
"Apa yang sudah kau lakukan pada isteri ku? Kenapa kau bisa berada disini dengannya hah?" teriak Rayhan sambil tetap menendang Yusuf yang sudah babak belur.
"Aa...aaku bisa jelaskan." ucap Yusuf.
Namun amarah Rayhan benar-benar tak terbendung. Lagi-lagi Rayhan memukul, menendang dan meninju Yusuf. Izzah yang melihat Yusuf sudah tak berdaya segera bangkit dari duduknya lalu memeluk Rayhan dari belakang.
"Sudah bang, dia bisa mati." ucap Izzah.
Rayhan lalu berhenti, kemudian menatap Izzah. Beribu pertanyaan bersemayam di hati Rayhan. Dia menatap lekat Izzah, mencoba mencari jawaban dari raut wajah Izzah, apa yang sudah Izzah lakukan bersama Yusuf dalam satu ruangan.
"Abang gak mau menuduh apapun pada Izzah. Tapi tolong jelaskan kenapa Izzah bisa berada disini bersama laki-laki itu." ucap Rayhan menggenggam tangan Izzah.
Izzah menangis tersedu-sedu. Sedangkan Yusuf mencoba untuk duduk bersandar ditembok. Wajahnya sudah babak belur. Darah mengucur dari hidungnya.
"Izzah juga gak tau kenapa Izzah ada disini bang. Yang Izzah inget Izzah lagi duduk di taman nunggu abang, tiba-tiba Izzah pingsan setelah mencium setangkai mawar merah yang dikasih seorang anak kecil bang." jelas Izzah.
Rayhan lalu menatap Yusuf. Hampir saja Rayhan kembali menghajar Yusuf, namun dengan cepat Izzah menghalangi Rayhan.
"Kita beri dia kesempatan untuk menjelaskan semuanya bang." ucap Izzah.
"Maafkan aku Zah, aku ngelakuin semua ini karena aku benar-benar ingin melindungi kamu dari Rayhan." ucap Yusuf meringis.
"Apa maksud kamu? Bang Rayhan ini suamiku, kenapa kamu mau melindungi aku dari suami aku sendiri?"
"Karena Bella bilang Rayhan itu lelaki jahat. Dia lelaki yang tempramental, dan dia lelaki yang cepat bosan dengan satu wanita."
__ADS_1
Yusuf menjelaskan dengan panjang lebar tentang rencana Bella. Izzah dan Rayhan mendengarkan dengan seksama. Sesekali Yusuf meringis menahan sakit diwajahnya. Izzah tak kuasa menahan tangisnya. Rayhan dengan lembut mengelus punggung Izzah.
"Sekarang katakan padaku, apa yang sudah kau lakukan pada isteri ku saat dia tertidur?" hardik Rayhan.
"Demi Allah aku tidak melakukan apa-apa pada Izzah." jawab Yusuf.
"Jangan bohong, apakah kau menyentuh isteri ku?" teriak Rayhan.
"Aaa..aa..aku..."
"Jawab..." hardik Rayhan.
"Aku hanya menyentuh bibir Izzah menggunakan jariku. Itu saja, setelahnya demi Allah aku tidak melakukan apa-apa karena aku sadar bahwa perbuatan ku salah." ucap Yusuf.
"Kurang ajar kau, beraninya kau menyentuh Izzah-ku." teriak Rayhan.
"Aaaaaaaaahhhh." teriak Yusuf kesakitan.
"Abaaang..." pekik Izzah.
Yusuf terkapar lemas, kelima jemari tangannya patah. Izzah bergeridik ngeri melihat kondisi Yusuf.
"Maafkan aku Zah, demi Allah maafkan aku." ringis Yusuf.
Izzah menangis tersedu-sedu. Rayhan menghampiri Izzah lalu memeluknya.
__ADS_1
"Abang minta maaf sayang karena harus melakukan hal ini padanya. Abang tak terima dia menyentuh Izzah." ucap Rayhan memeluk Izzah.
"Maafkan Izzah bang, karena tidak bisa menjaga diri."
"Ini bukan salah Izzah, semua ini karena Bella." ucap Rayhan geram.
Izzah lalu menghampiri Yusuf yang sudah tak berdaya.
"Izzah gak pernah menyangka orang sebaik mas Yusuf bisa melakukan hal seperti ini." Izzah menghela nafas. "Maafkan Izzah karena tidak bisa menghalangi suami Izzah untuk melakukan hal ini pada mas Yusuf." lanjut Izzah.
"Aku pantas mendapatkan hal ini Zah." lirih Yusuf.
"Baguslah jika kau sadar, ini pelajaran buat kamu untuk jangan macam-macam dengan isteri orang. Terutama isteri dari Rayhan Aditya Wijaya. Sekarang aku hanya mematahkan jari-jemari mu. Lain kali aku akan mematahkan lehermu." gertak Rayhan.
"Sekali lagi maafkan atas kekhilafan ku." ucap Yusuf.
"Ini untukmu berobat. Jika kau ingin melaporkanku ke polisi silahkan saja. Dengan senang hati aku menunggu." ucap Rayhan sambil menaruh beberapa lembar uang didepan Yusuf. "Jika uang itu masih kurang hubungi saja aku, karena aku tidak membawa uang cash." lanjut Rayhan.
Izzah lalu mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Ini tambahan dari Izzah, Izzah harap mas Yusuf sadar akan kesalahan mas Yusuf. Dan semoga mas Yusuf bisa memperbaiki diri dan bertaubat atas semua kesalahan mas Yusuf." ucap Izzah.
"Ayo sayang kita pulang." Rayhan menarik tangan Izzah meninggalkan Yusuf yang tengah meratapi nasibnya.
Yusuf dengan perlahan menyeret tubuhnya yang sudah babak belur keluar dari apartemen Bella. Jemari tangan kanannya patah, hingga dia dengan susah payang harus melakukan semuanya dengan tangan kiri. Termasuk menutup pintu apartemen Bella.
__ADS_1
Bersambung.....