Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
MENUJU ACARA PERESMIAN HOTEL


__ADS_3

Mang Diman dan bi Asih telah berpakaian rapi. Begitu juga dengan Intan dan Ifan. Malam ini mereka semua akan menghadiri acara peresmian hotel terbaru Rayhan.


"Waahh mang Diman terlihat berbeda malam ini." ucap Intan.


"Berbeda gimana neng Intan? Mamang terlihat lebih ganteng ya? Hihihi." ucap mang Diman terkekeh.


"Ganteng dari hongkong." celetuk bi Asih.


"Iihh si ibu nggak mau ngakuin kalau bapak teh ganteng. Biarin aja nanti cewek-cewek pada terpesona liatin bapak terus gak mau jauh-jauh dari bapak, baru tau rasa." ucap mang Diman.


"Huh, jangan kebanyakan mimpi pak. Sudah untung ibu mau jadi isteri bapak, padahal bapak teh gak ganteng." celetuk bi Asih.


"Waahh sekarang aja bilangnya gak ganteng karena bapak sudah tua, padahal dulu ibu teh gak mau jauh-jauh dari bapak sudah kayak perangko. Makanya abah sama ambu nikahin kita." ucap mang Diman sambil terkekeh.


"Sudah-sudah, kok malah berantem sih." ucap Intan sambil tersenyum.


"Eh itu kayaknya mobil jemputan kita deh." ucap Ifan.


Sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah mang Diman. Seorang pria keluar dari mobil lalu menyapa mang Diman beserta yang lainnya.


"Selamat malam semuanya, saya Roni. Saya diminta pak Rayhan untuk menjemput kalian semua, mari ikut saya." ucap pria yang mengenakan seragam warna blue navy itu.


"Wah, kita udah seperti orang kaya beneran ya bu, pakai acara dijemput segala. Mana mobilnya mewah pisan." ucap mang Diman sambil mengelus-elus mobil yang terparkir di depan rumahnya itu.


"Isshh bapak malu-maluin." ucap bi Asih.


"Eleh-eleh padahal teh ibu juga pasti mikir yang sama seperti bapak." ucap mang Diman sambil masuk ke dalam mobil.


Ifan dan Intan hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah mang Diman dan bi Asih.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Rayhan tengah menunggu Izzah yang sedang berdandan. Rayhan mengenakan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu. Rayhan tampil begitu sempurna.


Izzah kemudian selesai berdandan dan menemui Rayhan. Malam ini Izzah terlihat begitu berbeda. Rayhan sampai menyewa penata rias untuk merias Izzah.


Izzah tampil anggun mengenakan long dress berwarna hitam bertabur glitter yang membuatnya terlihat serasi dengan Rayhan. Bibirnya dipoles lipstik warna merah maroon. Meski sedang hamil usia enam bulan, bentuk tubuh Izzah tak banyak berubah, hanya perutnya saja yang sedikit menonjol.


Rayhan terpaku menatap Izzah. Dia sampai tak dapat berkata apa-apa.


"Hey...kok bengong." ucap Izzah.


"Masyaallah sayang, cantik sekali." seru Rayhan.


"Bang apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Izzah.


"Berlebihan bagaimana sayang? Demi apapun, Izzah terlihat sangat cantik." ucap Rayhan.


"Ini pertama kalinya Izzah didandanin penata rias bang. Jadi rasa-rasanya terlalu berlebihan." jawab Izzah.


"Apa Izzah terlihat gendut?" tanya Izzah.


"Izzah terlihat menggemaskan seperti boneka beruang." ucap Rayhan.


"Beruang kan gendut. Berarti Izzah gendut gitu maksud abang?"


"Bukan gendut, tapi bohay." goda Rayhan sambil mencubit pipi Izzah.


"Iihh abang."


"Ayo berangkat, sebentar lagi acara akan dimulai." ucap Rayhan mengulurkan tangannya ke arah Izzah.

__ADS_1


Izzah menyambut tangan Rayhan. Lalu mereka berjalan beriringan menuju mobil untuk bergegas pergi ke acara peresmian hotel wijaya group.


Bella dan bu Ros juga tengah berada di dalam mobil menuju hotel. Bella mengenakan dress warna merah dengan potongan dada rendah. Warna lipstik yang dia kenakan juga senada dengan dress yang di gunakan. Sementara bu Ros tampil glamour dengan dress warna silver.


"Mi gimana dengan rencana mami nanti?" tanya Bella sambil memperbaiki rambutnya yang sengaja dibuat curly.


"Tenang aja Bell, semuanya pasti berjalan lancar dengan ini." ucap bu Ros sambil menunjukkan sebuah botol berisi cairan bening.


"Itu apa mi?"


"Ini obat yang akan membuat wanita kampung itu keguguran." ucap bu Ros.


Bella melotot mendengar ucapan mertuanya itu.


"Mami serius mau pakai acara ngeracunin janin si Izzah? Apa gak bahaya buat dia? Terus gimana kalau mami ketahuan?" cecar Bella.


"Obat ini gak akan buat wanita itu mati. Obat ini hanya akan menggugurkan kandungannya. Soal ketahuan, kamu tenang aja. Mami udah menyusun rencana yang matang. Di jamin gak akan ketahuan." ucap bu Ros penuh keyakinan.


"Bella terserah mami aja. Tapi, kalau boleh Bella bilang, kasian aja anak yang dikandungan Izzah kalau sampai keguguran. Artinya mami membunuh janin itu." ucap Bella.


"Kamu mau dapetin Rayhan atau gak sih?" tanya bu Ros ketus.


"Tentu mau mi." jawab Bella.


"Ya udah gak usah ceramahin mami, kalau kamu sendiri gak pernah punya rencana untuk memisahkan wanita itu dengan Rayhan." ucap bu Ros.


Bella hanya diam.


"Yang jelas mami gak mau punya keturunan lewat gadis kampung itu."

__ADS_1


Mobil merekapun sampai di hotel tempat acara berlangsung.


__ADS_2