
Izzah menitikkan air matanya mendengar ucapan Bella. Melihat Izzah menangis Rayhan menjadi murka.
"Dengar Bella." ucap Rayhan sambil mencengkram tangan Bella dengan kuat.
Bella meringis kesakitan.
"Asal kamu tau, Izzah itu istri sah ku yang telah aku nikahi jauh sebelum aku menikahi kamu." ucap Rayhan menjelaskan.
Bella sontak kaget mendengar ucapan Rayhan.
"Kalau ada yang dibilang pelakor, kau lah orangnya." sambung Rayhan.
"Ii...iii...zzaah." ucap Bella terbata-bata. "Apa benar semua itu Izzah?" tanya Bella.
Izzah hanya mengangguk.
"Kenapa kamu tega Zah? Kenapa kamu gak ngasih tau aku dari awal. Andai kau bercerita, semuanya gak akan jadi seperti ini." ucap Bella yang mulai menangis.
Izzah merasa iba melihat Bella. Izzah lalu bergerak maju memegang tangan Bella. Sementara Rayhan hanya bisa menatap kedua wanita yang merupakan istrinya itu.
"Izzah... Kau kan tahu sendiri aku sangat mencintai Rayhan sejak kecil. Aku sebenarnya tau dia tidak mencintaiku. Namun kupikir jika kami menikah lambat laun dia akan mencintaiku." ucap Bella kemudian terdiam sesaat.
Izzah tak tahu harus berkata apa. Kemudian Bella kembali bicara.
__ADS_1
"Selama ini aku mencari-cari siapa wanita yang telah mengisi hati Rayhan, ternyata kaulah orangnya Izzah. Awalnya kupikir ada wanita lain yang merebut suamiku. Namun sebaliknya, teryata akulah yang merebut suamimu." ucap Bella dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bell, disini tidak ada rebut merebut. Dalam agama islam, bermadu itu tak disalahkan." ucap Izzah menimpalinya.
"Bermadu memang gak salah. Tapi apa gunanya meneruskan pernikahan ini jika siang malam Rayhan hanya menginginkan kau Izzah." ucap Bella seraya menahan air matanya agar tak tumpah.
"Bell maafkan aku." ucap Izzah.
"Zah aku akan pergi. Aku akan mendoakan kebahagiaan kalian berdua, mudah-mudahan suatu saat nanti kita akan bertemu lagi. Biarlah aku mencari kebahagiaanku sendiri." sambung Bella seraya hendak beranjak pergi.
"Jangan bicara seperti itu Bell."
"Sudahlah Izzah, aku gak mau dengar apa-apa lagi. Aku ingin pulang." balas Bella lalu berjalan meninggalkan toko kue Izzah.
"Agar aku bisa menemukan kebahagiaanku sendiri, tolong ceraikan aku. Dan aku akan coba semampuku untuk melupakanmu selama-lamanya." ucap Bella lalu pergi.
Setelah Bella pergi, Rayhan lalu mendekati Bella.
"Sudahlah sayang, gak usah dipikirin." ucap Rayhan.
"Izzah hanya kasihan pada Bella bang."
"Lambat laun dia juga pasti akan mengetahui semuanya sayang." ucap Rayhan.
__ADS_1
"Izzah tau bang, tapi gak seperti ini caranya. Izzah mau menyampaikan semuanya sendiri bang."
"Sayang sudahlah jangan dipikirin lagi. Nasi sudah jadi bubur. Dan gak akan mungkin berubah jadi nasi lagi. Izzah pasti dengar sendiri kan apa yang di katakan Bella tadi. Dia ingin bercerai dari abang."
"Cukup bang, jangan bahas perceraian lagi. Bella itu sangat mencintai abang. Tadi itu dia pasti sangat marah makanya dia sampai meminta cerai." ucap Izzah.
"Abang gak mau dengar apapun lagi tentang dia. Yang jelas abang akan tetap menceraikan dia."
"Jangan gitu bang, pikirkan semuanya baik-baik dengan kepala dingin." balas Izzah.
"Abang bilang cukup, sekali lagi Izzah bahas tentang dia, abang akan langsung mencium bibir Izzah disini." goda Rayhan.
Sontak Izzah langsung diam dan manyun.
"Wah wah malah manyun, mau goda abang ya, bibir pakai dimanyun-manyunin segala." ucap Rayhan.
Izzah lalu tersenyum, membuat Rayhan sangat bahagia.
"Tetaplah tersenyum seperti ini sayang. Karena aura kecantikan mu semakin memancar jika kau tersenyum."
"Gombal." balas Izzah.
Bersambung....
__ADS_1