Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
KUNJUNGAN LISA & DOKTER HARUN


__ADS_3

Gerimis menyambut pagi ini, matahari seolah enggan menampakkan cahayanya. Pagi yang dingin membuat siapapun akan ingin tetap berada di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh.


Namun pagi yang dingin ini tak menyurutkan niat Pak Haris serta bu Novi dan Hani yang telah bersiap-siap untuk pergi ke rumah bu Ros. Sementara Rayhan memutuskan untuk tinggal di rumah bersama Izzah karena telah janjian dengan Dokter Harun dan Lisa.


Tepat jam sembilan pagi pak Haris dan yang lainnya berangkat ke rumah bu Ros. Rayhan dan Izzah tengah duduk di gazebo menunggu kedatangan Dokter Harun dan Lisa. Lastri menghampiri mereka berdua membawa cemilan dan jus buah segar.


Izzah memperhatikan gerak-gerik Lastri yang mencuri-curi pandang pada Rayhan yang tengah fokus memberi makan ikan. Lastri tersenyum memandang Rayhan.


"Kheeemm...." Izzah berdehem membuat Lastri salah tingkah.


"Ini nyonya jus buahnya dan ini ada kue kering juga yang saya siapkan." ucap Lastri, namun matanya tetap fokus pada Rayhan.


"Kamu boleh pergi, lanjutkan pekerjaanmu yang lain." perintah Izzah.


Lastri mendengkus kesal karena tak dapat lagi melihat Rayhan dari jarak yang begitu dekat. Izzah memandang Rayhan dengan lekat. Merasa aneh karena pandangan Izzah, membuat Rayhan menghentikan aktivitasnya.


"Kenapa mandang abang begitu sayang?" tanya Rayhan.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok bang. Izzah hanya sedang melamun." ucap Izzah berbohong.


"Apa yang Izzah lamun kan sayang? Disini kan sudah ada abang dihadapan Izzah. Jadi tak perlu lagi Izzah lamunin abang." goda Rayhan.


"Bukan itu bang." jawab Izzah.


"Assalamualaikum Zah, Rayhan." ucap Lisa yang tiba-tiba muncul bersama Dokter Harun.


"Waalaikumsalam." jawab Izzah dan Rayhan kompak.


Rayhan lalu mengajak Dokter Harun berbincang di bangku panjang yang tersedia di samping kolam renang. Sementara Izzah memilih tetap diam di atas gazebo bersama Lisa.


"Oohh dia Lastri, ART di rumah ini Lis, kenapa memangnya?" tanya Izzah penasaran.


"Sebaiknya kau lebih berhati-hati Zah, sepertinya dia bukan orang yang baik. Maaf bukan maksudku suudzon, tapi dari penampilan saja sudah terlihat dia perempuan yang gak baik Zah." ucap Lisa.


"Sebenarnya aku pun merasa ada yang aneh dengan tingkah Lastri. Sudah sering aku mendapatinya tengah memandang bang Rayhan dengan pandangan seolah-olah seperti harimau yang hendak menerkam mangsanya. Banyak juga kejadian yang lain yang memperlihatkan bahwa dia sepertinya hendak membuat bang Rayhan lebih dekat dengannya. Tapi aku tak ingin suudzon Lis, aku takut salah menilai orang. Lagipula selama ini dia bekerja dengan baik. Dia orang yang rajin dan mudah mengerti akan perintah yang selama ini selalu aku berikan padanya." ucap Izzah panjang lebar.

__ADS_1


"Kamu benar Zah, kita emang gak boleh suudzon sama orang. Tapi paling tidak kamu bisa sedikit lebih peka, karena dari penampilan Lastri yang aku lihat itu sangat tidak baik untuk dilihat laki-laki Zah. Pakaiannya terlalu vulgar."


"Aku sudah sering menasehatinya Lis untuk memakai pakaian yang agak longgar, malah aku sudah memberikannya beberapa lembar baju dan rok yang menurutku pantas untuk dipakainya. Tapi ya begitulah, kadang kalau aku tegur dia bilang lebih nyaman pakai bajunya yang sekarang karena sudah terbiasa. Alasannya juga dia bilang gerah kalau pakai baju yang aku kasih."


"Zah, bukannya apa-apa ya, yang namanya lelaki itu nafsunya gak bisa ditebak. Apalagi tiap hari dikasih pemandangan seperti itu. Ini bukan berarti aku mau manas-manasin kamu atau meragukan Rayhan ya. Logikanya aja ya Zah, laki-laki mana yang bakalan gak ngelirik model yang begituan kalau tiap hari dikasih pemandangan seperti itu. Mungkin sekali, dua kali, atau tiga, empat kali dia nahan diri. Tapi aku gak bisa jamin seterusnya laki-laki itu bakalan bisa nahan diri. Apalagi kalau menurut cerita kamu si Lastri itu terkesan seperti sengaja menggoda Rayhan. Ya apapun itu semoga penilaian aku tentang Lastri salah. Seperti katamu tadi kita gak boleh suudzon sama orang." ucap Lisa.


Izzah terlihat berpikir dan menghela nafas panjang.


"Izzah, gak usah terlalu dipikirin, intinya kamu harus lebih peka aja sekarang dan berusahalah membujuk Lastri agar mengubah penampilannya. Atau kalau dia tetap gak mau kamu kan bisa aja ganti dia dengan ART yang lain. Intinya Zah kalau mau cari ART itu bila perlu yang sudah berkeluarga dan pakaiannya lebih sopan. Karena kalau ART masih gadis itu terlalu beresiko, sudah banyak kejadian pembantu main serong sama majikannya sendiri." lanjut Lisa.


"Astaghfirulloh... semoga keluargaku dijauhkan dari hal yang seperti itu." ucap Izzah.


"Aamiin, aku sebagai sahabat hanya bisa ngasih saran yang terbaik. Dan aku selalu mendoakan agar kamu dan Rayhan selalu bahagia." balas Lisa.


"Terima kasih ya Lis, doa yang sama juga untukmu dan Kak Harun." ucap Izzah.


Semenjak menikah dengan Lisa, Dokter Harun meminta Izzah memanggilnya Kak Harun, karena memang usianya yang lebih dewasa dari Izzah. Rayhan pun tak keberatan soal itu, selama panggilan abang tak disematkan pada orang lain tidak akan jadi masalah.

__ADS_1


Bagi Rayhan panggilan abang itu hanya boleh digunakan Izzah untuk memanggilnya, karena baginya itu merupakan panggilan sayang Izzah padanya.


Bersambung........


__ADS_2