan bahwa hari itu gak akan lama lagi." ucap Aldi.
"Iya kak, Hani janji akan nunggu sampai hari itu tiba. Terima kasih ya kak sudah mau mencintai Hani."
"Justru aku yang berterima kasih, karena kamu sudah mau membalas cinta aku. I love you Han." lanjut Aldi kemudian mencium tangan Hani.
Hani tersipu malu akan perlakuan Aldi.
"Kheeemmm, not yet Al. How dare you touch my sister in law." goda Rayhan.
"Hihihi sorry Ray, I just kiss her hand." jawab Aldi.
Hani terlihat takut karena kedatangan Rayhan.
"Sudah ayo masuk, dari tadi dicariin ayah sama ibu. Gak taunya malah pacaran disini." ucap Rayhan.
Seketika Hani langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Aldi dan Rayhan.
"So... How the progress?" tanya Rayhan.
"She said, she will waiting for me." jawab Aldi.
"That's good. You will be a part of my family soon." balas Rayhan.
__ADS_1
Aldi membalas ucapan Rayhan dengan senyuman, kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Acara pesta kejutan ulang tahun Izzah berlangsung penuh suasana kekeluargaan. Karena memang hanya orang terdekat yang hadir. Izzah merasa sangat bahagia atas kejutan yang diberikan oleh Rayhan. Terutama dengan hadiah yang diberikan Rayhan berupa liontin hati bertuliskan namanya dengan nama Rayhan.