
Sinar mentari yang begitu hangat menyambut pagi yang indah hari ini. Izzah bersiap-siap menuju kantor. Untuk pertama kalinya hari ini dia ke kantor dengan menyetir sendiri. Setelah beberapa hari Rina mengajarinya menyetir mobil atas suruhan Rayhan. Izzah memacu kendaraan ke kantor dengan hati-hati. Sesampai diparkiran dia bertemu dengan Bella yang juga tengah memarkirkan mobilnya.
"Selamat pagi Izzah..." sapanya.
"Selamat pagi Bell. Tumben ke kantor sepagi ini." balas Izzah.
"Ya nih. Aku mau ngasih Rayhan kejutan. Aku mau ngasih dia jam tangan baru ini, biar lebih modis. Jam tangan yang sering dia pakai jelek banget. Aku heran kok dia mau ya pakai jam kayak gitu." jelas Bella.
Huh, Izzah menghela nafas. Jam yang dipakai Rayhan itukan pemberian dariku, gumam Izzah dalam hati.
"Aku duluan yaa Zah. Bye." sambung Bella.
"Bye..." ucap Izzah.
Sementara dalam ruangan Rayhan, Lisa tengah menangis. Lisa tengah curhat kepada Rayhan atas hubungannya dengan Rudi kekasihnya yang juga merupakan teman Rayhan.
"Ray, aku gak sanggup lagi. Rudi jahat banget Ray. Aku pikir selama ini dia baik Ray, nyatanya dia selingkuh dibelakang aku Ray. Kemarin aku nemuin dia lagi berdua di hotel sama cewek lain Ray. Padahal kita udah mau nikah Ray." ucap Lisa dengan penuh air mata.
__ADS_1
"Yang sabar yaa Lis. Biar nanti aku omongin sama Rudi. Kamu tenang dulu." ucap Rayhan menenangkan Lisa.
"Gak perlu diomongin lagi Ray. Dia bukannya belain aku saat bertengkar dengan selingkuhannya itu, dia malah ikut mukulin aku Ray. Nih kamu liat sendiri tanganku sampai lebam begini." ucap Lisa dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.
"Kurang ajar sekali kau Rudi." ucap Rayhan penuh emosi. "Sudah-sudah kamu tenang dulu. Gak enak nanti ada yang liat kamu nangis gini." ucap Rayhan sambil merangkul Lisa untuk menenangkannya.
Secara kebetulan Bella membuka pintu dan melihat adegan Rayhan yang tengah memeluk Lisa. Bella begitu kaget dan berteriak. Izzah yang juga tidak sengaja melihat kejadian itu dibelakang Bella hanya diam mematung. Izzah merasa hatinya sakit sekali melihat Rayhan memeluk wanita lain.
"Kurang ajar kau Lisa. Jadi selama ini kaulah selingkuhan Rayhan. Tega sekali kau Lisa." teriak Bella sambil melempar jam yang dibawanya ke arah Lisa lalu berlari meninggalkan ruangan itu.
Lisa mencoba menjelaskan dengan mengejar Bella. Sementara Izzah hanya diam saling pandang dengan Rayhan. Tak terasa air matanya menetes. Tak tahan rasanya hingga dia berlari meninggalkan Rayhan yang ingin menjelaskan semuanya.
"Bell semuanya gak seperti yang kamu pikirkan." jelas Lisa
"Shut up Lisa. I don't wanna hear anything from you." teriak Bella.
"Please Bell, dengerin penjelasan aku dulu." ucap Lisa.
__ADS_1
"No. I hate you." ucap Bella dengan segera berlalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sementara Rayhan juga berusaha mengejar Izzah yang tengah berlari menuju mobil.
"Izzah dengerin Abang dulu Zah." ucap Rayhan.
Izzah tidak menggubrisnya. Lisa yang melihat Rayhan mengejar Izzah terlihat heran. Izzah segera masuk kedalam mobil memacunya dengan kecepatan tinggi. Izzah tidak memperdulikan Rayhan yang berlari mengejarnya. Lisa yang bingung mendekati Rayhan.
"Ray, kenapa semuanya jadi begini. Tolong jelasin ke Bella...."
"Diaaaamm. Aku tak peduli apapun yang dipikirkan Bella." teriak Rayhan memotong ucapan Lisa.
Rayhan memacu mobilnya untuk mengejar Izzah. Sepanjang jalan Rayhan berusaha meminta Izzah untuk berhenti, tapi tetap tak dihiraukan. Hingga akhirnya dia kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Izzah melihat kejadian itu dari kaca spion mobil dan segera berhenti.
Izzah histeris, Rayhan berlumuran darah. *Ini semua salahku, kenapa jadi begini.* batin Izzah.
"Abaaaaangg..." teriaknya.
__ADS_1
Segera Izzah minta pertolongan. Orang-orang berdatangan, tak lama ambulance datang membawa Rayhan ke rumah sakit. Segera Izzah menghubungi Bella dan juga Lisa untuk mengurus semuanya.