Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
BERTEMU BELLA


__ADS_3

Sudah tiga minggu sejak kejadian Izzah keguguran. Sejak saat itu juga Rayhan tak pernah memperlihatkan batang hidungnya dirumah utama. Bella terlihat uring-uringan, tak tau harus berbuat apalagi untuk mendapatkan cinta Rayhan.


Pernah dia mencoba untuk menemui Rayhan di kantor. Tapi dengan alasan sibuk Rayhan tak pernah mau menemuinya. Bella mendengus kesal mengingat kejadian itu.


"Mami lakuin sesuatu dong biar Rayhan mau pulang. Aku juga isterinya, masa dianggurin terus." dengus Bella.


Bu Ros hanya diam, tak menggubris ucapan Bella. Dia tengah asyik menatap layar ponselnya.


"Mami dengerin Bella gak sih? Apa mami bakalan diam aja dan terima dengan hubungan Rayhan dan Izzah?" lanjut Bella.


Bu Ros menghela nafas panjang, lalu meletakan ponselnya dinatas meja.


"Kamu dengerin mami ya. Sampai kapanpun mami gak akan pernah terima hubungan mereka. Tapi sekarang otak mami lagi buntu, gak tau mau rencanain apalagi. Kamu kan tau sendiri gimana hasil rencana mami yang kemarin. Mami hampir aja masuk penjara. Huh." ucap bu Ros.


"Terus sekarang gimana dong mi? Masa Bella bakal diam aja liat Rayhan senang-senang sama Izzah."


"Untuk sekarang kamu pikirin sendiri deh apa rencana kamu. Mami masih buntu." ucap bu Ros lalu melenggang pergi meninggalkan Bella masuk kamar.


Lagi-lagi Bella mendengus kesal.


"Huh lebih baik aku ke mall aja deh, cari hiburan. Bosan dirumah terus."


***********************


Izzah tengah janjian dengan Lisa bertemu di mall. Karena kebetulan hari minggu, jadi Lisa punya waktu luang. Sedangkan Rayhan juga menyempatkan diri berolahraga dengan bermain futsal bersama dokter Harun.


Izzah tengah duduk menunggu Lisa di sebuah restaurant yang ada didalam mall.


"Assalamualaikum Zah, udah lama ya nunggunya." ucap Lisa.


Izzah melongo melihat penampilan Lisa.


"Waalaikumsalam. Masyaallah, ini beneran kamu Lis? Kamu terlihat anggun Lis." seru Izzah.


"Ah kamu bisa aja Zah." balas Lisa.


"Aku sampai pangling loh Lis."


"Alhamdulillah Zah, apa aku pantas mengenakan hijab?" tanya Lisa.

__ADS_1


"Masyaallah Lis, perkara pantas atau tidaknya jangan kamu pertanyakan. Karena sudah wajib hukumnya bagi kita wanita muslimah untuk menutup aurat." balas Izzah.


"Terima kasih ya Zah, atas segala nasehat yang kamu kasih ke aku selama ini. Jangan pernah bosan untuk ajarin aku ya Zah."


"Insyaallah Lis, sesama muslim kita memang harus saling mengingatkan."


Mereka berduapun larut dalam obrolan tentang bagaimana menjadi isteri yang sholehah.


"Ngomong-ngomong dokter Harun sudah melamar kamu Lis?" tanya Izzah.


Lisa tersenyum simpul.


"Dia bilang tengah memantaskan diri untuk menjadi imam yang baik untukku Zah. Sejujurnya keinginanku mengenakan hijab awalnya karena secara tidak sengaja aku mendengar obrolan Rayhan dengannya tentang dia yang ingin aku berhijab sepertimu." ucap Lisa tertunduk.


"Saat aku mengatakan bahwa aku siap untuk berhijab demi dirinya, jawaban darinya malah jangan melakukannya jika hanya untuk menyenangkan hatinya, tapi berhijablah karena aku memang sudah siap menutup aurat untuk mencari keridhoan Allah." lanjut Lisa.


"Dokter Harun benar Lis." ucap Izzah.


