Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
CINTA ALDI


__ADS_3

Sejak kejadian Rayhan datang ke rumah Bella, Bella lebih banyak mengurung diri di kamar. Dia terlihat uring-uringan, dia memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak di kirim ayahnya ke Jerman.


"Sekarang aku harus gimana? Aku gak mau pergi ke Jerman. Pokoknya aku harus bisa bujuk papa agar gak ngirim aku kesana." ucap Bella.


Bella lalu turun ke bawah menemui papanya setelah membasuh wajahnya yang terlihat begitu lelah.


"Pa..." ucap Bella menghampiri pak Seno yang tengah duduk di ruang keluarga menonton acara berita di televisi.


"Kenapa? Kalau kamu cuma mau membujuk papa untuk merubah keputusan papa, lebih baik kamu balik lagi ke kamar kamu. Karena papa gak akan merubah keputusan papa."


Bella menghela nafas panjang. Lalu duduk di samping pak Seno yang fokus menatap televisi.


"Pa, Bella mohon. Kasih Bella kesempatan untuk berubah pa. Kalau Bella tetap gak bisa jadi seperti yang papa mau, papa boleh kirim Bella ke Jerman. Please pa kali ini aja. Bella janji kalau Bella pasti akan berubah." ucap Bella.


Pak Seno lalu melepas remote yang ada di tangannya, menaruhnya diatas meja. Lalu menatap Bella dengan lekat.


"Sayang, sebenarnya papa juga gak mau kamu pergi. Tapi papa lelah, papa malu dengan kelakuan kamu. Papa mau ngirim kamu ke luar negeri agar kamu bisa berubah, agar kamu bisa jauh dari Rayhan. Cinta yang kamu punya untuk Rayhan, membutakan mata hati kamu. Papa kecewa sama kelakuan kamu Bell." ucap pak Seno.


"Maafin Bella pa." balas Bella dengan menunduk.


Pak Seno lalu mengelus kepala Bella dengan lembut.


"Baiklah, papa akan kasih kamu kesempatan sekali lagi, untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar bisa berubah. Tapi ingat, sekali saja kamu melakukan kesalahan. Papa gak akan segan-segan mengirim kamu ke Jerman."


"Makasih pa, Bella janji gak akan sia-siain kesempatan yang papa kasih. Kalau papa mau Bella bakal lanjutin pendidikan S2 Bella disini aja."


"Ya udah kalau itu mau kamu. Ingat pesan papa, lupain laki-laki yang tidak mencintai kamu. Buat diri kamu bahagia, carilah pasangan yang tulus mencintai kamu. Laki-laki yang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan kamu." pesan pak Seno.


Bella lalu memeluk pak Seno dengan erat, menyalurkan rasa sayang terhadap lelaki yang amat dicintainya.


***********************************


Aldi tengah bersiap-siap menuju rumah Rayhan. Karena Rayhan memintanya untuk datang kerumahnya. Dalam perjalanan menuju rumah Rayhan, mobil yang dikendarai Aldi berhenti di lampu merah. Tiba-tiba pandangan Aldi fokus pada sesosok wanita yang berada di dalam mobil sebelah mobilnya.


Kaca mobil tersebut terbuka lebar, membuat raut wajah wanita tersebut terpampang jelas dilihat Aldi.


"MasyaAllah, cantik sekali dia." ucap Aldi tetap fokus menatap wanita tersebut.

__ADS_1


Tak lama lampu berubah hijau, membuat mobil-mobil dan sepeda motor yang berhenti mulai melaju. Namun Aldi masih saja belum menjalankan mobilnya. Membuat antrian di belakang mobilnya berteriak-riak dan mengklakson supaya Aldi segera pergi. Aldi pun dengan segera melajukan mobilnya.


Tiba di rumah Rayhan, Aldi segera masuk setelah dibukakan pintu oleh bu Inah.


"Silahkan masuk, Tuan Rayhan dan Nyonya Izzah sudah menunggu di dalam." ucap bi Inah.


Aldi lalu mendekati Rayhan yang tengah duduk di ruang keluarga.


"Hai Ray...." sapa Aldi.


"Hay Al. How are you?" tanya Rayhan.


"Iam really good. Where is Izzah?" balas Aldi.


