
Zaman sekarang, sebagian orang mungkin sudah pernah naik pesawat. Namun ada juga orang yang belum berkesempatan naik pesawat, Izzah salah satunya.
Hari ini untuk kali pertama sejak dua puluh lima tahun usia Izzah, dia datang ke Bandara bersama Rayhan dan naik pesawat tujuan ke pulau Seribu Masjid untuk honeymoon.
Rencana awal yang hendak pergi bersama Lisa dan Dokter Harun batal karena mereka sudah pergi berbulan madu lebih dulu dari Izzah dan Rayhan ke pulau Dewata.
Sesaat sebelum masuk ke dalam pesawat usai melakukan pengecekan tiket, data diri, dan menuju gerbang keberangkatan perasaan Izzah begitu takut. Izzah menggenggam tangan Rayhan dengan kuat.
"Tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja." ucap Rayhan.
Sampai waktu keberangkatan tiba, dan semua penumpang dipanggil untuk naik ke pesawat. Izzah dan Rayhan lantas mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket.
Izzah sangat fokus memperhatikan setiap instruksi keselamatan dari pramugari. Pramugari mempraktekkan demo tentang keselamatan pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari cara memasang sabuk pengaman, mematikan telepon genggam, sampai mengenakan pelampung keselamatan dan masker oksigen.
Rayhan mengelus kepala Izzah lalu menciumnya.
"Sayang, kenapa serius sekali? Sampai abang yang duduk disebelah Izzah tak dihiraukan." goda Rayhan.
__ADS_1
"Iihh abang, Izzah hanya takut bang. Takut kalau terjadi apa-apa, naudzubillah. Makanya Izzah fokus lihat pramugari itu bang."
"Tenang sayang, semuanya akan baik-baik saja. Abang juga kan sudah nawarin Izzah untuk naik jet pribadi aja biar lebih enak dan nyaman berdua. Tapi Izzah maunya naik pesawat biasa." ucap Rayhan.
"Yaa abang, Izzah kan mau ngerasain pengalaman naik pesawat seperti orang kebanyakan." balas Izzah tersenyum.
Ketakutan Izzah pun perlahan-lahan mulai hilang ketika pesawat mulai take off. Bagi banyak orang momen krusial dalam penerbangan pesawat adalah ketika take off dan landing.
Usai take off perasaan Izzah kembali tenang. Saat itu Izzah begitu menikmati berada untuk kali pertamanya di atas ketinggian tiga puluh lima ribu kaki. Melihat pemandangan berupa gumpalan awan.
"Ya Allah sebelumnya tak pernah sedekat ini." ucap Izzah.
"Tentu bang, masyaallah sungguh indah ciptaan Allah ya bang." ucap Izzah.
"Iya sayang." jawab Rayhan.
Perjalanan udara memakan waktu sekitar hampir dua jam dari bandara di Jakarta menuju bandara di pulau Seribu Masjid.
__ADS_1
Muncullah pemberitahuan bahwa pesawat akan siap landing di Bandara tujuan. Saat itu, penumpang diminta untuk tetap tenang dan kembali menggunakan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, melipat meja, dan menaikan penutup jendela karena pesawat akan mendarat.
Pendaratan pesawat berjalan dengan baik. Mereka tiba di Bandara tujuan pukul sepuluh pagi.
Setelah itu, Rayhan dan Izzah turun dari pesawat dan masuk ke dalam bandara.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga ya bang." ucap Izzah.
"Iya sayang, alhamdulillah." balas Rayhan.
"Setelah ini kita kemana bang?" tanya Izzah.
"Jalan aja dulu, nanti di depan sana pasti sudah ada orang yang jemput kita." jawab Rayhan.
Izzah lalu mengajak Rayhan untuk berfoto di salah satu spot yang menunjukkan bahwa mereka pernah berkunjung ke Bandara tersebut.
Saat berjalan keluar dari bandara, seseorang berpakaian khas daerah tersebut mendekati Rayhan dan Izzah.
__ADS_1
"Selamat datang di L*mb*k Tuan Rayhan. Saya Salim orang suruhan Pak Beni, mari Tuan ikut saya ke mobil. Saya akan mengantarkan Tuan ke resort milik pak Beni tempat Tuan dan Nyonya akan beristirahat selama berada disini." ucap Salim.
"Terima kasih Salim." jawab Rayhan sambil menggandeng Izzah.