Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
7. Mulai Ada Rasa


__ADS_3

Dafa meminta Alia untuk berjongkok. Alia pun melakukan apa yang diminta oleh Dafa, tapi dia tampak bingung. Dafa menaruh medali itu di leher Alia dan berkata, "Mama lah pemenangnya."


Alia tersenyum dan memeluk Dafa.


"Ini adalah hasil kerja keras mu. Mama hanya menuntun mu sayang." Ucap Alia seraya mencium kening Dafa.


Arka merasa bahagia. Dia tersenyum disaat yang bersamaan dan melihat kearah Alia dan Dafa.


"Bagaimana perasaanmu, Tuan?" Tanya Susi dari belakang, dia duduk di belakang tempat duduk Arka.


Arka begitu sibuk melihat kearah Alia dan Dafa, jadi dia tidak mendengar apa yang dikatakan Susi.


Sementara itu para guru lainnya terus menertawakan Susi dengan perlahan. Hal itu pun membuat Susi menjadi marah.


Kemudian kepala sekolah mengumumkan perlombaan berikutnya adalah untuk para orang tua murid.


Alia sudah bersiap di dekat taman bermain dan Arka datang mendekati dirinya.


"Yaaaaiii... Jangan merusak reputasi ku." Ucap Dafa kepada Arka yang membuat Alia tertawa.


Arka berjongkok dan mengusap rambut Dafa lembut, "Wah, kau mulai hebat menggunakan dialog Papa." Ucap Arka dan membuat Dafa tertawa.


Semua orang tua para murid sudah berdiri di posisi mereka dan juri mengatakan peraturannya kepada mereka.


"Caranya seperti ini, seseorang harus menggendong orang lainnya dan berjalan menuju garis finis. Siapa yang mencapai garis finis lebih dulu, dialah pemenangnya." Ucap juri itu.


Kemudian Susi tersenyum licik. Dia bergegas berlari kearah kepala sekolah dan berkata, "kenapa kita tidak merubah peraturannya pak."


"Maksudmu, seperti apa?" Tanya kepala sekolah.


"Kita semua tahu bahwa orang yang akan menggendong adalah tentu saja sang pria. Jadi, kenapa kita tidak merubah peraturannya." Ucap Susi dan melihat kearah Alia dengan senyuman licik.


'Kenapa dia melihat ke arahku? Sepertinya dia mau bertaruh denganku. Aku benar-benar ingin memukulinya. Lihat saja siapa yang akan menang nanti.' ucap Alia dalam hati dan memberikan senyuman marahnya kepada Susi.


"Peraturan konyol macam apa ini!" Ucap Arka kesal dan berpikir bahwa Alia itu lemah dan tidak akan kuat jika harus menggendongnya.


Alia memegang tangan Arka dan berkata, "suamiku sayang... Kau tidak perlu khawatir tentang diriku. Aku bisa menggendong suamiku tersayang ini." Ucap Alia dan tersenyum ke arah Susi.


Sementara Arka tampak merona. Dia mengingat bahwa Nabila tidak pernah memanggil dirinya seperti itu. Nabila terbiasa memanggil dirinya dengan menyebutkan namanya. Tapi kali ini adalah hal pertama dia mendengar sesuatu yang sangat manis dari seseorang yang tampak begitu manis.


Orang-orang tampak terkejut mendengarkan ucapan Alia dan rasa percaya dirinya. Mengingat dirinya sebagai model yang terlihat kurus, orang-orang pun ragu. Apakah dia memang bisa untuk menggendong seorang pria.


"Menurutku, ini bukan masalah yang besar." Ucap Alia dan kemudian melihat kearah suaminya.


"Ucapan tetaplah sebuah ucapan Nona Luiz. Mari buktikan saja kemampuanmu." Ucap Susi dan dia terlihat begitu merasa jengkel.


"Dia itu Nyonya Wijaya." Ucap Arka dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Alia tersenyum dan memegang tangan Arka erta. Arka lalu melihat ke arahnya dan kemudian menganggukkan kepalanya.


"Jika kau mau, kita bisa berhenti dari permainan ini." Ucap Arka merasa khawatir.


