Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
APARTEMEN BELLA


__ADS_3

Seperti biasa sore ini sambil menunggu jemputan dari Rayhan, Izzah tengah duduk di taman. Menunggu beberapa orang yang hidupnya kurang beruntung seperti para pemulung, anak-anak jalanan dan yang lainnya yang lewat di taman setiap sore. Izzah rutin memberikan mereka roti yang dibuat khusus olehnya.


Seorang anak berpakaian kumal menghampiri Izzah dengan membawa setangkai mawar.


"Ini untuk kakak." ucap anak itu.


Izzah memandang anak itu dengan perasaan iba. Lalu mengambil mawar merah yang diberikan anak itu.


"Adek dapat dari mana?" tanya Izzah.


"Ada yang ngasih tadi, karena kakak baik sama saya setiap hari sudah ngasih makanan ya bunga ini saya kasih kakak aja." jawab anak itu polos.


Izzah tersenyum lalu memberikan beberapa potong roti kepada anak itu. Anak itu terlihat begitu riang. Setelah mengucapkan terima kasih, dia langsung berlari riang meninggalkan Izzah.


"Alhamdulillah." ucap Izzah.


Izzah memandangi mawar merah yang dipeganginya.


"Cantik sekali." gumam Izzah sambil menciumi mawar itu.


Selang beberapa detik, Izzah merasa begitu pusing. Mata Izzah berkunang-kunang, tak lama kemudian dia jatuh pingsan.


Bella dan Yusuf yang sejak tadi mengawasi Izzah dari kejauhan dengan cepat mendekat ke arah Izzah.


"Ayo cepat angkat dia ke mobil." perintah Bella.

__ADS_1


"Apa kau yakin ini aman?" tanya Yusuf.


"Udah gak usah banyak nanya, cepetan angkat dia ke mobil." hardik Bella.


"Bismillah." ucap Yusuf mengangkat tubuh Izzah membawanya masuk ke dalam mobil.


Dengan cepat Bella mengendarai mobilnya membawa Izzah pergi ke suatu tempat.


"Kita mau kemana?" tanya Yusuf.


"Iih kamu itu dari tadi nanya mulu. Udah diem, lakuin aja apa yang aku suruh."


"Gimana kalau ada orang yang lihat kita tadi?"


Yusuf lalu memandangi Izzah yang terlelap.


"Maafin aku Zah, aku terpaksa ngelakuin ini semua. Karena aku gak mau kamu disakitin Rayhan." gumam Yusuf.


Setelah setengah jam, akhirnya mereka sampai disebuah apartemen mewah. Yusuf menggendong Izzah masuk ke dalam lift. Beberapa pasang mata menatap mereka. Saat pintu lift terbuka dengan cepat mereka berjalan menuju sebuah pintu apartemen yang dibuka Bella.


"Ayo cepat masuk." titah Bella.


Dengan cepat Yusuf masuk lalu membaringkan Izzah di atas tempat tidur.


"Sekarang apa?" tanya Yusuf.

__ADS_1


"Terserah kamu aja. Sekarang Izzah milik kamu, mau kamu apa-apain juga gak masalah yang penting jangan lupa difotoin saat kamu tiduran bareng sama dia." ucap Bella.


"Tapi aku gak bisa Bell, ini dosa."


"Iiihh nanggung kamu. Emang kamu pikir yang kita lakuin dari tadi gak dosa? Udah deh gak usah sok suci. Sekalian aja lakuin rencana kita. Gak usah setengah-setengah." ucap Bella lagi.


"Tapi beneran, aku gak mau apa-apain Izzah."


"Ya udah serah kamu aja dah. Yang penting pokoknya kamu harus foto sama Izzah. Seolah-olah kalian habis berhubungan."


Yusuf terdiam tak menjawab ucapan Bella.


"Kamu mau buka sendiri pakaian Izzah atau aku aja?" tanya Bella.


"Kamu aja, aku tunggu diluar." jawab Yusuf seraya keluar kamar.


Yusuf mondar mandir di depan pintu kamar. Dia terlihat bingung harus berbuat apa. Tak lama Bella keluar dari kamar.


"Nih kunci apartemen. Aku pulang duluan, udah sore banget ini. Urusan Izzah aku serahin ke kamu. Oh ya cepetan ambil fotonya, takutnya Izzah keburu sadar. Sekedar saran kalau aku jadi kamu, aku udah tidurin Izzah. Kapan lagi punya kesempatan gini, lagian kalau kamu tidur beneran sama Izzah otomatis akan memudahkan langkah kita untuk memisahkan dia dengan Rayhan. Mana mungkin Rayhan mau menerima bekas orang lain, dan Izzah juga pasti merasa gak enak sama Rayhan. Udah ya, sana cepetan masuk. Aku pulang dulu." ucap Bella lalu meninggalkan Yusuf pulang.


Yusuf memikirkan apa yang harus dia lakukan. Kemudian dia masuk ke dalam kamar. Izzah berbaring di atas tempat tidur. Rambutnya tergerai. Pundaknya yang putih terlihat jelas tak tertutup lagi. Untuk pertama kalinya Yusuf melihat aurat Izzah. Semua pakaian Izzah terlihat berserakan dilantai.


Yusuf lalu duduk disamping Izzah, membelai lembut pipi Izzah. Jiwa lelaki Yusuf bangkit, hasratnya menggelora melihat bibir merah Izzah. Yusuf ingin menuntaskan hasratnya yang tak tertahan.


"Izzah kini kau milikku." ucap Yusuf menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2