
Bu Mona tiba di rumahnya.
"Muka Mama kenapa masam begitu?" tanya Romi.
Bu Mona dan Romi hanya tinggal berdua di rumahnya, karena sang suami yang sering pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Sementara adik Romi tengah menempuh pendidikan di luar negeri.
Meski begitu, Romi juga memiliki apartemen sendiri. Dimana ia berencana jika nantinya menikah akan memboyong isterinya untuk tinggal disana.
"Itu tadi Rayhan dan Mama nya yang sok suci itu ngusir Mama." jawab Bu Mona seraya menjatuhkan dirinya di sofa ruang keluarga.
"Kok bisa gitu? Emang Mama lakuin hal apa sampai bisa diusir sama mereka?" tanya Romi.
"Mama minta ganti rugi atas apa yang sudah kamu lakukan buat anak kembar itu." jawab Bu Mona.
"Ya ampun Ma!" seru Romi sambil menepuk jidatnya."Kok Mama bisa sebodoh itu sih, terang aja Mama diusir. Mama gegabah sekali dalam bertindak, sekarang mereka sudah tau kalau selama ini Romi cuma pura-pura. Aaahhh Mama gagal jadinya rencana Romi."
"Emang kamu mau lakuin apa?"
"Sudahlah, percuma dibahas. Toh udah gak mungkin dilanjutkan. Sekarang satu-satunya jalan hanya lewat kekerasan."
"Jangan bilang kamu mau celakai Izzah dan anak-anaknya."
Romi hanya tersenyum.
"Romi.... Jawab Mama. Kamu jangan macam-macam ya, Mama gak mau kamu masuk penjara karena membunuh orang. Bisa rusak reputasi keluarga kita."
"Aduh, Mama gila ya? Gak mungkinlah Romi membunuh wanita yang Romi cintai."
"A-apa!" seru Bu Mona terbata. "Jangan bilang kalau kamu mencintai bekas wanita simpanan itu?"
"Kenyataannya begitu." jawab Romi. "Tidak tau sejak kapan cinta ini tumbuh. Tapi saat Romi lihat Izzah mengenakan pakaian pengantin, disitulah Romi sadar bahwa Romi mencintai Izzah." lanjut Romi santai.
"Gak, gak mungkin kamu mau sama wanita beranak dua itu." ucap Bu Mona menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sudahlah Ma, terima saja. Bagaimanapun caranya aku akan membuat Izzah menjadi milikku. Meski itu dengan cara kekerasan." ucap Romi menyeringai.
"Romi dengerin Mama, kamu itu..."
__ADS_1
"Cukup Ma." Potong Romi. "Suka atau tidak, bersiaplah, Izzah akan menjadi menantu Mama." lanjut Romi seraya meninggalkan Bu Mona yang duduk sambil meremas rambutnya.
******************************
Pagi hari....
"Ayah, Ibu hati-hati di jalan ya. Ingat nanti jemput kita lagi." ucap Arka.
"Awas loh kalau gak jemput." lanjut Arsha.
"Iya sayang, nanti kita jemput ya. Sekarang gih sana masuk nanti terlambat." balas Izzah.
Arka dan Arsha kemudian bergantian menyalami kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum Ayah, Ibu." ucap keduanya bersamaan.
"Waalaikumsalam." jawab Rayhan dan Izzah.
Mobil Rayhan dan Izzah kemudian meluncur menuju kantor.
Sepanjang lobi kantor, semua karyawan berbaris rapi menyambut kedatangan Rayhan. Semua karyawan terlihat senang akan kembalinya Rayhan. Karena bagi mereka Rayhan merupakan sosok Bos yang sangat baik kepada karyawannya.
Tepat pukul dua belas siang hari. Izzah meminta inzin pada Rayhan untuk pulang duluan karena harus menjemput anak-anak pulang sekolah.
Rayhan sebenarnya ingin menemani Izzah. Namun, ada banyak pekerjaan yang harus Rayhan kerjakan dihari pertamanya pergi ke kantor.
"Salam buat si kembar ya sayang. Sampaikan permintaan maaf Abang karena tidak bisa menjemput mereka." ucap Rayhan seraya mencium kening Izzah.
"Iya Bang, mereka pasti mengerti." balas Izzah.
Setelah mengucapkan salam dan mencium punggung tangan Rayhan. Izzah bergegas menuju sekolah Arka dan Arsha.
Tiba di sekolah yang berlantai dua itu. Suasana sudah sepi, hanya ada satpam yang tengah mengunci gerbang.
Segera Izzah turun menghampiri satpam itu.
"Permisi Pak. Apa anak-anak sudah pulang semuanya?" tanya Izzah.
__ADS_1
"Sudah Bu, ini saya mengunci gerbang karena sudah tidak ada lagi siswa di dalam."
"Mohon maaf Pak, saya orang tuanya Arka dan Arsha. Saya belum menjemput mereka Pak. Apa mereka tadi di jemput seseorang?" tanya Izzah.
"Oohh orang tuanya si kembar toh." jawab satpam tersebut.
Izzah mengangguk.
"Tadi dijemput sama laki-laki Bu. Katanya sih Om nya. Awalnya saya gak izinin, tapi karena si kembar bilang itu Om mereka, ya saya izinkan Bu."
Izzah termenung sesaat.
Om.....Om siapa ya? tanya Izzah dalam hati.
"Apa jangan-jangan Romi!" seru Izzah.
"Iya Bu bener, namanya Romi." balas Pak Satpam.
"Terima kasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Izzah seraya meninggalkan gerbang sekolah dan masuk ke dalam mobil.
Izzah mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya lalu menelepon Romi.
"Halo Romi, dimana anak-anakku. Kau apakan mereka?" tanya Izzah panik.
"Hey...hey...hey Izzah sayang. Relax, mereka berdua baik-baik saja. Bahkan kini keduanya tengah bermain di apartment ku." balas Romi.
"Kembalikan anakku, atau kau akan ku laporkan ke polisi atas tindakan penculikan."
"Wow,.kau jadi lebih tegas ya jika menyangkut anakmu. Baiklah, cepat datang ke apartment ku sekarang juga. Tapi ingat jangan hubungi siapapun. Kau harus datang seorang diri. Kalau tidak nyawa anakmu taruhannya." ucap Romi dengan nada mengancam.
"Gilaa kau Rom." balas Izzah.
"Tik tok tik tok, waktu terus berjalan. Jangan sampai kau terlambat dan menyesali semuanya." ucap Romi, lalu panggilan berakhir.
Apa lagi ini ya Allah. Tak ada habisnya ujian ini, batin Izzah.
Dengan cepat Izzah menuju ke lokasi yang diberikan Romi.
__ADS_1