
Acara syukuran atas kembalinya Rayhan pun digelar. Dimulai dari pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an. Hingga pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang Ustad yang sengaja diundang Rayhan dan keluarga.
Hampir semua anggota keluarga serta kerabat sahabat Rayhan hadir. Tak terkecuali Bu Mona dan Romi. Namun sepanjang acara berlangsung, keduanya tampak memasang muka masam.
Tepat ketika acara syukuran telah usai, para tamu undangan sudah meninggalkan Rumah Rayhan. Bu Mona menghampiri Rayhan yang tengah duduk bersama Izzah, Bu Ros dan kedua anaknya di ruang keluarga. Sementara Romi sudah lebih dahulu meninggalkan kediaman Rayhan.
"Loh kamu belum pulang Mon?" tanya Bu Ros.
"Belum Mbak, ada yang mau saya bicarakan dengan Rayhan." jawab Bu Mona.
Rayhan yang tengah bermain ponsel bersama Arka dan Arsha sontak menatap Bu Mona.
"Ada apa ya Tante? Mau bicara apa?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Tante gak mau bertele-tele. Pokoknya Tante mau minta ganti rugi.
"Ganti rugi!" seru Rayhan. "Dalam hal apa ya Tant?' ucap Rayhan kembali bertanya.
"Romi sudah terlalu banyak berkorban buat Izzah dan anak-anak kamu. Romi sudah rugi waktu, tenaga, bahkan cintanya dia korbankan demi bisa bersatu dengan Izzah. Tapi ternyata pengorbanannya sia-sia. Bahkan tidak kalian hargai sama sekali. Setelah kamu kembali, Romi dilupakan begitu saja." ucap Bu Mona berapi-api.
Rayhan melihat ke arah Izzah yang mengerutkan dahi.
Tiba-tiba Rayhan terbahak, sementara Izzah dan Bu Ros saling tatap.
"Tante...Tante, gak Tante, gak Romi ternyata sama-sama bermuka dua. Didepan saja terlihat baik, padahal semua yang dilakukan hanya kamuflase untuk meraup keuntungan sendiri. Untung saja Allah mengizinkan aku untuk kembali tepat waktu sebelum Romi dan Izzah menikah. Coba kalau tidak.... hemmmm Tante sama Romi sama-sama suka jadi benalu." lanjut Rayhan dengan senyum mengejek.
"Apa kamu bilang? Apa maksud kamu ngatain Tante dan Romi benalu? Hah!" teriak Bu Mona.
__ADS_1
"Memang kenyataannya begitu. Tante pikir aku gak tau sejak dulu Tante selalu saja meminta ini itu pada Umi. Tante itu bak parasit yang nempel ditubuh Umi. Menggerogoti Umi biar bisa memberi apapun yang Tante mau dengan alasan kalian berdua bersaudara. Nah sekarang Romi mau jadi Papa dari anak-anakku, alasannya apalagi kalau bukan ingin menguasai hartaku."
"Jangan sembarangan bicara kamu, aku tidak pernah meminta apapun sama Mama kamu itu. Demi Tuhan aku...."
"Cukup Mona." teriak Bu Ros. "Jangan bawa-bawa nama Tuhan. Semua yang dikatakan Rayhan itu benar. Sejak dulu kau seperti memanfaatkan kebaikanku yang selalu menuruti kemauan kamu. Sekarang ternyata Romi juga begitu. Bahkan aku masih ingat saat kamu memintaku untuk mengizinkan Romi untuk menjalankan perusahaan Rayhan. Aku mau menikahkan Izzah dengan Romi juga karena desakan dari kamu. Kamu meyakinkan aku bahwa Romi akan menjadi Papa yang baik untuk Arka dan Arsha. Sudah cukup Mona, hentikan semuanya." ucap Bu Ros panjang lebar.
"Sudah kalian gak usah banyak omong. Sekarang aku cuma minta kalian ganti rugi." ucap Bu Mona dengan nada membentak.
"Urat malu Tante benar-benar udah putus ya? Atas dasar apa Tante sampai minta ganti rugi? Apa anak-anakku sudah merugikan Romi dengan meminta mainan padanya? Kalau cuma itu baik, tenang saja akan aku bayar. Melebihi yang sudah Romi keluarkan. Hemmm kasihan sekali kalian." balas Rayhan dengan senyum mengejek.
"Gak perlu Ray, buat apa kamu keluarin uang buat mereka. Umi sudah terlalu banyak memberi Tante mu itu lebih dari yang pernah diberikan Romi pada Arka dan Arsha." ucap Bu Ros.
"Dan kamu Mona, cepat pergi dari rumah ini sekarang juga. Demi Allah, aku tidak menyangka bisa punya adik sepertimu. Pergi sekarang juga sebelum ku panggilkan satpam untuk mengusirmu. Dan ingat jangan pernah menginjakkan kakimu ke rumah ini sebelum kamu bisa berubah menjadi Mona yang dahulu aku kenal." lanjut Bu Ros.
__ADS_1
"Baik, aku akan pergi. Awas saja kalian semua." balas Bu Mona seraya berjalan keluar rumah.
Izzah mengela nafas panjang , ia sama sekali tak menyangka bahwa sikap yang ditunjukkan Bu Mona dan Romi hanyalah palsu. Yang membuat hati Izzah miris. Ternyata kebaikan Romi pada Arka dan Arsha hanyalah sandiwara.