
Semua mata tertuju pada Rayhan yang berjalan bersama para polisi dan juga Mang Diman. Bella menatap Rayhan dengan lekat.
Ya ampun Ray, kamu tetap aja ganteng kayak dulu, gumam Bella.
Rayhan berjalan semakin mendekat ke arah Bella.
"Happy birthday Bell." ucap Rayhan.
"Thanks Ray, udah datang." balas Bella.
Pandangan Rayhan beralih pada Bu Mila yang terlihat ketakutan.
"Selamat malam Tante, apa kabar?" tanya Rayhan basa basi sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Se-se-selamat malam Ray, Tante baik. Mami kamu gimana?" balas Bu Mila gugup karena melihat pandangan polisi yang mengarah padanya.
"Alhamdulillah, Umi baik-baik saja sekarang." balas Rayhan.
"Rayhan, Om dengar Bu Ros mengalami kecelakaan. Om turut prihatin, dan maaf sampai saat ini, Om belum sempat menjenguk Mami kamu." ucap Pak Seno ikut nimbrung.
"Ya Ray, aku juga ikut prihatin. Aku dengar kabar dari Mama, kalau Tante Ros mengalami kecelakaan. Sampaikan salamku pada Tante Ros ya Ray." ucap Bella.
"Terima kasih atas perhatian kalian. Tapi sejujurnya Umi gak kecelakaan. Tapi dicelakai orang." ucap Rayhan memandang Bu Mila yang semakin terlihat ketakutan.
"Dicelakai? Apa maksud kamu Ray?" tanya Pak Seno.
"Sebenarnya Umi gak kecelakaan Om, ada orang yang mau mencelakai Umi."
"Apa?" seru Pak Seno yang terlihat terkejut, begitupun dengan Bella, ia tampak begitu terkejut.
Sementara Bu Mila raut wajahnya semakin terlihat ketakutan.
"Siapa orang yang mau mencelakai Tante Ros?" tanya Bella.
"Justru kami kemari mau menangkap orang yang sudah mencelaki Umi." jawab Rayhan.
Mang Diman tersenyum mendengar ucapan Rayhan. Sedangkan Pak Seno dan Bella tampang bingung.
"Maksud kamu orang itu ada disini? Ada diantara tamu-tamu ini?" tanya Pak Seno lagi.
__ADS_1
"Iya, dan bukan hanya itu orang tersebut juga orang terdekat Om." balas Rayhan.
Pak Seno terlihat berpikir, lalu menatap isterinya.
"Sudah Pak Polisi, cepat tangkap saja si Nenek Sihir itu." ucap Mang Diman menunjuk Bu Mila.
Semua tamu undangan yang hadir tampak serius memperhatikan peristiwa penangkapan Bu Mila yang terjadi di hadapan mereka.
"Bu Mila, mari ikut kami ke kantor sekarang juga. Bu Mila diduga menjadi dalang dibalik kasus penipuan dan upaya pelenyapan pada Bu Ros." ucap seorang polisi yang dengan segera memborgol tangan Bu Mila.
"Loh loh loh, sebentar dulu dong Pak, jangan asal main bawa aja isteri saya. Jelaskan dulu apa yang terjadi, dan mana surat perintah penahanan atas isteri saya." ucap Pak Seno yang berusaha menghalangi Polisi membawa paksa Bu Mila.
"Dengerin saya baik-baik Om, Tante Mila adalah pelaku dari semua kejadian buruk yang menimpa keluarga saya. Pertama Tante Mila yang membuat saya harus menikahi isteri orang. Kedua, Tante Mila jugalah yang menyebabkan Umi sampai stroke. Umi sama sekali tidak pernah mengalami kecelakaan, semuanya hanya akal-akalan Tante Mila." jelas Rayhan.
"Gak mungkin, semuanya pasti bohongkan Ma." ucap Bella menatap Bu Mila.
"Aduh Pak Polisi, sudah bawa saja si Nenek Sihir ini." celetuk Mang Diman.
Polisi menyerahkan surat penangkapan Bu Mila pada Pak Seno. Pak Seno kemudian menatap isterinya tajam.
"Ayo Ma, bilang sama Papa kalau semua ini gak benar. Bilang kalau Mama tidak melakukan semuanya." bentak Pak Seno pada Bu Mila.
"Ayo jawab Mila..." teriak Pak Seno.