"Izzah lagi di dapur, lagi nyiapin makanan. Bentar lagi orang tuanya dari kampung bakalan sampai." ucap Rayhan.


Aldi lalu menceritakan kejadian di lampu merah saat dia melihat gadis di dalam mobil tadi. Rayhan tertawa mendengar peenuturan Aldi. Tak lama Izzah pun keluar dari dapur membawa cemilan.


"Wah it look delicious." ucap Aldi saat Izzah meletakan nampan berisi dua potong strawberry chesse cake masing-masing di atas piring kecil


Izzah tersenyum lalu berucap, "Enjoy it. I hope you like."


Tengah asyik menikmati cake buatan Izzah, tiba-tiba bi Inah masuk dengan menenteng sebuah tas.


"Ayah." pekik Izzah menatap pak Haris yang berdiri bersama bu Novi dan Hani.


Sementara Aldi terbelalak melihat gadis yang tadi di lihatnya di lampu merah. Aldi kemudian menarik baju Rayhan.


"Ray, Ray. Who is that?" tanya Aldi.


"Ooh itu keluarganya Izzah. Itu pak Haris ayahnya Izzah, yang itu bu Novi ibu nya Izzah. Sementara gadis itu namanya Hani, adik Izzah." jawab Rayhan.


Aldi terlihat tak percaya atas apa yang dilihatnya.


"Imposibble. Is is true that girl is Izzah sister?" tanya Aldi lagi.


"Definetly sure. She is Izzah sister. What happen? Kamu kok terlihat gak percaya." ucap Rayhan.

__ADS_1


"Remember the story I've told you. Gadis yang aku lihat di lampu merah. Itu dia..." balas Aldi.


"Oww I know. Kamu pasti jatuh cinta langsung saat pertama kali melihat dia." ucap Rayhan.


Aldi tersenyum, terlihat rona bahagia di wajahnya.


Hani yang sedari tadi tahu dirinya diperhatikan Aldi merasa canggung. Hani lebih banyak menunduk, atau sesekali ikut nimbrung dengan obrolan pak Haris dan Izzah.


Kini Hani dan bu Novi sudah menjadi orang yang lebih baik. Mereka sudah bersikap lebih baik pada Izzah. Izzah sangat bahagia atas perubahan mereka.


Rayhan lalu mendekati mereka. Bersalaman dengan mertua serta adik iparnya.


"Ayah sama Ibu istirahat aja jika lelah. Hani juga sana gih masuk kamar. Pasti lelah kan." ucap Izzah.


"Gak kok Kak Izzah, Hani gak begitu lelah." balas Hani.


"Kalau gitu, ayah sama ibu ke kamar duluan ya. Mau istirahat dulu." ucap pak Haris. "Mari nak Rayhan." lanjut pak Haris.


Izzah dan Rayhan mengangguk, kemudian Izzah mengajak Hani untuk duduk bersama di ruang keluarga.


"Al, kenalin ini adik ipar aku Hani." ucap Rayhan.


Aldi dan Hani lalu bersalaman, mereka saling tatap begitu lama.


"Hemm...hem...." ucap Rayhan.


Pipi Hani bersemu merah karena malu.


"Kak, Hani ke kamar aja ya. Mau istirahat." ucap Hani dengan cepat lalu berjalan menuju kamarnya.


"Loh tadi katanya..." ucap Izzah dipotong Rayhan.


"Sayang mungkin Hani beneran lelah. Biarkan dia istirahat." ucap Rayhan.


Aldi memandang kepergian Hani dengan serius. Membuat Rayhan dan Izzah tersenyum geli melihat Aldi.


Sebelumnya Izzah dan Rayhan telah menghubungi pak Haris. Mengajak mereka semua tinggal di Jakarta. Awalnya pak Haris menolak dengan alasan tidak betah berada di kota. Namun saat Izzah memberi tahu pak Haris soal kehamilannya. Pak Haris pun akhirnya setuju untuk pindah ke rumah Izzah.

__ADS_1


Sejak saat itu Aldi jadi intens bertemu Hani. Hampir tiap hari Aldi datang ke rumah Rayhan dan Izzah. Membuat Izzah semakin yakin jika Aldi jatuh cinta pada Hani.


__ADS_2