Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
USAHA TERAKHIR BELLA


__ADS_3

Bella akhirnya tersadar akan cinta yang harus dia perjuangkan. Cinta itu adalah cinta milik Aldi. Selama ini Aldi selalu mencintai dirinya tanpa balas, Aldi bahkan rela melakukan apa saja demi dirinya.


Kini Bella tengah berusaha menata hatinya agar bisa mencintai Aldi. Bella bersungguh-sungguh untuk melupakan Rayhan. Dan memberikan Aldi kesempatan untuk mendapatkan cinta darinya.


Hari ini Bella berencana untuk menemui Aldi. Untuk mengatakan bahwa dia akan berubah dan akan berusaha untuk mencintai Aldi. Seperti Aldi mencintai dirinya. Bella lalu mengambil ponselnya dan mulai mengirim pesan pada Aldi.


[Al, ketemuan yuk di mall. Ada hal yang penting banget pengen aku bahas sama kamu.]


Setelah pesan terkirim, Bella tersenyum puas. Bella yakin bahwa Aldi pasti akan sangat bahagia saat mengetahui bahwa dirinya akan mencintai Aldi.


Aldi yang tengah berada di tempat gym segera melihat ponselnya saat suara nada dering pesan terdengar. Aldi kemudian membalas pesan tersebut dengan cepat.


[Oke kita ketemu nanti sore aja.]


Tak lama pesan balasanpun datang.


[Baiklah, aku tunggu di caffe X.]


Aldi lalu menyelesaikan ngegym. Sementara di tempat lain Bella tengah membongkar lemarinya. Mencari pakaian terbaiknya untuk di kenakan saat bertemu Aldi nanti.


Tepat sore harinya, Bella tampil begitu cantik dengan dress mini yang dia kenakan. Postur tubuhnya yang langsing dan tinggi membuatnya terlihat bak model professional.


Akhirnya setelah selesai bersiap, Bella pun berangkat menuju cafe yang sudah di tentukan Aldi.


Aldi pun sudah menuju cafe dimana Bella tengah menunggunya. Saat Aldi tiba, Bella langsung berdiri hendak memeluk Aldi. Namun dengan cepat Aldi mengelak membuat Bella merasa malu atas penolakan Aldi.


"Sekarang cerita. Why you call me?" ucap Rayhan.


"Aku cuma pengen ketemu kamu." balas Bella.


Aldi mengangguk, namun pikirannya hanya tertuju pada Hani. Kemudian Aldi menghela nafasnya dengan panjang.


"Al... aku pengen ngasih tau kamu sesuatu." ucap Bella.


"Then tell me now." balas Aldi.


Lalu Bella memegang tangan Aldi dengan erat.


"Al, maafin aku selama ini telah menyia-nyiakan kamu. Sekarang, please kasih aku kesempatan untuk berubah dan bisa mencintai kamu."


Aldi nampak tak percaya atas apa yang dikatakan Bella. Kemudian dengan cepat dia menarik tangannya dari genggaman Bella.


"Seriously? Now?" pekik Aldi. " No Bell. Aku gak bisa." lanjut Aldi.


Bella tampak melongo, terlihat kaget atas jawaban Aldi.


"Kamu kenapa Al? Bukannya selama ini kamu mencintaiku." tanya Bella.


"You are right. Seama ini aku memang sangat mencintai kamu. Namun sekarang tidak lagi Bell." jawab Aldi.


"Apa maksud kamu Al?"


"Apa kurang jelas. I dont love you anymore. So please, pergi jauh-jauh dari hidup aku."

__ADS_1


"Please Al, jangan bicara seperti itu. Aaku..."


"Cukup Bell. Sudah aku katakan, aku tidak mencintai kamu lagi. Aku sudah menemukan seseorang yang pantas untuk aku perjuangkan."


"Gak, gak boleh. Kamu gak boleh lakuin ini sama aku Al. Kamu bohong, pasti bohong." ucap Bella.


"Sudahlah Bell, untuk apa aku berbohong. Lebih baik kamu carilah seseorang yang lebih pantas untuk bersanding dengan kamu. Aku perhi Bell." ucap Aldi berdiri kemudian berjalan tanpa menatap Bella.


"Gak Al, kamu gak boleh pergi. Jangan seperti ini Al. Aku janji akan berusaha untuk mencintai kamu Al." ucap Bella mengejar Aldi.


Aldi tak bergeming, dia terus berjalan meninggalkan Bella. Namun langkahnya terhenti saat Bella memeluknya dari belakang.


"Lepasin Bell." ucap Aldi.


"Gak Al, aku gak mau. Sebelum kamu..."


"Jangan seperti anak kecil Bell, tolong lepasin aku. Malu dilihat banyak orang." balas Aldi.


"Biarin, biarin semua orang yang ada disini tau. Kalau Bella mencintai Aldi." teriak Bella.


Aldi lalu menarik tangan Bella kasar keluar dari caffe.


"Kamu apa-apan sih. Sudah berulang kali aku katakan, aku sudah tidak mencintai kamu lagi. Please Bell biarin aku bahagia tanpa bayang-bayang dari kamu."


"Kamu hanya akan bahagia bersama aku. Jadi ayo berikan aku kesempatan." balas Bella.


"Gak Bell, aku gak bisa. Aku heran, kenapa ada manusia seperti kamu. Setelah Rayhan menolak kamu mentah-mentah, kini kamu berusaha untuk merebut hati aku. Sorry Bell, Iam not stupid anymore. Asal kamu tau, aku sudah mencintai orang lain. Perasaanku padamu sudah lenyap. Hilang di telan bumi." ucap Aldi.


