
Orang-orang suruhan Rayhan mulai datang menata rumah Izzah supaya lebih luas untuk tempat duduknya orang-orang yang nanti datang untuk syukuran atas rumah Izzah.
Sementara Izzah dan Lisa hanya duduk menatap para pekerja yang tengah sibul mengatur ruangan.
Pak Haris terlihat tengah mengobrol bersama Rayhan dan dokter Harun.
"Apa gak ada yang bisa kita kerjain?" tanya Izzah. "Masa kita cuma duduk-duduk gini." sambungnya.
"Kamu tinggal duduk manis aja, ini perintah Rayhan. Pertama karena kamu masih dalam proses pemulihan pasca operasi. Kedua, memang sudah ada pekerja yang Rayhan suruh untuk mengatur semuanya. Jadi kamu gak perlu repot-repot mikirin apa-apa lagi." ucap Lisa.
"Ya udah deh Lis, kalau gitu kita lihat sekeliling rumah aja yuk." ajak Izzah.
"Ayo." timpal Lisa.
Mereka berduapun berkeliling melihat-lihat rumah Izzah. Terdapat tiga kamar tamu dan satu kamar utama yang terletak di lantai atas. Ada taman bunga dihalaman belakang, lengkap dengan kolam ikan.
Tepat disisi kiri rumah ada kolam renang bernuansa biru dengan satu kolam utama berukuran sedang, dan satu kolam kecil dengan air panas.
__ADS_1
Izzah begitu takjub dengan desain rumahnya. Ternyata Rayhan begitu detail dalam memperhatikan semua keinginan Izzah. Termasuk dengan dibangunnya sebuah gazebo tepat diatas kolam ikan.
Izzah pernah berkata pada Rayhan. Jika nantinya mereka punya rumah, Izzah ingin memiliki taman bunga lengkap dengan kolam ikan dan sebuah gazebo diatasnya. Agar ia bisa dengan leluasa bermain air sambil memberi makan ikan-ikannya.
Tak terasa adzan magrib berkumandang. Semua orang tengah bersiap-siap untuk shalat. Namun hanya Izzah yang tak ikut karena dia masih dalam masa nifas. Akhirnya setelah berdebat mang Diman lah yang ditunjuk sebagai imam shalat.
Awalnya pak Haris yang diminta menjadi imam, namun dengan halus pak Haris menolak karena merasa sungkan. Jadi pak Haris menunjuk mang Diman.
Setelah shalat magrib selesai, para tamu mulai berdatangan. Acara syukuran pun dimulai. Lantunan zikir dan doa-doa dipanjatkan. Izzah terlihat terharu.
Terima kasih untuk kebahagiaan ini ya Allah, gumam Izzah.
Pagi ini pak Haris akan kembali ke kampung. Rayhan telah menyiapkan mobil serta sopir untuk mengantar pak Haris. Dengan berat hati Izzah melepaskan ayahnya.
"Jaga diri baik-baik ya nak. Ingat selalh untuk kabari ayah." ucap pak Haris.
"Pasti ayah." jawab Izzah.
__ADS_1
Pak Haris kemudian berpesan pada Rayhan.
"Nak Rayhan, ayah pulang dulu. Ayah titip Izzah ya, jaga dia baik-baik, dan selalu ingat akan janji yang telah kau ucapkan semalam." ucap pak Haris.
"Insyaallah pak, saya akan menepati janji saya." ucap Rayhan seraya mencium tangan pak Haris.
Pak Haris kemudian masuk ke dalam mobil. Mobilpun melaju meninggalkan kediaman Izzah. Pak Haris membuka kaca jendela mobil, lalu melambaikan tangan pada Izzah dan Rayhan yang tengah berdiri memandang kepergiannya.
Rayhan dan Izzah lalu melambaikan tangan pada pak Haris, sampai mobil yang ditumpanginya hilang dalam pandangan mata.
"Terima kasih bang." ucap Izzah.
"Tidak perlu berterima kasih sayang. Sudah tugasku sebagai seorang suami untuk membahagiakan isterinya." balas Rayhan.
Izzah lalu memeluk Rayhan erat.
"Sayang jangan disini, malu dilihat tetangga, didalam saja yuk." goda Rayhan.
__ADS_1
"Iihh abang ada-ada aja." balas Izzah lalu meninggalkan Rayhan masuk ke dalam rumah.
"Sayang tunggu abang." teriak Rayhan menyusul dibelakang Izzah.