
Cuaca yang cerah menyambut pagi hari ini. Matahari bersinar terang menyinari setiap sudut bumi. Orang-orang mulai beraktifitas. Seperti di rumah utama, bu Rosita tengah bersiap-siap memulai harinya dengan sarapan.
Pagi ini bu Ros berencana untuk menemui orang tua Aldi untuk menjelaskan semuanya. Bu Ros ingin memperbaiki hubungan Aldi dan Hani. Karena bagimanapun, gagalnya hubungan Aldi dan Hani di sebabkan oleh bu Ros juga.
Setelah selesai sarapan, bu Ros segera menuju mobilnya meluncur menuju kediaman keluarga Aldi yang ada di Jakarta. Butuh waktu dua jam untuk sampai ke rumah keluarga Aldi karena macetnya jalanan ibu kota.
Tiba rumah keluarga Aldi, bu Ros di sambut sang empunya rumah, bu Lidya tante Aldi.
"Selamat pagi, saya bu Rosita. Bisa saya ketemu dengan bapak Permana dan ibu. Saya ada perlu dengan mereka.." sapa bu Ros.
"Selamat pagi bu Ros, sepertinya saya mengenali anda." balas bu Lidya memandang bu Ros dengan tajam. "Mari, silahkan masuk bu. Kebetulan siang ini mas Permana dan mbak Nia sudah akan kembali ke Amerika. Beruntung bu Ros datang diwaktu yang tepat." lanjut bu Lidya.
Bu Ros lalu masuk ke dalam rumah setelah di persilahkan duduk di ruang tamu oleh bu Lidya. Tak menunggu waktu lama Aldi dan orang tuanya datang menemui bu Ros yang sudah menunggu mereka. Aldi dan orang tuanya kemudian duduk berhadapan dengan bu Ros.
"Selamat pagi." sapa bu Ros.
"Selamat pagi." balas Aldi dan orang tuanya serempak.
"Ada perlu apa bu Ros kemari?" tanya pak Permana.
"Saya kemari mau menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di acara pertunangan Aldi dan Hani waktu itu."
"Kesalahpahaman bagaimana maksud bu Ros? Bukannya semuanya sudah jelas, apa yang bu Ros katakan itu benar adanya."
"Begini, semuanya murni kesalahpahaman saya. Memang benar adanya masa lalu menantu saya seperti yang sudah saya katakan hari itu." ucap bu Ros.
"Lalu apa maksud bu Ros datang kemari? Mau menjelaskan apalagi? Jika kenyataannya menantu bu Ros di jual oleh ibunya sendiri."
"Bukan begitu."
"Lalu apa?" potong ibu Aldi.
Bu Ros lalu menjelaskan semuanya, bagaimana kronologi Izzah sampai dijual bu Novi di rumah lokalisasi. Lalu Rayhan datang membayar Izzah tepat hari itu juga.
"Bu Novi sekarang sudah berubah, dia sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Saya jamin bu Novi tidak akan berbuat kesalahan lagi. Apalagi jika sampai memanfaatkan anaknya sendiri lagi. Jadi saya harap hubungan Aldi dan Hani bisa kita resmikan kembali." jelas bu Ros.
Orang tua Aldi tampak berpikir, sedangkan Aldi sorot matanya memancarkan penuh harap.
"Tapi tetap saja masa lalunya memalukan. Saya tidak mau punya besan yang masa lalunya kelam." ucap ibu Aldi ketus.
"Kita tidak boleh menilai baik buruknya orang dari masa lalunya. Bisa jadi orang yang masa lalunya penjahat kini sudah berubah menjadi orang yang begitu baik. Begitu pula dengan bu Novi, masa lalunya memang suram. Namun saat ini mari kita beri dia kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia bisa berubah menjadi manusia yang jauh lebih baik."
Orang tua Aldi kembali terdiam saling memandang.
__ADS_1
"Biar bagaimanapun, saya lihat Aldi dan Hani saling mencintai. Jadi kita sebagai orang tua paling tidak bisa membuang ego kita demi kebahagiaan mereka." lanjut bu Ros.
Orang tua Aldi menatap wajah anaknya yang penuh harap.0
"Did you really love her son?" tanya pak Permana.
"Yes Dad. I do really love her. And I wanna marry her." jawab Aldi.
