Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
IZZAH SIUMAN


__ADS_3

Izzah telah sadarkan diri, Rayhan dengan sigap berdiri disamping tempat tidur Izzah lalu meraih tangan Izzah seraya mencium keningnya.


"Abang disini sayang." ucap Rayhan.


"Apa yang terjadi bang? Izzah dimana? Kenapa perut Izzah sakit sekali?" tanya Izzah.


Rayhan berusaha tegar, menahan air mata yang mulai menggenang.


"Sayang, kita lagi di rumah sakit. Gak ingat ya semalam Izzah pingsan di toilet hotel." ucap Rayhan.


Izzah berusaha duduk, Rayhan membantunya untuk bersandar. Kemudian Izzah meraba perutnya yang terasa nyeri bekas jahitan pasca operasi.


"Kenapa perut Izzah kempes bang? Dimana bayi Izzah?" teriaknya histeris.


"Tenang sayang, tenang. Bayi kita sudah lahir dengan selamat." jawab Rayhan terbata-bata.


"Lahir? Maksud abang Izzah keguguran? Terus bagaimana bisa? Usianya baru enam bulan bang." Izzah semakin histeris.


"Izzah dengarkan saya, semalam Izzah pendarahan, jadi dokter dengan terpaksa mengeluarkan bayi Izzah karena air ketuban Izzah yang sudah pecah." ucap dokter Harun yang mendekat ke arah Izzah bersama Lisa.


"Dimana bayi Izzah sekarang? Apa dia sudah.... Aaaahh." teriak Izzah.


"Zah tenang Zah." ucap Lisa sambil menggenggam tangan Izzah.

__ADS_1


"Sayang...sayang dengerin abang. Itu liat disana, ada bayi kita yang tengah berjuang disana. Jadi Izzah harus tenang dan kuat buat puteri kita." sambil menunjuk ke arah inkubator.


"Puteri? Dia lahir dengan selamat bang?" tanya Izzah.


"Iya sayang, makanya Izzah harus kuat. Agar dia juga menjadi lebih kuat." jawab Rayhan.


Izzah lalu memeluk Rayhan dengan isak tangis yang pilu.


Dokter Harun lalu menarik tangan Lisa mengajaknya keluar ruangan. Untuk memberikan privasi bagi Rayhan dan Izzah.


Dokter Harun dan Lisa memilih menuju taman rumah sakit. Mereka lalu duduk berdampingan di bangku panjang yang tersedia.


"Mas..." ucap Lisa.


"Iya Lis." jawab dokter Harun.


"Maafin aku Lis, aku gak bermaksud untuk..."


"Jawab aja mas?" potong Lisa.


"Sejujurnya ii..iya Lis." jawab dokter Harun terbata-bata. "Maaf bukannya aku gak suka penampilan kamu yang sekarang, tapi..."


"Aku mau mas." ucap Lisa.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya dokter Harun.


"Aku mau merubah penampilan aku demi kamu mas." jawab Lisa.


Mata dokter Harun berbinar.


"Alhamdulillah, tapi aku gak mau maksa kamu Lis. Aku mau kamu merubah penampilan kamu murni dari hati kamu karena ingin menutup aurat. Sebenarnya gak ada salahnya kamu mau berubah untuk menyenangkan hati aku, cuma luruskanlah niatmu untuk mendapat ridho Allah." ucap dokter Harun panjang lebar.


"Terima kasih mas, aku janji untuk memperbaiki diri agar pantas menjadi pendampingmu." ucap Lisa.


"Aku juga tengah berusaha untuk memantaskan diri buat kamu." jawab dokter Harun tersenyum.


Sementara itu di dalam ruang UGD, Izzah tengah diperiksa dokter Nuri.


"Alhamdulillah, keadaan bu Izzah sudah lebih baik. Sekarang bu Izzah sudah bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap untuk proses pemulihan." ucap dokter Nuri.


"Bagaimana dengan bayi saya dok? Apa bisa dibawa ke ruangan yang sama dengan saya? Saya tak ingin terpisah ruangan dengan dia dok." ucap Izzah.


Dokter Nuri terlihat berpikir.


"Saya mohon dokter, lakukan permintaan isteri saya. Saya akan membayar berapapun biayanya." ucap Rayhan.


"Baiklah pak Rayhan." ucap dokter Nuri.

__ADS_1


Izzah lalu dipindahkan ke ruang VVIP bersama bayi mungilnya.


Saat berpindah ruangan, mang Diman dan bi Asih sudah berada di rumah sakit. Mereka berdua ikut masuk ke dalam ruangan Izzah.


__ADS_2