Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Dalang


__ADS_3

Rayhan dan Mang Diman menuju lobi hotel, dimana Pak Budi Manager hotel, sudah menunggu kedatangan Rayhan.


"Maafkan saya Tuan, sebenarnya apa yang terjadi sampai ada polisi datang dan membawa pergi tamu hotel kita." tanya Pak Budi.


"Mulai sekarang perketat syarat untuk dapat check in di hotel kita. Yang kalian lihat tadi adalah kasus prostitusi yang terjadi di hotel ini. Garis bawahi itu, prostitusi di hotel ini." bentak Rayhan.


Pak Budi terlihat terkejut.


"Pros-ti-tu-si!." ucap Pak Budi gugup.


"Iya prostitusi. Saya harap untuk selanjutnya, untuk tamu yang mau check in dengan pasangan harap menunjukkan kartu identitas yang menunjukkan pasangan tersebut suami isteri. Saya tidak mau kalian kecolongan."


"Ba-ba-baik Tuan." jawab Pak Budi gugup.


"Saya tidak ingin hotel ini menjadi sarang tempat perbuatan maksiat. Kalau sampai terjadi ada kasus prostitusi di hotel ini, bersiaplah kalian semua akan dipecat." ucap Rayhan.


Para petugas hotel terlihat kaget mendengar ucapan Rayhan.


"Mengerti?" teriak Rayhan.


"Me-mengerti Tuan." jawab para pegawai hotel.


"Aiihh Den Rayhan teh maneh tegas pisan." ucap Mang Diman.


Rayhan hanya tersenyum.


"Ayo Mang, kita berangkat." balas Rayhan.

__ADS_1


Keduanya lalu bergegas menuju kantor Polisi.


*****************


Tiba di rumah, Izzah mendapati Arka dan Arsha sudah terlelap tidur. Sementara Bu Novi dan Bi Asih tengah menyiapkan makanan untuk makan siang.


"Udah pulang ya Neng. Mamang dimana Neng? Kenapa cuma pulang berdua?" tanya Bi Asih.


"Mang Diman ikut Bang Rayhan ke kantor Polisi Bi." jawab Izzah.


"Emang gimana hasilnya Zah?" tanya Bu Novi.


"Sudah-sudah, nanti aja dibahas. Lebih baik sekarang makan siang dulu." ucap Pak Haris.


Mereka berempat lalu duduk di ruang makan untuk makan siang bersama.


Sementara Pak Haris dan Bu Novi berbicara berdua di dalam kamar mereka sambil beristirahat.


"Astaghfirullah Neng, seriusan begitu?" tanya Bi Asih kala Izzah mengatakan semua yang terjadi di hotel.


"Iya Bi, Izzah juga kaget melihat kejadian itu. Izzah pikir Ana benar-benar buta dan wanita yang baik seperti yang terlihat selama ini."


"Naudzubillah Neng, ya Allahu robbi. Bibi benar-benar tidak menyangka ternyata ada perempuan seperti itu di dunia ini."


"Iya Bi." seru Izzah.


Di tempat lain....

__ADS_1


Rayhan dan Mang Diman tengah beristirahat makan siang di sebuah restaurant selepas melaksanakan shalat dzuhur di masjid yang mereka lewati saat menuju kantor Polisi.


"Kira-kira siapa ya Den dalang di balik semua ini?" tanya Mang Diman di sela-sela menunggu pesanan makanan mereka datang.


"Gak tau juga Mang, aku belum kepikiran." ucap Rayhan.


Pesanan makanan mereka datang. Keduanya mulai menikmati makanan mereka.


Beberapa saat keduanya hening karena masing-masing menikmati makanan mereka.


"Mamang tau siapa dalangnya." ucap Mang Diman secara tiba-tiba.


Rayhan yang tengah menyantap makanannya memandang ke arah Mang Diman.


"Siapa yang Mamang curigai?" tanya Rayhan.


"Bu Mila." jawab Mang Diman.


"Bu Mila!" seru Rayhan.


"Iya Den, Bu Mila. Coba atuh Den Rayhan ingat-ingat. Bukannya Bu Mila orang pertama yang bilang Mamah Dedeh kecelakaan. Bu Mila juga yang ngasih tau lokasi yang dibilang tempat kecelakaannya. Sampai Bu Mila juga yang bilang korban tabrakan yaitu Ana mengalami kebutaan." jelas Mang Diman.


"Mang Diman benar juga, sepertinya memang Bu Mila lah dalang dibalik semua ini. Untuk memastikan semuanya kita harus mendapatkan informasi itu dari Ana." balas Rayhan.


"Iya Den." ucap Mang Diman.


Keduanya kemudian melanjutkan makan, lalu bergegas menuju kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2