Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
GODAAN LASTRI PART 2


__ADS_3

Lastri semakin gencar untuk menggoda Rayhan. Dia tengah mempersiapkan makanan yang telah dipesan online oleh Izzah. Rayhan biasanya akan turun untuk makan tepat pukul delapan malam setelah shalat isya.


Makanan telah terhidang di meja makan. Lastri kemudian berlari ke kamarnya untuk mandi.


"Sebentar lagi Tuan pasti akan turun untuk makan, aku yakin dia pasti akan teriak minta minum nanti." ucap Lastri.


Dengan sengaja Lastri tak menaruh air minum di meja makan agar Rayhan memanggilnya nanti. Rayhan akhirnya turun dari kamar untuk makan. Sesuai rencana Lastri, Rayhan berteriak memanggilnya.


"Lastriiiii...." teriak Rayhan. "Mana air minumnya ini?"


"Sebentar Tuan." sahut Lastri sambil berlari.


Lastri berlarian mengenakan handuk pendek yang melilit tubuhnya. Dadanya menyebul separuh, begitupun bagian belakang. Rayhan menelan saliva, namun dengan cepat dia menunduk mengalihkan pandangannya.


Lastri memberikan air pada Rayhan dengan sebelah tangannya memegang handuk pada bagian dadanya.

__ADS_1


Namun dengan sengaja Lastri melepaskan pegangan tangannya pada handuk yang dia kenakan. Handuk yang Lastri kenakanpun jatuh, membuat seluruh tubuhnya terlihat jelas. Rayhan menganga menatap pemandangan dihadapannya. Lastri tersenyum malu-malu lalu mengambil handuk menutupi tubuhnya kemudian berjalan mendekati Rayhan.


"Tuan, apa Tuan tidak ingin menyentuh saya." goda Lastri.


Rayhan tak menjawab, Lastri semakin gencar mendekati Rayhan. Tanpa malu Lastri berdiri di samping Rayhan yang menunduk. Rayhan bangun dari duduknya hendak pergi. Lastri dengan cepat memeluk Rayhan dari belakang.


"Lastri jaga sikapmu, kau sudah kelewatan." hardik Rayhan.


"Ayolah Tuan, saya rela Tuan sentuh. Bahkan lebih dari itupun saya mau. Toh Nyonya sedang tidak ada di rumah. Kita bebas Tuan, tidak akan ada yang melihat." goda Lastri lagi.


Sesaat Rayhan terbuai rayuan Lastri, karena akhir-akhir ini Izzah sudah jarang Rayhan sentuh. Rayhan selalu merasa kasihan melihat Izzah yang tertidur lelap karena kelelahan bekerja. Rayhan tak tega untuk membangunkan Izzah, jadi Rayhan memendam hasratnya seorang diri.


"Ayo Tuan, nikmatilah tubuh saya. Saya rela Tuan, saya tidak akan meminta apa-apa. Saya hanya ingin memberikan apa yang Tuan butuhkan." goda Lastri.


Rayhan sama sekali tak menggubris ucapan Lastri. Dia hanya terdiam seribu bahasa. Lastri kemudian perlahan hendak menurunkan kembali handuknya agar tubuhnya dilihat Rayhan.

__ADS_1


"Astaghfirullahal'adzim, apa yang sudah aku lakukan?" ucap Rayhan bangun lalu mendorong tubuh Lastri hingga jatuh ke lantai.


Rayhan berlari menuju kamarnya, sementara Lastri berusaha mengikutinya. Dengan cepat Rayhan menutup pintu kamarnya lalu masuk kamar mandi membasuh wajahnya.


"Yaa Allah, dosa apa yang telah aku lakukan ini? Astaghfirullah, ampuni aku ya Allahu robbi." lirih ucapan Rayhan terdengar.


Sementara itu diluar kamar Lastri mengetuk pintu.


"Tuan tolong buka pintunya, maafkan saya Tuan jika lancang. Saya hanya ingin membantu Tuan." ucap Lastri.


Rayhan kemudian keluar dari kamar mandi lalu berteriak.


"Pergilah tinggalkan kamarku, aku tidak butuh bantuanmu." teriak Rayhan.


"Tapi Tuan...."

__ADS_1


"Aku bilang pergiiiiii....." teriak Rayhan melempar vas bunga ke pintu yang membuat Lastri kaget lalu pergi ke kamarnya.


"Sekarang aku boleh gagal, tapi lain kali Tuan pasti aku dapatkan. Apalagi tadi sepertinya dia sudah mulai tergoda padaku." ucap Lastri yang sedang menatap pantulan dirinya di cermin.


__ADS_2