Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
BUKTI KESALAHAN BU ROS


__ADS_3

Semua orang berkumpul di rumah mang Diman. Rayhan duduk disamping Izzah sambil memegang erat tangan Izzah diruang tamu. Bu Ros dan Bella duduk berdampingan. Mang Diman terlihat mondar mandir. Bi Asih tengah sibuk menyiapkan minuman di dapur.


Sementara Ifan, Intan, Lisa dan dokter Harun memilih duduk di teras rumah mang Diman. Mereka semua tengah menanti kedatangan orang suruhan Rayhan.


Tak lama sebuah mobil berhenti didepan rumah mang Diman. Dua orang laki-laki berjas hitam dan seorang perempuan mengenakan seragam pelayan hotel turun dari dalam mobil.


Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam rumah mang Diman. Semua orang berkumpul didalam. Bi Asih keluar membawa nampan berisi jus jeruk. Intan dengan sigap membantu bi Asih membagikan pada orang-orang yang ada diruang tamu.


Wajah bu Ros seketika pucat melihat pelayan wanita itu. Sementara dua orang laki-laki itu tengah sibuk mengutak-atik laptop yang mereka bawa dan memasang proyektor untuk memperlihatkan sebuah video. Tembok rumah mang Diman pun disulap menjadi layarnya.


"Tolong matikan lampunya." ucap salah seorang dari laki-laki itu.


Dengan sigap mang Diman mematikan saklar lampu yang menempel didinding.


Sebuah video diputar. Terlihat bu Ros berjalan menuju sudut ruangan tempat acara peresmian hotel dilaksanakan.

__ADS_1


Adegan demi adegan terlihat jelas, sampai saat bu Ros memberikan sebotol air mineral pada pelayan wanita itu yang lalu memberikannya pada Izzah.


Semua orang terlihat serius menonton video itu.


Sementara bu Ros terlihat semakin gugup.


Bagaimana ini? Aku ketahuan. Apa Rayhan benar-benar akan memenjarakan aku? Ah sial, ini semua gara-gara wanita kampungan itu.


Video kedua diputar. Terlihat Izzah memasuki toilet, lalu disusul bu Ros. Tak berselang lama bu Ros keluar dari toilet. Jeda waktu sepuluh menit terlihat bi Asih masuk ke toilet, lalu kembali keluar.


Semua orang menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Rayhan kemudian berdiri setelah mencium tangan Izzah.


"Mami gak bisa mengelak lagi, bukti cctv telah menunjukkan semuanya. Mami memberikan wanita ini air mineral yang disinyalir telah diracuni. Lalu wanita ini memberikan air itu kepada Izzah." ucap Rayhan dengan lantang.


"Ya, mami memang benar memberikan dia air mineral. Karena memang itu yang Izzah pesan sama pelayan itu." ucap bu Ros gusar. "Tapi gak serta merta juga kamu nuduh air yang mami kasih itu mengandung racun." sambung bu Ros.

__ADS_1


"Sudah jangan mengelak lagi." teriak Rayhan. "Rayhan memang tidak bisa membuktikan kalau air yang mami kasih ke Izzah itu mengandung racun atau tidak. Tapi yang jelas, yang terakhir kali masuk ke perut Izzah adalah air yang mami kasih. Jika Izzah keracunan dengan makanan atau minuman yang lainnya, berarti Rayhan dan semua orang yang hadir di acara peresmian hotel itu pasti juga akan mengalami keracunan bahkan juga mami, karena makanan yang Izzah makan sama dengan makanan yang kita semua makan."


Bu Ros gelagapan, wajahnya berubah pucat. Sementara Bella hanya menunduk. Berharap bu Ros tidak akan menyeretnya masuk ke dalam masalah ini.


"Satu hal lagi." ucap Rayhan. "Setelah orang-orang Rayhan memeriksa dan menggali informasi dari OB yang membersihkan toilet tempat Izzah terjatuh itu, ternyata terdapat tumpahan sejenis minyak atau lebih tepatnya baby oil di depan pintu bilik toilet yang Izzah masuki. Dan mami lah satu-satunya orang yang patut dicurigai telah menumpahkan baby oil itu untuk mencelakai Izzah." ucap Rayhan kembali.


"Jahat pisan kau Lampir." celetuk mang Diman.


Bi Asih mencubit pinggang mang Diman.


"Kenapa atuh ibu cubit-cubit. Memang benar si Lampir ini jahat pisan, padahal teh neng Izzah sedang mengandung cucunya dia. Kenapa malah dicelakakan atuh neng Izzah nya. Dasar gelo." lanjut mang Diman.


"Diam kamu Diman." teriak bu Ros.


"Mami yang diam." teriak Rayhan. "Karena semuanya sudah terbukti kalau mami lah penyebab celakanya Izzah, sekarang juga mami ikut Rayhan ke kantor polisi." ucap Rayhan sambil menarik tangan bu Ros.

__ADS_1


Bella dan yang lainnya hanya diam tak tau harus berbuat apa melihat Rayhan yang dengan kasar menyeret tangan bu Ros.


__ADS_2