
Pagi ini wajah Rayhan terlihat sangat sumringah, dia bersiap menuju kantor dengan menjinjing sebuah map berwarna biru.
Rayhan berjalan menuju ruang makan. Bella dan bu Rosita tengah menikmati sarapan mereka.
"Wah tumben kamu mampir dulu ke ruang makan Ray, biasanya langsung nyelonong gitu aja keluar rumah." ucap bu Ros.
Bella bangkit dari duduknya mendekati Rayhan.
"Mau aku buatkan sarapan sayang?" ucap Bella sambil menyiapkan roti untuk Rayhan. "Mau pakai selai apa sayang? Stroberi, nanas, atau nuttela aja?" sambung Bella bertanya.
"Udah aku gak perlu basa basi, kamu duduk aja." ucap Rayhan menarik tangan Bella agar duduk disebelahnya.
Bella tersenyum bahagia karena Rayhan memegang tangannya. Rayhan kemudian menyodorkan map biru yang dipegangnya kepada Bella.
"Apa ini Ray?" tanya Bella dengan raut wajah penuh kebingungan.
"Udah buka aja lalu tanda tangani." titah Rayhan.
Bella membuka map itu, lalu membaca isi surat yang tertera didalamnya. Surat itu merupakan surat sebagai tanda bukti bahwa Bella mengizinkan untuk Rayhan menikah lagi. Bella hanya tinggal membubuhkan tanda tangannya di atas materai yang sudah tertempel di kertas itu.
Wajah Bella berubah marah, dia hendak merobek surat itu. Namun Rayhan dengan sigap merampasnya.
"Kamu bisa saja merobek surat ini, dan aku akan tetap dengan mudah bisa membuatnya lagi. Tapi aku gak mau buang-buang waktu. Cepat segera tanda tangani surat ini." titah Rayhan kembali.
Bella menggeleng kuat.
__ADS_1
"Aku gak mau. Sampai kapanpun aku gak mau." ucap Bella.
"Kalau begitu bersiaplah untuk bertemu denganku dipersidangan. Aku akan menceraikan mu." ucap Rayhan lalu berdiri hendak berjalan keluar rumah.
Namun bu Ros menghentikan langkah Rayhan, dan merampas map itu dari tangan Rayhan. Lalu memberikan kembali pada Bella.
"Sudah Bell, kamu ikuti saja kemauan Rayhan. Tanda tangani saja surat ini, daripada kalian bercerai." ucap bu Ros.
Rayhan yang berdiri agak jauh dari mereka tersenyum puas.
"Bella gak mau mi." ucap Bella.
"Mami punya rencana, udah kamu tanda tangan aja dulu." bisik bu Ros ditelinga Bella.
Bella memandang bu Ros penuh tanda tanya. Bu Rosita mengangguk sebagai tanda untuk menyuruh Bella menandatangani surat itu. Akhirnya dengan berat hati Bella mau menandatangani surat itu.
"Nih sesuai keinginan kamu. Puas?" ucap Bella.
"Sangat." jawab Rayhan. "Terima kasih istriku tersayang. Kau memang baik. Hahahaha." ucap Rayhan seraya berlalu meninggalkan Bella.
Bella lalu menghampiri bu Ros yang tengah melanjutkan sarapannya.
"Apa sebenarnya rencana mami? Kenapa mami setuju Bella tanda tangani surat itu?" cecar Bella.
"Kamu dengerin mami baik-baik. Biarkan Rayhan dan perempuan jalang itu bahagia untuk sementara waktu karena telah mendapatkan izin darimu. Tapi lihat saja nanti, rencana mami pasti berhasil. Wanita licik itu pasti akan menangis sejadi-jadinya. Dia telah berurusan dengan orang yang salah." ucap bu Ros menyeringai.
__ADS_1
Sebelum sampai kantor, Rayhan terlebih dulu mampir di toko kue Izzah.
"Sayang..." teriak Rayhan dari luar toko kue Izzah.
Sontak semua orang yang ada didalam toko kue menoleh ke arah Rayhan. Izzah yang melihat tingkah Rayhan tertawa geli.
"Sayang..." lagi-lagi Rayhan berteriak membuat Izzah malu, lalu menarik Rayhan keluar dari toko.
"Kenapa sih?" tanya Izzah.
Rayhan mengajak Izzah duduk. Lalu memberikan map biru itu ke tangan Izzah.
"Apa ini?" tanya Izzah.
"Udah buka aja." titah Rayhan.
Setelah membaca surat yang ada didalam map itu mata Izzah berbinar.
"Ini seriusan bang? Bella ngasih abang izin?" tanya Izzah.
"Iya. Masa boong, kan Izzah udah baca sendiri disitu. Bella juga udah tanda tangan." ucap Rayhan.
"Apa Bella beneran ikhlas ngasih izin ya bang?" tanya Izzah.
"Udah, gak usah dipikirin. Abang gak perduli dia bener ngasih izin atau gak. Yang jelas dia udah tanda tangan jadi sekarang udah gak ada halangan lagi buat kita." ucap Rayhan sambil mencium tangan Izzah.
__ADS_1
Semoga saja kau ikhlas Bell, sama seperti aku dulu yang mengikhlaskan bang Rayhan menikah denganmu, gumam Izzah.