Orang-orang terdiam melihat cinta diantara mereka, yang sebenarnya tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Mereka berdua hanya berakting.


Tak lam kemudian, semua para peserta mengambil posisi mereka. Beberapa orang mulai menggendong suami mereka di punggung mereka kecuali 2 orang peserta.


"Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan mu terjatuh apalagi terluka." Ucap Alia tersenyum kemudian menggendong Arka di lengannya tanpa sedikitpun merasa kesulitan.


Dan begitulah pasangan yang satunya, melakukan hal yang sama karena melihat kearah Alia. Mereka pikir bahwa akan mudah untuk melakukannya. Tapi ternyata itu sangat sulit dilakukan bagi seorang istri untuk menggendong suaminya dengan posisi yang seperti itu.


Saat Alia berjalan dengan normal, melihat ke depan, dan dia juga tersenyum. Melihat Alia yang seperti itu membuat Arka takjub, dia lalu hanya melihat kearah wajah Alia.


Akhirnya Alia dan Arka memenangkan permainan itu dan hadiah pun diberikan kepada Dafa dan orang tuanya.


Dafa begitu bahagia karena kedua orangtuanya mengambil bagian dalam permainan ini. Hari ini akan menjadi hari yang paling dikenang oleh Dafa, dan tidak hanya dirinya tapi semua orang juga. Yang tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari Alia.


Kepala Sekolah memanggil Alia untuk naik ke atas panggung, sementara Susi turun ke bawah. Alia menaruh tangannya di pundak Susi dan berkata, "cobalah untuk menggunakan otakmu lain kali." Ucap Alia dan tersenyum yang membuat Susi kesal.


Rahang Susi mengeras dan dia turun kebawah panggung dengan kesal.


'Jadi, dia tahu bagaimana caranya untuk melawan balik. Hebat, aku takjub dengan dirinya hari ini, istriku tersayang.' ucap Arka dalam hati dan tersenyum.


"Bisakah anda memberitahu kami semua, bagaimana anda bisa menggendong seorang pria?"


Alia mengambil mic itu dari kepala sekolah dan mulai berbicara.


"Tidak ada rahasia apapun. Aku bukanlah seorang wanita super dan aku juga tidak punya kekuatan sihir apapun. Ini hanya karena pekerjaanku. Menjadi seorang model itu bukanlah hal mudah seperti orang lain pikirkan tentang kami. Kami harus melewati banyak latihan dan banyak lainnya dan aku pikir semua orang melakukan yang terbaik. Dan faktanya, mereka justru mencoba melakukan yang terbaik meski bahkan sebenarnya mereka mengetahui bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk menggendong suami mereka. Tapi kenyataannya itulah yang merupakan hal yang terbaik..."


Semua orang bertepuk tangan untuk Alia, image Alia semakin dikenal semua orang. Arka merasa begitu bangga. Dia berjalan kearah panggung dan mengulurkan tangannya ketika Aulia turun kebawah lewati tangga.


Alia menyambut tangan Arka dan melihat kearahnya penuh tanda tanya.


'Kenapa dia bertingkah seperti ini? Apa ini karena insiden itu? Apakah dia merasa bersalah karena kesalahan yang dia perbuat? Tapi aku sudah memaafkan dia. Lalu kenapa, dia mungkin hanya berakting.... Iya benar, aku...' Pikir Alia dalam hati.


Dia kemudian menarik tangannya perlahan lalu menggendong Arka dan bertanya, "apakah kita harus kembali pulang sekarang?"


Dafa mengangguk kan kepalanya seraya menguap.


"Aaaaa... Anak kesayangan Mama sudah lelah. Tidurlah sekarang." Ucap Alia kemudian memeluk Dafa.


Dafa menaruh kepalanya di pundak Alia.


'Arka, apa yang kau lakukan? Ini tidak benar.' ucap Arka dalam hati dan berjalan keluar dari sekolah bersama dengan Alia dan Dafa.


Alia duduk dengan Dafa di kursi belakang, sementara Arka tengah mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Semuanya terasa begitu canggung di dalam mobil, juga karena ada Dafa yang tertidur di pangkuan Alia yang membuat semua nya menjadi semakin canggung karena tidak ada seorangpun yang berbicara.