"Benar kata Rayhan, kamu egois. Dan wanita seperti kamu, gak pantas untuk dicintai. So, aku mohon dengan sangat sama kamu, please lupain aku. Dan biarkan aku bahagia bersama pilihan ku"


"Gaaaakkk..." teriak Bella.


"Aku pergi Bell, aku harus menemui seseorang yang sudah menggantikan posisi kamu dihati aku." ucap Aldi.


Kemudian Aldi meninggalkan Bella yang tengah menangis. Namun dia kemudian berbalik kembali.


"Hapus air mata kamu, aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu sendiri." ucap Aldi lalu kembali pergi tanpa menoleh lagi ke arah Bella.


Bella yang menangis menjadi perhatian orang-orang.


"Gak, gak boleh seperti ini. Aku harus bisa merebut hati Aldi lagi. Aku gak mau dia mencintai orang lain. Dia hanya boleh mencintai aku." ucap Bella.


Kemudian dengan cepat Bella berlarian hendak mengikuti Aldi. Saat tiba di parkiran, Bella melihat Aldi tengah masuk taksi. Dengan cepat Bella masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti kemana perginya Aldi.


Taksi yang di tumpangi Aldi berhenti di toko bunga. Bella pun berhenti dan menatap Aldi dari jarak yang agak jauh. Karena Bella takut ketahuan.


Aldi terlihat membeli bouket bunga mawar merah, kemudian kembali masuk ke dalam taksi yang sedari tadi setia menunggunya. Taksipun kembali meluncur di tengah-tengah jalanan yang ramai akan mobil dan sepeda motor yang lalu lalang.


Taksi kembali berhenti di sebuah taman. Bella juga dengan sigap berhenti lalu dengan cepat membuntuti Aldi.


"Sebenarnya siapa wanita yang sudah bisa merebut hati Aldi untuk berpaling dari aku." ucap Bella seraya mengejar Aldi dengan hati-hati.


Sebelumnya Aldi sudah janjian dengan Hani untuk bertemu di taman. Tentu saja dengan izin dari Izzah dan Rayhan. Akhirnya Hani boleh keluar rumah.

__ADS_1


Jantung Hani berdegup kencang menunggu kedatangan laki-laki yang telah mencuri hatinya.


Aldi datang menghampiri Hani, lalu memberikan bouket bunga padanya. Pipi Hani merona merah karena malu. Namun tak bisa dibohongi, hati Hani tengah berbunga-bunga atas perlakuan Aldi.


Dari kejauhan Bella tengah berpikir keras siapa wanita yang sedang bersama Aldi.


"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu. Tapi dimana ya?" ucap Bella yang tampak berpikir.


Tak lama Bella pun menyadari bahwa wanita tersebut adalah adik dari Izzah.


"Sialan, gak kakak gak adik. Hobi banget merebut milikku." ucap Bella lalu mendekati Aldi dan Hani yang tengah duduk berdua.


Bella langsung menjambak rambut Hani saat tiba ditempat Aldi dan Hani tengah duduk.


"Ehhh wanita sok cantik. Aku heran sama kalian. Gak kakak gak adik, kok kalian hobi banget sih merebut milik orang lain." ucap Bella.


"Apa maksud mbak? Tolong mbak lepasin." ucap Hani.


Aldi yang kaget atas kedatangan Bella secara tiba-tiba berusaha melepaskan cengkraman tangan Bella.


"What are you doing Bell? Cepat lepasin." teriak Aldi.


Bella lalu melepaskan Hani kemudian segera memegang tangan Aldi.


"Eh dengerin kamu perempuan kampung. Jangan harap kamu bisa merebut Aldi dari aku. Kamu itu sama saja sama kakak kamu." ucap Bella.


Hani menatap Aldi lekat.


"Kak, jika kak Aldi sudah memiliki pasangan, kenapa kak Aldi malah mendekati saya." ucap Hani.


"Semuanya gak seperti yang kamu pikirkan Han." ucap Aldi.


"Maaf bang, selesaikanlah dulu masalah abang dengannya. Setelah itu abang boleh datang pada Hani." ucap Hani lalu pergi.


Aldi berusaha mengejar Hani, namun terhalang ileh Bella yang memegang tangannya.


"Lepasin aku Bell." ucap Aldi.


"Gak." teriak Bella. "Aku heran sama kamu dan Rayhan. Kenapa sih kalian malah milih wanita-wanita kampungan itu di banding aku."


"Jangan sampai aku kasar sama kamu Bell. Sudah aku katakan, aku udah gak mencintai kamu lagi. Jadi jangan lagi kamu ganggu aku. Dan satu hal yang perlu kamu tau, Izzah dan Hani itu wanita yang sangaaattt jauh lebih baik di banding kamu." hardik Aldi menghempaskan tangan Bella.


Aldi kemudian berusaha mengejar Hani, namun Hani sudah pulang. Sementara bunga yang diberikan Aldi teronggok di pinggir jalan. Aldi menghela nafas kasar.


"Ini semua karena Bella. Aarrrgggghhh." teriak Aldi.


Kemudian Aldi segera meluncur menuju rumah Rayhan dan Izzah.


Sementara itu Bella tampak marah besar.


"Awas saja, aku gak akan nyerah. Izzah boleh memiliki Rayhan. Tapi adiknya, gak akan pernah bisa memiliki Aldi." ucap Bella.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2