"Aku tau Zah, itulah mengapa aku benar-benar meyakinkan diri aku untuk melakukan semuanya demi mendapat keridhoan Allah semata, bukan karena untuk menyenangkan hati mas Harun." ucap Lisa.


"Apa dokter Harun sudah melihat penampilanmu yang sekarang?" tanya Izzah lagi.


"Belum Zah." jawab Lisa.


Mereka berdua tersenyum lalu menikmati makanan yang dibawa pelayan. Sedang asyik-asyiknya menyantap makanan yang ada di atas meja. Mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Bella yang menggebrak meja.


"Wah wah wah... Lisa Maharani ternyata ketularan jadi orang udik ya sekarang setelah berkenalan dengan pelakor ini." ucap Bella yang berdiri dengan beberapa orang temannya yang berpenampilan seksi.


Lisa berusaha menahan emosinya, dia dan Izzah hanya diam tak menggubris ucapan Bella. Mereka malah melanjutkan makan.


"Eh Lisa, lu denger gue gak." bentak Bella.


Lisa tetap tak bergeming, membuat Bella semakin emosi.


"Guys, lihat deh. Setelah gue depak dia dari list pertemanan gue, sekarang dia malah temenan sama pelakor. Mungkin mau belajar jadi pelakor. Hati-hati deh buat kalian yang udah punya suami nanti si Lisa bakalan goda suami kalian. Kayak si udik ini, yang udah goda suami gue dan dengan liciknya berhasil merebut Rayhan dari gue." ucap Bella.


Lisa menghebuskan nafas kasar, wajahnya memerah. Namun Izzah menatap Lisa dan menggeleng. Mengisyaratkan agar Lisa jangan terpancing emosi.


"Eehh pelakor, lu pakai pelet apa sih sampai-sampai semua orang yang deket sama gue lu ambil. Dulu suami gue, sekarang mantan sahabat gue. Gue juga sempat temenan sama lu, sebelum gue tau belangnya lu." lanjut Bella.

__ADS_1


Izzah tetap tersenyum.


"Ngapain lu senyum-senyum. Gue muak liat wajah lu. Gue benci sama lu." teriak Bella.


"Maaf ya mba Bella. Kalau mba Bella benci lihat saya, kenapa malah mba nyamperin saya?" ucap Izzah.


Wajah Bella merah padam, dia hendak menarik jilbab Izzah.


"Dasar pelakor." teriak Bella.


Izzah mencengkram tangan Bella yang hendak menarik hijabnya.


"Maaf ya mba Bella yang terhormat. Silahkan anda pikirkan dulu perkataan anda. Siapa sebenarnya yang pelakor, saya atau anda? Karena sudah jelas dari faktanya bahwa saya yang lebih dulu menjadi isteri sah bang Rayhan ketimbang anda." ucap Izzah seraya melepas tangan Bella.


Teman Bella berbisik-bisik. Semua orang yang berada di restaurant tampak memperhatikan keributan yang Bella lakukan.


"Berani lu sama gue pelakor." teriak Bella seraya mengangkat tangannya hendak menampar Izzah.


Namun tanpa diduga Rayhan datang dan menghalau tangan Bella.


"Jangan pernah kau berani mengayunkan tanganmu ke arah isteriku. Atau aku bisa mence...."


"Sayang, aku...." potong Bella.


"Pergi dari sini. Kau sudah membuat keributan di depan orang banyak." teriak Rayhan.


Bella dengan sigap langsung pergi dari restaurant tersebut bersama teman-temannya.


Bersambung....


***************************


Hai semuanya aku La-Rayya, maaf ya baru bisa update sekarang... 🙏😁


Sebab beberapa hari kemarin ada acara keluarga. 😊😊


Aku harap kalian semua tetap menjadi pembaca setia novel "AKU WANITA SIMPANAN". Dan terima kasih untuk kalian semua yang udah like dan selalu support karya aku ini.


Sekali lagi terima kasih banyak, tetap jaga kesehatan kalian ya, dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Yang paling utama semoga pandemi ini segera berlalu. Aamiin... 🤲😇

__ADS_1


Salam hangat,


La-Rayya ❤


__ADS_2