'Aku pikir, kenapa dia masih marah setelah semua ini.' ucap Arka dalam hati dan melihat kearah Alia melalui cermin.


Sementara Alia melihat ke arah luar jendela. Dia kemudian mendapat sebuah panggilan telepon dari Morgan, adik dari Mia dimana mereka tumbuh bersama saat kecil dulu.


Sebuah senyuman terpancar dari bibir Alia saat dia melihat nomor yang meneleponnya itu. Dia lalu menjawab panggilan itu dengan perasaan bahagia. Sementara Arka terlihat tampak marah.


"Morgan!" Seru Alia dengan rasa bahagia.


"Aku sudah kembali ke kota Kak." Ucap Morgan dari seberang telepon.


'Morgan adalah nama seorang pria. Siapa morgan ini dan kenapa dia berbicara begitu manis dengannya.' pikir Arka.


Rahang Arka tampak mengeras dan dia mengatakan hal itu dalam hatinya dengan mata yang kesal.


"Wow, aku sangat ingin bertemu denganmu sekarang. Katakan kepadaku, di mana kau? Aku akan kesana." Ucap Alia dengan wajah yang terlihat begitu bahagia.


"Aku berada di hotel sekarang, karena ibu dan ayah dan bahkan Kak Mia tidak tahu bahwa aku sudah kembali. Aku ingin memberikan kejutan kepada mereka." Ucap Morgan dari seberang telepon.


"Wow, itu sangat hebat. Di hotel mana?" Tanya Alia lagi.


'Hotel? Apa-apaan ini, yang benar saja. Kenapa hotel?' ucap Arka dalam hati dan semakin merasa lebih marah lagi.


Morgan memberikan alamat hotel itu kepada Alia dan keduanya lalu memutuskan sambungan telepon itu.


"Siapa itu?" Tanya Arka tidak dapat menyembunyikan rasa kesalnya.


Untungnya Alia tidak melihat ke arah Arka dan hanya berkata, "seseorang yang sangat penting." Balasnya.


Arka menjadi kesal, dia tidak tahu apa alasan dari rasa kesalnya itu. Mungkin saja dia mulai merasakan sesuatu kepada Alia atau itu hanya rasa penasaran saja. Dia tidak mengatakan apapun tidak juga dengan Alia.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba di rumah.


Alia menggendong Dafa di lengannya dan hendak berjalan masuk kedalam rumah. Tapi kemudian Arka berjalan ke depannya dan berkata, "kemari, biarkan aku yang menggendong nya."


Alia lalu memberikan Dafa kepada Arka dan kemudian berjalan masuk ke dalam rumah. Dia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


'Kenapa dia menjadi begitu tidak sabaran untuk bertemu dengan orang itu? Jadi dia sebenarnya mempunyai seseorang yang dia sukai atau mungkin dia cintai. Tapi dia harus terikat dengan pernikahan yang tidak berarti apapun untuknya.' ucap Arka dalam hati seraya membawa Dafa ke dalam kamarnya.


Arka menaruh tubuh Dafa ke atas tempat tidur dan kemudian berjalan keluar. Arka melihat bahwa Alia keluar dari dalam kamarnya menggunakan rok pendek yang berwarna hitam dan menggunakan make up yang cerah. Entah kenapa Arka merasa marah, dan dia ingin menghentikan Alia. Tapi dia tidak mengatakan satu kata apapun. Alia tidak menghiraukan kehadiran Arka dan berjalan menuruni tangga. Dia berjalan keluar dari dalam rumah dengan ekspresi dingin dan tidak bisa ditebak.


Alia memanggil pengasuh Dafa dari lantai bawah dan memintanya untuk melihat dan mengawasi Dafa, sementara dia berjalan dengan cepat untuk mengikuti Alia.


'Aku tidak tahu kenapa aku melakukan semua ini. Tapi aku tidak akan membiarkan mu pergi. Kau adalah ibu dari anakku.'


Ucap Arka dalam hati dan mulai menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2