Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Pagi yang Bahagia


__ADS_3

Sebelumnya di hotel....


Arka terjaga lebih dulu dari isterinya. Setelah selesai shalat subuh, ia kembali duduk di sisi ranjang dan memandangi wajah Nabila yang terlihat masih tertidur lelap.


'Entah kapan aku mulai mencintainya. Tapi sejak semalam, rasa cinta ini semakin kuat padanya.'


Arka mengusap lembut pipi Nabila, lalu menciumnya. Seketika wanita itu menggeliat, dan perlahan membuka matanya.


"Eh, sudah bangun." Ucap Nabila.


Arka tersenyum.


"Ayo bangun, mandi terus shalat. Kita pulang pagi-pagi. Biar sarapan bareng di rumah." Ucap Arka.


"Mmmm iya." Balas Nabila.


Nabila hendak bangun, dan menyadari jika tubuhnya hanya ditutupi selimut.


"Mmm Pak....!" Panggil Nabila saat Arka tengah meneguk air putih.


Arka mendekat, "sudah ku bilang, jangan panggil aku Pak."


"Terus apa?"


"Terserah, Kak, Mas, Abang, sayang, atau suamiku kek."


Nabila terkekeh, "iya deh mmm Mas."


"Nah, gitu dong."


"Mas, bisa bantu saya gak."


"Gak usah formal gitu, aku kamu aja udah."


"Iya, iya. Mas bisa bantu Nabila gak?"


"Apa?"


"Ambilin handuk." Ucap Nabila.


"Eh, iya. Sampai lupa." Ucap Arka terkekeh.


Arka mengambil handuk, lalu memberikannya pada Nabila. Saat hendak bangun dan berjalan, Nabila merasakan nyeri yang amat hebat dibagian bawah perutnya.

__ADS_1


"Aww..." Lirih suara Nabila terdengar Arka yang tengah membaca Al-qur'an.


"Kenapa?" Tanya Arka mendekat.


"I-ini Mas. Sakit." Jawab Nabila jujur.


Saat dilihat, ternyata di seprai yang putih itu terdapat bercak warna merah.


"Astaga!" Seru Arka. "Maafin aku ya." Ucapnya.


"Kenapa harus minta maaf Mas. Aku gak apa-apa kok."


Arka kemudian menggendong Nabila membawanya ke kamar mandi.


"Bisa mandi sendirikan? Atau mau dimandiin." Goda Arka.


"Iih, Mas. Udah sana keluar. Aku bisa sendiri."


Arka terkekeh, lalu keluar dari kamar mandi.


Keduanya pun pulang ke rumah. Tepat pukul tujuh mobil Arka masuk ke pekarangan rumah. Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan.


"Assalamualaikum..." Ucap Arka saat masuk ke ruang makan.


Semua orang yang tengah makan menatap keduanya yang terlihat sangat bahagia.


Izzah mendekati Nabila dan memeluknya.


"Selamat datang sayang. Ayo duduk sarapan." Ucap Izzah.


Dengan sigap Arka menyediakan tempat duduk untuk isterinya itu. Semua orang saling memandang karena melihat sikap aneh yang ditunjukkan Arka.


Sementara Izzah dan Rayhan tersenyum. Arsha terlihat mengernyitkan dahinya.


"Kak Arka kok tumben manis banget sama Nab... Eh maksud aku sama Kakak ipar Nabila." Ucap Arsha.


Mendengar ucapan Arsha, Arka jadi salah tingkah.


"Ya, wajar dong. Nabila kan sudah jadi isteriku."


"Kemarin-kemarin cuek banget." Lanjut Arsha.


Nabila terlihat menunduk karena malu.

__ADS_1


"Diem, repot banget kamu. Eh Van, noh manjain isteri kamu. Kayaknya kamu kurang manisin dia deh." Ucap Arka.


"Boro-boro mau dimanisin Ka. Orang ditinggal tidur duluan." Ceplos Devan.


Semua orang saling pandang dan tertawa.


"Eleuh-eleuh, sabar atuh Depan. Nanti teh kalau sudah tau rasanya Neng Arsha teh bakalan nempel terus sama kamu. Liat atuh Arka, lengket sama Neng Nabila. Tandanya semalam teh sudah." Ucap Mang Diman.


"Aduuhh kenapa semuanya jadi ngomong kemana-mana. Sudah, sekarang sarapan." Titah Izzah lalu duduk disamping Rayhan.


"Ceritanya ini teh Arka jatuh cinta pada malam pertama." Ucap Mang Diman lagi.


Arka yang tengah mengunyah langsung terbatuk. Dengan sigap Nabila memberikan air pada suaminya.


"Minum dulu Mas." Ucap Nabila.


"Mas!" Seru Arsha pelan.


"Mulai sekarang kamu panggil aku sayang aja. Jangan mau kalah sama Nabila." Bisik Devan yang membuat wajah Arsha memerah.


Rayhan menatap Izzah yang tersenyum melihat tingkah anak-anak dan menantunya itu.


"Sayang, I love you." Ucap Rayhan.


"Aduhhh ayah sama Ibu gak mau kalah, sok romantis juga." Ucap Arsha lagi.


Izzah tertawa, "I love you more Bang."


"I love you most." Balas Rayhan lahi seraya mencium pipi Izzah.


Arka tak mau kalah, ia sengaja memamerkan kemesraannya dengan mencium pipi Nabila. Sontak Nabila dibuat kaget dengan kelakuan Arka.


Sementara Devan, awalnya ragu karena melihat Arsha menunduk.


"Sha..." Panggil Devan.


"Iya..." Jawab Arsha.


Devan sengaja mendekatkan pipinya ke arah Arsha, hingga saat Arsha menoleh saat dipanggil, bibirnya langsung mengenai pipi Devan.


Wajah Arsha berubah merah seperti kepiting rebus.


"Udah ah, Kakek pergi saja. Kalian semua teh enak ada isteri yang nyium. Nah, kakek teh saha? Ah, cium gelas wae lah." Ucap Mang Dimas seraya mencium gelas yang berisi air putih dihadapannya.

__ADS_1


Semua orang tertawa melihat tingkah Mang Diman.


Bersambung ....


__ADS_2