
Bella menuju mobilnya, namun saat dilihat ternyata ban mobil Bella kempes.
"Kok bisa kempes sih? Padahal tadi baik-baik aja." ucap Bella.
Pip...pip....
Bella berbalik melihat mobil yang berhenti dibelakangnya membunyikan klakson.
Saat kaca mobil dibuka, ternyata Dandi.
"Eh Om Dandi." ucap Bella.
"Mobil kamu kenapa Bell?" tanya Dandi.
"Ban mobil aku kempes Om." balas Bella.
"Ya udah, ayo Om anterin pulang." ajak Dandi.
"Tapi....."
"Udah tenang aja, nanti mobil kamu Om suruh orang bengkel buat jemput kesini. Ayo buruan masuk, mau hujan nih." ucap Dandi.
Bella awalnya ragu, namun karena suara gemuruh menggelegar dan rintik hujan mulai turun. Bella bergegas masuk ke mobil Dandi.
"Om anter kemana nih? Ke rumah atau mau kemana kamu sekarang?" tanya Dandi.
"Aku mau pulang aja Om." jawab Bella.
"Oke, Om tau arah jalan ke rumah kamu." balas Dandi.
Mobilpun melaju meninggalkan kantor polisi.
Sepanjang perjalanan, Bella hanya terdiam. Ia merasa risih dengan tatapan Dandi yang menatap pahanya. Bella kebetulan mengenakan dress selutut, hingga membuat pahanya kelihatan jika duduk.
"Kamu cantik ya Bell, persis Mama kamu. Malah lebih cantik kamu." ucap Dandi.
"Makasih Om." ucap Bella sambil merapikan posisi duduknya, lalu menutup pahanya dengan tas yang ia bawa.
Mobil Dandi berbelok ke arah yang berbeda dengan jalan menuju rumah Bella.
"Loh Om, kok belok. Rumah Bella bukan lewat sini Om." ucap Bella terlihat khawatir.
__ADS_1
"Iya, Om tau." balas Dandi.
"Terus kenapa lewat sini Om?" tanya Bella.
"Kita jalan-jalan dulu yuk." ucap Dandi menaruh tangannya di paha Bella.
Refleks Bella menyingkirkan tangan Dandi.
"Om jangan macam-macam ya." pekik Bella.
"Eehh maaf, maaf gak sengaja."
"Turunin Bella sekarang Om, Bella bisa pulang sendiri."
"Biar Om aja yang nganter kamu sayang." ucap Dandi kembali memegang paha Bella.
"Berhenti gak Om, kalau gak Bella teriak sekarang." ancam Bella.
"Iya...iya... Om berhenti nih." balas Dandi.
Tanpa Bella sadari Dandi memberhentikan mobilnya di tepi jalanan sepi yang kiri kanannya terdapat perkebunan.
Tiba-tiba Dandi langsung memeluk Bella.
"Lepasin Bella Om, tolong....tolong..." teriak Bella.
Dengan cepat Dandi menutup mulut Bella dengan tangannya. Bella meronta ronta dan berusaha melawan Dandi dengan menggerakkan kakinya berusaha menendang Dandi.
"Diaaammm." teriak Dandi lalu mendorong kepala Bella hingga membentur kaca mobil yang membuat Bella pingsan.
Dandi lalu melampiaskan nafsu bejatnya di dalam mobil saat Bella dalam keadaan pingsan.
Dalam keadaan tak berdaya Bella tersadar, dan menyadari Dandi tengah menggaulinya. Bella sontak berteriak, yang membuat Dandi kaget.
"Tolooooongg....tolooooong...." teriak Bella.
Dandi yang tengah berada dalam nafsu birahinya kalap hingga mencekik Bella dengan keras, wajah Bella mulai membiru. Namun Dandi sama sekali tak menghentikan aksi bejatnya hingga dia mencapai puncak kenikmatannya. Tanpa ia sadari Bella yang dicekiknya telah lemas tak berdaya. Jiwa Bella telah meninggalkan raganya.
Saat menyadari Bella tak bernyawa, Dandi menjadi takut dan bingung harus bagaimana. Ternyata dari arah belakang mobil segerombolan orang-orang datang mendekati mobil Dandi.
Dandi yang masih tak mengenakan celananya hendak kabur dan berusaha menyalakan mobilnya. Namun orang-orang sudah memukuli mobilnya hingga kaca mobil Dandi pecah.
__ADS_1
Orang-orang akhirnya dapat menyeret Dandi keluar dari mobil. Dan menghakimi Dandi hingga babak belur.
"Bunuh saja...." teriak orang-orang banyak.
"Cepat bawa gadis itu ke rumah sakit." teriak yang lain.
Dandi lalu dibawa ke kantor polisi. Sementara tubuh Bella dibawa orang-orang ke rumah sakit.
Di kantor polisi, seorang pemuda menyatakan mendengar teriakan minta tolong dari Bella dari dalam mobil yang terparkir dipinggir jalan dekat perkebunan.
Pemuda tersebut lalu mengumpulkan warga yang lainnya untuk menggerebek mobil tersebut. Namun kedatangan mereka terlambat, karena Bella sudah tak bernyawa.
Pak Seno yang tengah berada di kantor segera meluncur ke Rumah Sakit saat mendengar kabar kematian Bella. Dunianya terasa runrtuh saat mendapat kabar tersebut dari kepolisian. Apalagi mirisnya Bella diperkosa dan dibunuh oleh kekasih mantan isterinya.
Pak Seno histeris memandang tubuh puterinya yang sudah terbujur kaku ditutup kain berwarna putih di ruang jenazah Rumah Sakit.
"Bella, kenapa kamu ninggalin Papa nak...." teriak Pak Seno histeris.
Cukup lama lelaki itu memeluk jenazah puterinya. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke kantor polisi.
Tiba di kantor polisi, Pak Seno langsung menemui Bu Mila.
"Papa..." ucap Bu Mila yang belum tau tentang Bella.
Plakk... Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Bu Mila.
"Kenapa kamu tampar aku hah?" teriak Bu Mila.
"Puas kamu hah, sudah puas sekarang. Semuanya pasti karena ulahmu. Bella bisa bertemu dengan lelaki selingkuhanmu itu pasti karena kau pertemukan disini bukan?" ucap Pak Seno tak kalah berteriak.
"Memang kenapa kalau aku yang kenalin mereka, wajarkan. Toh sebentar lagi Dandi akan jadi Papa barunya Bella. Dandi itu lelaki baik dan bisa memuaskan aku bukan seperti kamu lelaki loyo." ucap Bu Mila.
Lagi-lagi Pak Seno menampar Bu Mila.
"Dasar perempuan hina, murahan kau. Gara-gara kamu kini puteriku Bella hanya tinggal nama. Kekasih bejatmu itu telah memperkosa dan membunuh anakku. Aku bersumpah akan membuat kalian berdua dipenjara seumur hidup." ucap Pak Seno pergi meninggalkan Bu Mila yang berdiri mematung.
Apa ini... Bella, gak mungkin Bella meninggal....
Dandi....gak mungkin, Seno pasti bohong, gumam Bu Mila terduduk lemas di lantai.
Bersambung....
__ADS_1