Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
TIDAK MENCINTAIMU LAGI


__ADS_3

Pagi ini Rayhan tengah bersiap-siap keluar rumah menuju kantor. Tentu saja dia pasti akan mampir terlebih dahulu di toko kue Izzah. Setelah merasa penampilannya sudah sempurna, Rayhan menuruni anak tangga rumahnya.


Terlihat Bella dan bu Rosita tengah menunggunya dibawah.


"Mau kemana Ray, pagi-pagi udah rapi banget?" tanya Bella.


"Ya mau ke kantor lah, masa mau ke pasar." jawab Rayhan ketus.


"Emang kamu udah baikan Ray?" tanya bu Ros.


Rayhan hanya mengangguk sambil merapikan lengan kemeja yang dia kenakan.


"Beneran langsung ke kantor Ray?" selidik bu Ros.


"Kalian berdua banyak nanya." ucap Rayhan seraya berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Gak sarapan dulu Ray? Aku udah buatin nasi goreng kesukaan kamu loh." bujuk Bella mengikuti langkah Rayhan.


Seketika Rayhan berhenti lalu menatap Bella.


"Sejak kapan kamu bisa masak?" tanya Rayhan yang membuat Bella tertunduk. "Tau apa kamu tentang dapur. Yang bisa kau lakukan hanya berdandan. Paling juga nasi goreng itu kamu beli atau gak kamu suruh bi Inah yang masakin." sambung Rayhan dengan senyum yang mengejek.


Bella semakin tertunduk, lalu bu Ros datang menghampiri.


"Ray setidaknya kamu hargain usaha Bella, dia udah capek-capek loh masakin buat kamu."


"Aku gak minta dimasakin, jadi gak usah sok repot-repot masak ini itu."

__ADS_1


"Tapi Ray..." ucap bu Ros yang dipotong Rayhan.


"Cukup mi, Rayhan udah terlambat. Rayhan pergi dulu." ucap Rayhan lalu berjalan menuju mobilnya.


Bella terlihat kesal lalu berlari menuju kamarnya.


Ini semua gara-gara perempuan kampung itu. Awas saja, gumam bu Ros dalam hati.


Sementara itu Izzah tengah duduk di dalam toko kuenya menikmati semangkuk bubur ayam sebagai menu sarapannya. Akhir-akhir ini Izzah jadi lebih banyak makan, namun tak jarang dia juga dilanda mual yang tak tertahankan membuat semua isi perutnya kembali keluar.


Saat tengah asyik-asyiknya menikmati sarapan, Rayhan datang menghampiri Izzah membawa sekeranjang buah segar. Selera makan Izzah langsung hilang saat melihat Rayhan.


"Selamat pagi istriku yang cantik. Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Rayhan. "Kenapa tak dilanjutkan sarapannya?" sambung Rayhan.


"Sudah nggak selera lagi." jawab Izzah ketus.


"Kok gitu sih. Mau abang suapin?" bujuk Rayhan.


"Wah semenjak hamil Izzah jadi lebih garang ya. Tapi tetap manis." goda Rayhan.


Izzah terlihat dongkol.


"Sayang, ini abang bawain buah segar. Dimakan ya biar anak kita semakin sehat." ucap Rayhan.


Izzah menghela nafas, teringat akan kedatangan bu Ros yang melabraknya saat itu di rumah mang Diman.


"Rayhan tolong jauhi aku." ucap Izzah serius.

__ADS_1


"Kok Izzah ngomong gitu sih? Abang nggak mungkin jauhin Izzah. Izzah udah tau sendiri kan kalau abang sangat mencintai Izzah."


"Tapi aku nggak."


Serasa disambar petir disiang bolong. Hati Rayhan begitu sakit mendengar ucapan Izzah.


"Izzah pasti bohong kan?"


"Gak, aku serius." ucap Izzah.


"Gak mungkin. Izzah pasti bohong biar abang pergikan?"


"Dengar Rayhan, aku sudah tidak mencintaimu lagi." ucap Izzah dengan serius.


Rayhan lalu bangun dari posisi duduknya, lalu berjongkok disamping Izzah. Rayhan meraih tangan Izzah dan menatap Izzah penuh harap. Sementara Izzah membuang pandangannya ke arah lain.


"Zah, tatap mata abang. Katakan kalau memang Izzah sudah tidak mencintai abang." ucap Rayhan menahan gejolak dihatinya.


Izzah berusaha mengumpulkan keberanian untuk menatap mata Rayhan. Lalu Izzah memandang Rayhan, menatap matanya lekat. Izzah bisa merasakan ada cinta yang begitu besar dimata Rayhan untuknya. Tapi Izzah sudah bertekad untuk melupakan Rayhan dengan segala kenangannya. Izzah terlanjur sakit hati, dan Izzah juga tak ingin terus menerus di teror bu Rosita.


"Dengar Rayhan, aku sudah tidak mencintaimu lagi. Pergilah dari hidupku, berbahagialah bersama Bella istrimu. Dan biarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri." ucap Izzah dengan menatap mata Rayhan lekat.


Tak terasa air mata Rayhan jatuh membasahi pipinya. Dia kemudian melepaskan pegangan tangannya pada Izzah. Kemudian tersenyum terpaksa. Terlihat Rayhan berusaha tegar dengan menghapus air matanya.


"Baiklah Zah, abang pergi. Abang tidak akan memaksa Izzah lagi. Tapi tolong jangan jauhkan abang dari anak abang." ucap Rayhan dengan air mata berlinang.


Kemudian Rayhan pergi meninggalkan Izzah.

__ADS_1


Maafkan Izzah bang, Izzah sangat mencintai abang, demi Allah bang. Tapi Izzah takut semuanya akan terulang lagi. Orang tua abangpun menentang hubungan kita. Berbahagialah bang meski tanpa Izzah disisi abang.


Tangis Izzah akhirnya pecah saat Rayhan sudah pergi dengan mobilnya.


__ADS_2