"Tapi..." seru ibu Aldi yang di potong suaminya.
"Honey, listen to me. Aku memang sangat tidak menyukai masa lalu calon mertua Aldi. But, ini demi Aldi. It's for his happiness." balas pak Permana.
Ibu Aldi tampak berfikir lalu menatap Aldi dengan lekat.
"Look at me son. Are you really happy with her?"
"Sure mom. I must be happy, cause she's the one who I wanna marry."
"Then OK, mommy akan kasih kamu restu." balas ibu Aldi.
"Thank you mom, thank you." ucap Aldi seraya memeluk ibunya dengan bahagia.
Bu Ros dan pak Permana pun tampak bahagia.
"No more enggament." ucap ibu Aldi.
Semua orang menatap ke arah ibu Aldi.
"What do you mean mom?" tanya Aldi.
"Maksud mommy, langsung nikah saja. Mommy and daddy harus segera kembali ke Amerika. So, untuk mempersingkat waktu lebih baik kalian langsung saja menikah." jawab ibu Aldi.
Semua orang tersenyum dan bernapas lega.
"Thank you mom. Thank you so much." balas Aldi.
Bu Ros lalu berpamitan pulang setelah membahas semuanya bersama orang tua Aldi. Bu Ros segera menuju rumah Rayhan dan Izzah untuk memberi tahu mereka tentang pernikahan Aldi dan Hani.
[Halo, assalamualaikum mi.] ucap Rayhan di telepon.
Bu Ros menelepon Rayhan untuk memintanya pulang ke rumah.
[Waalaikumsalam, Ray, segera pulang ke rumahmu ya. Mami mau kesana untuk bahas pernikahan Aldi dan Hani.] ucap bu Ros.
__ADS_1
[Pernikahan Aldi dan Hani...! Maksud mami?]
[Sudah, gak usah banyak nanya. Mending kamu pulang aja. Nanti mami jelasin semuanya di rumah.]
[Baik mi, kalau gitu sekarang juga Rayhan pulang. Assalamualaikum, mami hati-hati ya di jalan.]
[Waalaikumsalam, kamu juga Ray.]
Sambungan telepon terputus, Rayhan dengan segera meninggalkan kantor menuju kerumahnya.
Tak butuh waktu lama, Rayhan tiba di rumah hampir bersamaan dengan bu Ros.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah secara bersamaan.
Izzah beserta orang tuanya dan Hani sudah menunggu mereka di ruang keluarga.
Bu Ros lalu duduk di samping Izzah kemudian mulai menjelaskan semuanya.
"Orang tua Aldi sudah setuju akan hubungan Aldi dan Hani lagi. Hanya saja mereka meminta untuk tidak diadakan lamaran lagi, tapi langsung saja untuk melakukan pernikahan." ucap bu Ros.
Mata Hani berbinar memancarkan kebahagiaan.
"Alhamdulillah." seru Izzah dan pak Haris.
"Bagaimana ceritanya bu, orang tua Aldi bisa kembali setuju." tanya bu Novi.
Bu Ros kembali menceritakan bahwa dirinya menemui orang tua Aldi untuk menjelaskan semuanya.
Semua orang bernapas lega, terutama Hani. Karena orang yang dicintainya akan segera menjadi pendamping hidupnya.
"Terima kasih bu Ros, terima kasih banyak." ucap bu Novi duduk di kaki bu Ros.
Bu Ros terperanjat kaget atas apa yang dilakukan bu Novi.
"Sudah bu, sudah kenapa begini." ucap bu Ros.
"Sekali lagi terima kasih banyak bu, karena sudah membuat hubungan Hani dan Aldi bisa disatukan kembali." balas bu Novi menangis.
"Iya-iya, sekarang sudah nangisnya. Lebih baik kita bahas konsep pernikahan mereka. Karena orang tua Aldi bilang mereka ingin paling lambat pernikahan di langsungkan minggu depan. Karena mereka harus segera kembali ke Amerika." lanjut bu Ros.
Mereka semua lalu mulai membahas tentang pernikahan Aldi dan Hani.
"Selamat ya sayang. Akhirnya..." ucap Izzah pada Hani.
__ADS_1
"Iya kak. Terima kasih." balas Hani.