Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
PERLAWANAN IZZAH


__ADS_3

Pagi ini cuacanya begitu cerah. Rayhan bangun lebih awal bersiap untuk pergi ke kampung Izzah untuk yang pertama kalinya. Rayhan tidak memberi tahu Izzah bahwa dia akan berangkat pagi ini. Rayhan hanya menghubungi Rina, menanyakan kabar Izzah dan pak Haris.


Rina lalu mengirim sebuah foto pada Rayhan. Foto tersebut menunjukkan Izzah tengah berbicara dengan dua orang perempuan. Dalam keterangan foto tersebut Rina menulis "Nona Izzah tengah mengobrol dengan ibu tirinya (bu Novi) dan adiknya (Hani).


Rayhan memperhatikan dengan serius gambar bu Novi dan Hani.


[Apa mereka bersikap baik dengan istriku?] pesan balasan Rayhan.


[Jika mereka pikir saya sedang tidak ada, mereka sering memerintah Nona Izzah, Tuan. Kadang menyuruh Nona Izzah untuk mengambilkan mereka sesuatu, bahkan barusan saya mendengar bu Novi meminta sejumlah uang pada Nona Izzah Tuan.] balas Rina.


Sial, umpat Rayhan. Tunggu saja nanti, akan ku balas perbuatan kalian karena telah menyakiti isteri ku, gumam Rayhan.


[Awasi terus mereka.]


[Baik Tuan.] balas Rina


Rayhan lalu berangkat menuju kampung Izzah dengan menyetir sendiri mobilnya. Awalnya dia berniat untuk memakai sopir. Namun Rayhan pikir akan lebih baik nantinya saat kembali ke Jakarta, dia bisa duduk menyetir bersama dengan Izzah disampingnya.


"Izzah, ibu minta uang. Di kulkas udah gak ada makanan." ucap bu Novi dengan enteng.

__ADS_1


Izzah yang tengah duduk santai meminum kopi sambil menatap layar ponselnya, tanpa basa basi langsung membuka dompetnya. Lalu memberikan lima lembar uang berwarna merah pada bu Novi.


"Aduuh Zah, mana cukup uang segini buat belanja sayur mayur serta isi kulkas dan yang lainnya. Tambahin lagi dong." rengek bu Novi.


Izzah hanya diam tak menggubris, dia tetap fokus pada layar ponselnya.


"Yee dibilangin malah diam aja. Ayo cepetan kasih ibu uangnya, keburu pasarnya tutup. Aku juga mau beli baju baru buat acara reunian sama teman sekolah aku. Jadi lebihin uangnya." tambah Hani yang sejak tadi berdiri dibelakang bu Novi.


Izzah lalu memandang Hani kemudian tersenyum sinis.


"Ngapain senyum-senyum, ayo cepetan mana uangnya sini." gertak Hani.


"Ehh kamu kok gak sopan banget sama ibu. Ibu minta uangnya ditambahin kamu malah diam aja sambil senyum lagi. Kamu ngejek ya?"


Izzah tetap diam tak sedikitpun bergerak.


"Gitu banget kamu Zah sama ibu. Padahal ibu cuma minta lebih aja." ucap bu Novi.


"Tau tuh sok kaya banget kamu jadi orang. Padahal kamu kan cuma sebagai wanita simpanan dari laki-laki kaya." tambah Hani.

__ADS_1


"Jaga mulut kamu Hani. Jangan kamu asal bicara." ucap Izzah.


"Emang bener kan kamu itu pelakor." balas Hani.


Plakk!


Izzah menampar Hani dengan keras.


"Sudah aku katakan, jaga mulut kamu." teriak Izzah.


Bu Novi kemudian menarik Hani agar mundur.


"Kamu Zah cuma gara-gara uang sampai harus nampar Hani. Jangan gitu dong, kasihan Hani." ucap bu Novi. Baru juga dimintain lebih sudah main kasar aja." lanjutnya.


Izzah benar-benar tampak tak perduli dengan bu Novi dan Hani. Dia melenggang pergi begitu saja tanpa bicara pada keduanya. Hani semakin sakit hati dengan sikap Izzah.


Rina yang sedari tadi berdiri menatap Izzah dari jauh ikut tersenyum.


"Hebat." gumam Rina.

__ADS_1


__ADS_2