Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
MEMBENCI RAYHAN


__ADS_3

Iya mba, Lilis selama hamil banyak maunya. Masa pernah malam itu sekitar jam satu malam dia bilang pengen makan mie instan dicampur sambel terasi yang pedes banget mba." ujar Andi yang tengah menceritakan ngidam aneh yang dialami Lilis.


"Wah aneh sekali si Lilis. Terus gimana?" tanya Izzah.


"Awalnya aku gak mau buatin mba, tapi dia kekeh bilang pengen banget. Dia pakai acara ngancam segala, kalau gak dibuatin nanti anak kami ileran." ucap Andi manyun. "Tapi yang lebih anehnya, saat mie itu sudah siap Lilis malah nyuruh aku yang makan mba. Waahh sampai sakit perutku seharian mba." sambung Andi yang membuat Izzah tertawa.


Tiba-tiba Rayhan berdiri dihadapan Izzah dan memandang sinis ke arah Andi. Rayhan tidak mengetahui bahwa Andi adalah suami dari Lilis. Karena saat pernikahan Lilis, Rayhan datang terlambat dan tidak sempat bertemu dengan Lilis dan suaminya.


"Aa..bang." seru Izzah.


"Wah...hebat sekali kau Izzah. Siapa lagi dia? Waktu itu kau bermesraan dengan lelaki yang kau sebut bernama Ifan. Kemarin kau ke rumahku berduaan dengan si Diman. Sekarang lelaki mana lagi yang kau buat jatuh dalam perangkap mu." ucap Rayhan.


"Tolong jaga bicara anda. Saya ini..." ucap Andi yang segera dipotong Rayhan.


"Aku tidak bicara denganmu, aku bicara dengan perempuan jalang ini." ucap Rayhan sambil menunjuk Izzah.


Izzah menitikkan air mata. Hatinya begitu sakit mendengar ucapan Rayhan.

__ADS_1


"Kau sedang memeriksakan kandunganmu ya? Hmmmm kalau boleh aku tau siapa sebenarnya bapak dari anakmu itu? Si Ifan itu, Diman, lelaki ini, atau masih banyak lelaki lain yang sudah menjamah mu?" ucap Rayhan sambil menunjuk Andi.


"Cukup...!" teriak Izzah.


"Kenapa? Memang benarkan kau perempuan kotor yang tak tau diri. Sudah untung ku pungut, ku berikan kau cinta dan segalanya, tapi kau malah mengkhianatiku. Dan sekarang kau tengah mengandung anak haram." ucap Rayhan.


Plakk!


Sebuah tamparan mendarat dipipi Rayhan. Izzah sudah tak dapat menahan amarahnya.


Deg!


Hati Rayhan begitu sakit mendengar ucapan Izzah yang membenci dirinya. Tapi lagi-lagi ego nya membutakan mata hatinya.


"Tolong pak, bu, jangan membuat keributan disini. Ini rumah sakit." ucap seorang perawat.


Rayhan kemudian berlalu meninggalkan Izzah dengan perasaan yang campur aduk. Kemudian Lilis datang menghampiri Izzah dan Andi. Lilis kaget melihat Izzah yang tersedu-sedu. Andi memberi tahu Lilis bahwa seorang lelaki bernama Rayhan datang menghampiri Izzah. Lilis lalu memeluk Izzah untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Sudah mba, sudah. Ayo kita pulang gak enak diliatin orang-orang mba nangis." ucap Lilis.


Izzah hanya mengangguk, lalu berjalan menuju mobil Andi. Dalam perjalanan pulang Izzah lebih banyak diam. Saat sampai rumah Izzah pun langsung masuk kamar setelah mengucap salam. Mang Diman dan bi Asih menatap Izzah penuh tanda tanya.


Andi kemudian menceritakan semuanya, mang Diman terlihat begitu emosi hingga mengepalkan tangannya.


"Semua ini gara-gara si Mak Lampir itu. Dia sudah meracuni otak Rayhan. Membuat Rayhan benar-benar tidak percaya lagi pada neng Izzah. Awas saja kalau sampai ketemu bakal abah tarik itu kulitnya yang keriput." ucap mang Diman.


"Bener pak, padahal tuan Rayhan itu anaknya baik. Kok sekarang bisa bicara sekasar itu ya pak." ucap bi Asih.


"Kasihan mba Izzah bu, Lilis gak nyangka a' Rayhan bisa sejahat itu." ucap Lilis.


"Sudah-sudah kita sekarang jangan bahas Rayhan lagi, agar neng Izzah gak kepikiran terus. Sekarang yang bisa kita lakukan mendukung neng Izzah agar selalu bahagia." ucap mang Diman.


Andi dan Lilis kemudian pamit untuk pulang. Sementara Izzah didalam kamar tengah menenangkan hati dan pikirannya dengan membaca alqur'an.


Ya Allah bantu aku agar bisa melupakan Rayhan dan melanjutkan hidupku bersama anakku di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2