
Kabar tentang kepergian Bella menjadi topik pemberitaan yang menghiasi layar kaca. Bella yang merupakan mantan isteri Rayhan, yang terkenal sebagai pengusaha muda kaya. Membuat berita tersebut menjadi heboh, apalagi dengan kepergian Bella yang mendadak dan dengan cara yang menyedihkan.
Izzah dan Rayhan beserta orang tua Izzah, tengah duduk di ruang keluarga. Bercengkrama dengan si kembar sembari menonton televisi.
"Pemirsa, ingatkah anda dengan Bella Pratiwi mantan isteri dari pengusaha muda Rayhan Aditya?"
Semua orang terlihat fokus menatap televisi setelah mendengar ucapan pewarta berita.
"Ada apa dengan Bella?" celetuk Izzah.
" Wanita cantik itu ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sebuah mobil, bersama seorang laki-laki terduga pelaku yang sudah melakukan tindak pidana pembunuhan dan pelecehan seksual terhadap Bella....."
Lanjut warta berita.
"Innalillahiwainnailaihiroji'un...." seru semua orang hampir bersamaan.
"A-abang... Berita apa ini?" seru Izzah kaget.
Rayhan terdiam masih fokus menatap layar televisi yang menampilkan lokasi kejadian tempat Bella terbunuh.
"Yaa Allah, Bella. Ada apa denganmu sebenarnya?" ucap Izzah lagi.
Rayhan kemudian bangun dari duduknya, berjalan menjauh dan terlihat tengah menelepon seseorang. Tak lama Rayhan kemudian menghampiri Izzah.
"Sayang, berita itu benar. Bella meninggal." ucap Rayhan.
Izzah yang tengah menggendong Arsha terlihat benar-benar kaget dan tidak percaya.
"Bagaimana bisa Bang?" balas Izzah. "Ya Allah Bella." lanjutnya.
Pak Haris dan Bu Novi terdiam, mereka hanya mendengarkan ucapan Rayhan.
"Sayang, abang izin ya ke rumah Bella untuk melayat."
"Iya Bang." jawab Izzah.
**************************
Di kantor Polisi......
Bu Mila berteriak memanggil Polisi dari ruang sel. Setelah kepergian Pak Seno, Bu Mila kembali ke selnya dan tampak mencerna semua ucapan Pak Seno yang mengatakan bahwa puteri semata wayang mereka meninggal.
Hal yang paling sulit diterima Bu Novi adalah, ucapan Pak Seno yang mengatakan bahwa Dandi, kekasih Bu Mila lah yang menjadi pelaku pembunuhan Bella.
__ADS_1
"Pak Polisi...." teriak Bu Mila. "Tolong keluarkan saya dari sini. Saya ingin melihat puteri saya." lanjutnya.
Seorang Polisi mendekat lalu membuka sel Bu Mila.
"Mari ikut saya ke kantor." ucap Polisi tersebut kemudian berjalan disusul Bu Mila.
Tiba di dalam kantor, tanpa basa-basi Bu Mila langsung bertanya.
"Pak Polisi, tolong jelaskan. Apa anak saya Bella, benar telah meninggal karena dibunuh?" tanya Bu Mila.
"Kami turut prihatin Bu. Bella di temukan meninggal oleh warga setempat didalam sebuah mobil bersama pelaku yang telah menghabisi nyawa Bella."
"Gakkk.....nggak mungkin Pak. Semuanya bohong kan Pak? Anak saya gak mungkin meninggal Pak. Bapak kan lihat sendiri, tadi pagi dia baru saja dari sini Pak." ucap Bu Mila meneteskan air mata.
"Dengan sangat menyesal kami sampaikan, anak ibu memang benar sudah meninggal."
Seketika Bu Mila terduduk di lantai. Bu Mila histeris, menangisi puteri kesayangannya harus meninggal dengan cara seperti ini.
"Maafkan Mama Bell." teriak Bu Mila semakin histeris.
Beberapa polisi wanita berusaha menenangkan Bu Mila yang histeris. Hingga detik berikutnya Bu Mila tak sadarkan diri.
Bu Mila di larikan ke ruang perawatan. Beberapa petugas berusaha membangunkan Bu Mila.
"Bella jangan tinggalin Mama Nak." teriak Bu Mila saat tersadar.
"Tolong izinkan saya menemui anak saya untuk yang terakhir kalinya." isak Bu Mila. "Tolong izinkan saya......"
Pihak kepolisian pun mengizinkan Bu Mila untuk pergi ke pemakaman Bella.
