Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
IDE LISA


__ADS_3

Di dalam mobil Rayhan tidak fokus menyetir, air matanya tak berhenti mengalir. Baru kali ini dia menangisi seorang wanita. Dulu dialah yang sering membuat wanita menangis.


Apa ini karma untukku Tuhan, karena dulu aku sering menyakiti hati para wanita yang mencintai aku.


Tiba di kantor Rayhan terlihat sangat tidak bersemangat. Para karyawannya terlihat takut menyapa Rayhan karena raut wajah Rayhan yang murung. Lisa yang kembali menjadi sekretaris Rayhan melihat Rayhan dengan serius.


Rayhan memasuki ruangannya lalu membuka laci mejanya dan mengambil sebuah bingkai foto yang terpampang gambar Izzah yang tengah tersenyum.


"Kenapa kau lakuin ini Zah? Segitu sakitnya kah hatimu?" ucap Rayhan sambil mengelus foto Izzah.


Awalnya Rayhan tersenyum, namun seketika berubah jadi amarah. Semua benda yang ada di atas mejanya berhamburan. Rayhan membuang semua benda yang ada dihadapannya. Emosinya memuncak, Rayhan menendang meja, lemari, hingga beberapa bahan yang terbuat dari kaca pecah berserakan.


Rayhan berteriak histeris hingga meninju tembok yang ada didepannya. Seketika darah mengalir disela-sela jemarinya. Lisa yang mendengar kegaduhan dari ruangan Rayhan bergegas masuk melihat Rayhan.


Alangkah kagetnya Lisa melihat ruangan Rayhan yang porak poranda. Terlihat Rayhan tengah duduk di lantai dengan tangan yang terluka. Lisa segera berlari mengambil kotak P3K, lalu kembali masuk ke ruangan Rayhan, mencoba untuk mengobati luka Rayhan.


"Ray..." ucap Lisa.

__ADS_1


"Tinggalkan aku sendiri Lis." jawab Rayhan dengan air mata yang masih menggenang.


"Ray please jangan kayak gini. Aku sahabat kamu Ray, cerita sama aku ada apa sebenarnya?" tanya Lisa.


Rayhan hanya terdiam, namun isak tangisnya semakin terdengar pilu. Lisa mendekati Rayhan lalu mengelus punggungnya. Mata Lisa tanpa sengaja menatap figura yang dipegang Rayhan, terpampang foto Izzah. Sejenak Lisa berpikir.


"Ayo bangun Ray, kita duduk di kursi aja yuk." bujuk Lisa sambil menarik tangan Rayhan agar mau berdiri.


Rayhan akhirnya mengikuti Lisa.


"Ceritain ke aku Ray, apa masalah kamu. Siapa tau aku bisa bantu." ucap Lisa.


"Ray aku yakin Izzah pasti berbohong." ucap Lisa.


"Gimana mungkin Lis, dia sampai berani menatap mata aku Lis."


"Dia bohong Ray, aku tau Izzah sangat mencintai kamu. Pasti dia ngelakuin ini semua karena tertekan. Bisa jadi bu Ros mengancamnya." ucap Lisa.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu?" tanya Rayhan.


"Kamu ingat gak Ray, saat Bella salah paham sama aku dulu. Kamu kan sampai kecelakaan saat itu."


"Ya aku ingat, lalu?"


"Hari itu di rumah sakit aku baru tau ternyata Izzah lah wanita yang selama ini dicari Bella. Wanita yang disebut-sebut Bella sebagai perebut suaminya. Aku ingat betul saat dokter menyatakan kamu masih tak sadarkan diri, Izzah begitu terpukul. Apalagi saat bu Ros dan Bella masuk ke ruangan ICU, Izzah ingin ikut masuk, namun bu Ros menghalanginya. Izzah menangis sejadi-jadinya Ray." ujar Lisa.


"Asal kau tau Ray, hampir tiap hari Izzah berada di samping kamu saat kamu tak sadarkan diri. Kadang aku mendapatinya tengah shalat, mengaji, bahkan tertidur sambil memegang tangan kamu Ray." sambung Lisa.


Rayhan terlihat kembali menitikkan air mata.


"Jadi aku seratus persen yakin kalau Izzah itu bohong. Bisa jadi dia memang masih sakit hati karena kesalahan yang udah kamu lakuin. Tapi faktor lainnya pasti karena bu Rosita mengancamnya."


"Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang Lis? Aku benar-benar mencintai Izzah. Aku ingin dia kembali lagi padaku." ucap Rayhan.


Lisa tampak berpikir, tak lama kemudian dia tersenyum.

__ADS_1


"Aku punya ide Ray."


__ADS_2