
Acara peresmian hotel pun dimulai. Para tamu undangan duduk dengan posisi mengitari meja bundar. Masing-masing meja terdapat empat buah kursi. Rayhan dan Izzah duduk bersama mang Diman dan bi Asih. Sementara Intan dan Ifan duduk bersama tamu undangan yang lain. Bella dan bu Ros duduk bersama orang tua Bella.
Setelah acara dimulai dengan persembahan pertunjukan tari-tarian dan nyanyian, pembawa acara akhirnya mempersilahkan Rayhan selaku presdir Wijaya Group untuk naik ke atas panggung untuk berbicara sepatah dua patah kata untuk meresmikan hotel.
Bella ikut berdiri saat nama Rayhan disebut. Rayhan berdiri bersiap naik ke atas panggung. Bella tersenyum ke arah para tamu undangan, berharap Rayhan akan menghampirinya dan mengajaknya naik ke atas panggung.
Rayhan berdiri lalu menyodorkan tangannya ke arah Izzah. Izzah terlihat kikuk karena semua tamu melihat ke arah mereka berdua.
"Ayo ikut abang." ajak Rayhan.
"Serius abang ngajak Izzah? Kenapa gak Bella aja bang, dia lebih pantas."
"Sudah ayo ikut." memaksa Izzah.
"Udah ikut aja neng, coba mamang yang diajak pasti mamang langsung mau. Kapan lagi naik panggung diliatin orang banyak berasa kayak selebritis." ucap mang Diman terkekeh.
"Isshh si bapak aya-aya wae." ucap bi Asih.
"Apa Izzah pantas bang?" tanya Izzah lagi.
__ADS_1
"Ayolah sayang, gak enak udah ditungguin." ucap Rayhan sembari memegang tangan Izzah menuntunnya untuk berdiri.
Izzah akhirnya ikut berdiri dan berjalan beriringan dengan Rayhan. Bella yang melihat mereka lewat dihadapannya menghadang Rayhan.
"Aku harus ikut naik ke panggung. Karena akulah yang sebenarnya menemani kamu. Aku yang isteri sah kamu dimata hukum, bukan dia." menunjuk Izzah.
"Terserah kau saja." ucap Rayhan seraya berjalan namun tangannya tetap menggenggam erat tangan Izzah.
Bella mengekor dibelakang mereka dengan wajah cemberut. Orang tua Bella semakin tak terima atas perlakuan Rayhan terhadap Bella.
"Ehh Ros kok anak kamu jadi begitu sama anak aku?" tanya pak Seno.
"Terus kamu gak ada cara gitu buat pisahin mereka?" tanya bu Mila ikut nimbrung.
"Ada. Kalian tunggu saja nanti, akan aku beri pelajaran buat wanita kampung itu." tersenyum licik.
Rayhan mulai berbicara di atas panggung. Izzah berdiri disebelah kanan Rayhan, sementara Bella berdiri disebelah kiri Rayhan.
"Assalamualaikum, selamat malam semuanya. Terima kasih karena telah hadir dalam acara peresmian hotel terbaru Wijaya Group."
__ADS_1
Rayhan berbicara panjang lebar sambil tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan Izzah.
"Pembangunan hotel ini tak lepas dari peran penting isteri tercinta saya. Karena dialah yang menjadi kekuatan saya selama ini."
Bella tersenyum bangga sambil mengatupkan tangannya ke arah tamu undangan.
"Terima kasih sayang, sudah hadir dalam hidupku." ucap Rayhan sambil mencium tangan Izzah.
Bella murka, dengan kasar dia menarik tangan Rayhan.
"Apa-apaan sih kamu, kenapa malah Izzah yang kamu perkenalkan ke semua orang bukannya aku. Kamu mau buat aku malu?" ucap Bella.
"Siapa suruh kamu ikut naik ke panggung. Kamu sendiri sudah tau kalau aku cintanya sama Izzah, bukan kamu."
Bella kecewa lalu turun dari atas panggung. Rayhan melanjutkan bicaranya.
"Sekali lagi terima kasih untuk semua orang yang sudah bekerja keras dalam pembangunan hotel ini. Untuk itu mulai malam ini hotel ini resmi saya buka." ucap Rayhan.
Kemudian berjalan menuju sebuah replika pintu yang sudah diberi pita panjang warna merah. Rayhan lalu menuntun Izzah memegang gunting. Mereka berdua kemudian menggunting pita tersebut sebagai tanda hotel resmi dibuka untuk umum.
__ADS_1