Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
KEJUJURAN RAYHAN


__ADS_3

Malam semakin larut namun makan malam romantis Izzah dan Rayhan terus berlanjut. Mereka seakan lupa akan waktu seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua.


Setelah makan malam usai, Rayhan menggandeng tangan Izzah berjalan memasuki lift dan menuju lantai paling atas di hotel tersebut.


Saat pintu lift terbuka, Rayhan dengan setia tetap menggandeng tangan Izzah menuju sebuah kamar yang dipintunya bertuliskan Rayhan's Room. Izzah mengerutkan dahinya.


Saat pintu kamar dibuka Izzah dibuat melongo dengan fasilitas yang ada. Terdapat sebuah ranjang yang berukuran sangat besar. Televisi layar lebar dengan sound system' yang terlihat begitu mewah.


Sebuah mini bar berada disudut kamar. Dan yang semakin membuat Izzah tercengang adalah pemandangan yang disuguhkan saat tirai jendela dibuka Rayhan dengan menekan sebuah remote.


Izzah menatap pemandangan kota Jakarta dimalam hari dari atas gedung hotel nan mewah. Izzah begitu takjub melihat lampu-lampu yang menghiasi malam di Jakarta.


"Masyaallah, begitu indah." ucap Izzah.


Rayhan mendekati Izzah, lalu memeluknya dari belakang. Tangan Rayhan mengelus perut Izzah. Sementara pipi Rayhan menyentuh pipi Izzah. Nafas Rayhan memburu. Dia menciumi pipi Izzah.


"Abang..." ucap Izzah.


"Iya sayang." jawab Rayhan tanpa melepaskan pelukannya.


"Bagaimana abang bisa mempersiapkan semua ini? Sementara seharian ini abang selalu sama Izzah." tanya Izzah penasaran.


Rayhan lalu mengendurkan pelukannya. Mengajak Izzah untuk duduk disisi ranjang.


"Sayang, apapun akan abang lakukan untuk membuat Izzah bahagia." ucap Rayhan tersenyum. "Ini semua dipersiapkan oleh orang-orang suruhan abang. Abang tinggal telepon aja."


"Abang hebat, terima kasih untuk semua ini. Izzah bahagia sekali." balas Izzah.


Rayhan lalu membelai lembut pipi Izzah, kemudian memegang dagu Izzah. Detik berikutnya bibir mereka bertemu. Izzah tersipu malu.

__ADS_1


Rayhan lalu berdiri melepas jas yang dia kenakan. Lalu berjalan menuju mini bar, membuka sebuah kulkas kecil yang ada disana. Mengambil segelas jus jeruk lalu menyodorkannya pada Izzah.


"Minum dulu." titahnya.


Izzah mengangguk, lalu meminum jus yang diberikan Rayhan.


"Sayang, abang mau bicara jujur. Abang harap Izzah tak akan marah dan meninggalkan abang."


"Insyaallah Izzah gak akan marah bang."


"Sayang abang ini lelaki kotor. Sebenarnya abang bukan lelaki yang pantas untuk wanita sholehah seperti Izzah." ucap Rayhan tertunduk.


"Kenapa abang bilang begitu?" tanya Izzah sambil menyentuh wajah lelaki yang amat dicintainya itu.


"Zah masih ingat tidak dimana kita bertemu untuk pertama kalinya?" tanya Rayhan.


Izzah mengangguk, ingatannya kembali pada hari dimana dia dijual ibu tirinya.


"Apa maksud abang menceritakan ini semua pada Izzah?"


"Abang hanya ingin jujur sayang. Abang tak mau nantinya suatu saat akan ada orang lain yang menceritakannya pada Izzah bahwa abang ini pernah menjadi lelaki yang jahat."


"Sudahlah bang, itu masa lalu abang. Yang terpenting sekarang abang mau bertaubat. Taubat yang sesungguhnya, meminta ampun pada Allah dan tidak akan mengulangi hal itu lagi." ucap Izzah.


"Demi Allah sayang, abang berjanji tidak akan kembali menjadi Rayhan yang dulu, Rayhan yang jahat. Abang cinta sama Izzah."


"Abang jangan bertaubat karena ingin menyenangkan atau melakukannya demi Izzah. Tapi berniat lah demi Allah, lillahita'ala bang."


"Tentu sayang, tapi abang minta tuntunlah abang selalu kearah yang lebih baik."

__ADS_1


"Pasti bang." jawab Izzah.


Rayhan lalu mencium kening Izzah.


"Ada satu hal lagi yang ingin abang katakan." ucap Rayhan.


"Silahkan bang." jawab Izzah.


"Abang harap Izzah tidak kecewa atau sakit hati. Abang ingin jujur supaya tidak ada lagi yang mengganjal dihati abang. Tidak ada lagi beban yang harus abang pikul."


"Ceritalah bang. Izzah siap mendengar." ucap Izzah.


"Sayang, abang pernah melakukannya dengan Bella." ucap Rayhan.


"Astagfirulloh bang, kenapa harus ngasih tau Izzah hal itu. Bella juga istri sah abang, jadi wajar abang ngelakuin hal itu. Abang apa-apaan sih ngasih tau Izzah yang begituan." ucap Izzah kesal.


"Sayang abang cuma mau bilang kalau abang sama sekali tidak ingin melakukannya dengan Bella. Tapi abang khilaf, abang gak tau ada apa dengan diri abang malam itu."


"Sudahlah bang, gak usah dibahas lagi. Yang pasti Bella itu juga istri abang, jadi sah-sah saja jika abang melakukannya dengan dia." ucap Izzah cemberut.


"Sayang abang ngelakuinnya cuma malam itu. Setelahnya gak lagi, karena abang memang gak cinta sama Bella."


"Udah ah." ucap Izzah cemberut.


Rayhan lalu memegang tangan Izzah.


"Kalau abang mau malam ini sama Izzah bagaimana? Apa Izzah izinin?" tanya Rayhan sambil mengerlingkan matanya menggoda Izzah.


Izzah lalu tersenyum.

__ADS_1


"Iihh abang..." ucap Izzah.


__ADS_2