"Iyaaaa." jawab Bu Mila teriak. "Memang Mama yang sudah ngelakuin semuanya. Mama yang sudah mencelakai si Ros itu. Mama juga yang menipu Rayhan agar menikahi wanita itu." lanjut Bu Mila berurai air mata.
Bella tampak terkejut, sementara Pak Seno meremas rambutnya.
"Tapi kenapa Ma?" lirih suara Bella bertanya.
"Mama lakuin semuanya karena kamu sayang." jawab Bu Mila.
"Aku...!" seru Bella.
"Iya, kamu. Mama sakit hati sama keluarganya Rayhan. Gara-gara dia, Mama harus berpisah sama kamu. Papa kamu harus ngirim kamu ke Jerman dan Mama gak terima itu." tangis Bu Mila.
Bella memeluk Bu Mila yang tangannya sudah terborgol.
"Tapi gak gini juga caranya Ma." ucap Pak Seno.
__ADS_1
"Terus Mama harus gimana hah? Mama harus diam aja saat dipisahkan sama anak kesayangan Mama. Papa sebagai orang tua bukannya belain anak sendiri malah ngejauhin anak dengan mengirimnya jauh dari orang tuanya sendiri. Mama sebenarnya benci sama Papa." ungkap Bu Mila.
"Ya Tuhaann..." seru Pak Seno meremas rambutnya.
"Asal kamu tahu Rayhan, saya tidak akan pernah menyesali perbuatan saya. Paling tidak isterimu Izzah itu pernah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati suami sendiri. Dan aku jamin kamu juga pasti sudah meniduri si Ana itu. Karena kamu termasuk lelaki hidung belang."
"Heh Nenek Sihir, tutup mulut kamu. Mau saya masukin cabe sekilo biar kamu diam." balas Mang Diman, semnentara Rayhan hanya tersenyum.
"Diam kamu gembel. Satu hal lagi, aku yakin si Rosita itu akan selamanya lumpuh karena dosis obat yang aku kasih itu tinggi. Hahahaha."
"Astaghfirullah Ma, kenapa kamu jadi begini." ucap Pak Seno mengguncang tubuh Bu Mila.
"Kenapa? Hah. Ini semua juga karena Papa yang lembek." balas Bu Mila.
Pak Seno terlihat emosi.
"Cukup sudah." teriak Pak Seno. "Karmila binti Efendi, mulai hari ini dihadapan semua orang disini menjadi saksi, aku ceraikan kamu dengan talak tiga langsung, jika ada yang namanya talak seribu sekalian saja talak seribu. Aku tak sudi lagi mempunyai isteri seperti kamu. Aku sudah cukup sabar menghadapi sikap kamu." ucap Pak Seno yang membuat tamu undangan menganga.
Bu Mila yang tadinya tampak angkuh, tiba-tiba hampir jatuh jika tidak segera dirangkul oleh dua orang polisi yang berada disampingnya.
"Paa..." lirih ucapan Bu Mila.
"Silahkan bawa wanita ini sekarang juga keluar dari rumah saya Pak Polisi." ucap Pak Seno.
Polisi pun bergerak menggandeng Bu Mila keluar rumah menuju mobil Polisi yang terparkir di depan rumah Pak Seno.
"Semuanya, saya mohon maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi. Dan maaf sebelumnya saya minta kalian semua untuk pulang sekarang juga." ucap Pak Seno pada tamu-tamu undangan yang hadir.
Satu persatu tamu undangan keluar dari rumah Pak Seno. Bella terlihat menangis, sementara Rayhan dan Mang Diman masih berdiri disaming Pak Seno.
"Rayhan, tolong maafkan saya. Karena saya tidak bisa mendidik isteri dan anak saya. Mereka berdua telah menyakiti kamu dan keluarga kamu." ucap Pak Seno mengatupkan tangannya dihadapan Rayhan.
"Sudahlah Om, semuanya sudah terjadi. Bu Mila harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya harap Om Seno tabah mengahadapi semuanya. Dan tolong look for Bella." ucap Rayhan sambil menunjuk Bella.
Pak Seno mengangguk.
"Kalau gitu kami permisi dulu Om. Assalamualaikum." ucap Rayhan.
"Waalaikumsalam." balas Pak Seno.
__ADS_1
Rayhan dan Mang Diman lalu pergi dari rumah Pak Seno.