Pak Seno tak kuasa menahan tangisnya saat jenazah puteri kesayangannya tiba di pemakaman umum. Keluarga dan kerabat Bella begitu terpukul dengan kepergian Bella yang begitu mendadak. Bagi Pak Seno, semuanya terasa seperti mimpi.
"Saya ikut berduka cita atas kepergian Bella Om. Semoga Bella ditempatkan disisi yang terbaik oleh Yang Maha Kuasa. Aamiin." ucap Rayhan saat menemui Pak Seno.
Pak Seno langsung merangkul Rayhan dengan tangis yang tak dapat ditahan.
"Rayhan, tolong maafkan Bella atas segala kesalahan yang telah dia perbuat kepada kamu semasa ia hidup." ucapan Pak Seno terhenti. "Saya harap Izzah bisa membukakan pintu maafnya untuk Bella yang telah menyakiti perasaannya." lanjut Pak Seno ,mengusap air matanya berusaha tegar.
"Kami sekeluarga sudah memaafkan Bella Om. Om yang tabah ya." balas Rayhan.
Prosesi pemakaman Bella di penuhi isak tangis keluarga, terutama Pak Seno yang tak henti-hentinya menangisi Bella saat dimasukkan ke liang lahat.
Pak Seno ikut masuk ke liang lahat untuk mengadzani puteri kesayangannya untuk yang terakhir kalinya.
__ADS_1
"Allahuakbar.... Allahuakbar..." lirih suara Pak Seno mengadzani jenazah Bella yang sudah terbaring di peristirahatan terakhirnya.
Suara Pak Seno mengadzani puterinya terdengar begitu menyayat hati. Sesekali suara Pak Seni tercekat karena tangis yang tak bisa ia kendalikan.
Prosesi pemakaman Bella pun selesai. Saat semua orang satu persatu mulai meninggalkan pusara Bella, teriakan Bu Mila menghentikan langkah kaki orang-orang.
"Bellaaaaaa...." teriak Bu Mila berlarian dari mobil Polisi yang membawanya menuju pemakaman.
Pak Seno yang tengah menciumi nisan Bella sontak berdiri melihat kedatangan Bu Mila.
Bu Mila langsung terduduk disisi gundukan tanah merah dimana puteri yang begitu ia cintai sudah berbaring dengan tenang dibawahnya.
"Bella sayang, kenapa jadi begini Nak? Kenapa kamu ninggalin Mama." ucap Bu Mila memeluk gundukan tanah itu.
Isak tangis Bu Mila terdengar begitu pilu. Membuat para pelayat yang masih berada di pemakaman ikut bersedih melihat Bu Mila yang begitu bersedih karena ditinggal Bella.
"Nak maafin Mama. Huuuuu....." isak Bu Mila.
Pak Seno menarik paksa tubuh Bu Mila agar bangun dari pusara puteri mereka.
"Bangun kamu, gak usah kamu berpura-pura bersedih." teriak Pak Seno sambil berusaha mengangkat tubuh Bu Mila.
"Apa maksud kamu Mas? Kenapa aku harus pura,-pura. Bella juga puteriku." balas Bu Mila dengan teriakan.
"Kamulah pembunuh Bella. Gara-gara kamu, hari ini puteriku pergi untuk selama-lamanya. Kamu pembunuh." teriak Pak Seno sambil mendorong Bu Mila.
"Maafkan aku Mas." balas Bu Mila.
"Pergi kamu dari sini, jangan pernah datang kemari. Kamilah penyebab Bella meninggal. Pergiiii...." teriak Pak Seno berusaha menendang Bu Mila.
Rayhan menahan tubuh Pak Seno agar tidak menendang Bu Mila.
"Sabar Om sabar." ucap Rayhan berusaha menenangkan Pak Seno.
"Pergi kau...." teriak Pak Seno lagi.
"Tolong bawa pergi Bu Mila dari sini Pak. Saya tidak ingin ada keributan yang akan terjadi dalam suasana duka seperti ini.." ucap Rayhan pada polisi yang mengawal Bu Mila.
"Bell, maafin Mama Bell." teriak Bu Mila saat dibawa paksa oleh polisi
Air mata Bu Mila mengalir deras saat dipaksa meninggalkan pemakaman. Bu Mila sangat sedih dan kecewe karena tak bisa berlama-lama di pusara Bella. Terlebih saat Pak Seno yang menuduhnya sebagai pembunuh Bella.
Maafin Mama Bell. Mama sayang banget sama kamu, batin Bu Mila.
__ADS_1
Mobil tahanan yang membawa Bu Mila menuju Kantor Polisi meninggalkan pemakaman.
Tolong maafin Mama Bell, gimam Bu Mila serwya masuk kedalam mobil tahanan dengan deraian air mata.